Tingkatan Niat Shalat (Safinatun Naja)

Segala sesuatu tergantung niatnya, demikian juga dengan sholat. Dalam sholat, niat pun memiliki tingkatan-tingkatan, dan mungkin dari sekian banyak orang yang setiap hari menjalankan ibadah sholat masih ada yang belum mengetahui tentang timgkatan-tingkatan dalam niat sholat.

Tata cara Niat sholat

Dan Karena sholat adalah salah satu ibadah yang sudah ada ketentuan dan tata caranya, Maka selayaknya bagi kita untuk mengetahui tentang tata cara niat sholat. Tulisan di bawah ini akan menjelaskan secara singkat tentang hal-hal yang perlu disertakan dalam niat sholat seperti yang dijelaskan oleh syaikh Al-alim Al-Fadhil Salim ibn Sumair Alhadhromi dalam kitab beliau Safinatun Najah.

Pertama, Apabila Sholat yang dikerjakan adalah sholat fardhu maka yang wajib dicakup dalam niat orang yang sholat adalah :

  • Qashdu Fi’li (menyengaja pekerjaan) seperti Usholli
  • Ta’yin (Menentukan Jenis Sholat ) seperti dhuhron, ashron
  • Menjelaskan bahwa shalat yang dilakukan adalah sholat fardhu.
Baca Juga :  Fiqih Shalat XV : Syarat Wajib, Sah, Dan Fardhu Jum'at

Kedua, Apabila sholat yang dilakukan adalah sholat sunnah yang diwaktu-waktu seperti sholat sunnah Rawatib, atau sholat sunnah yang memiliki sebab seperti sholat istisqa dan lainya maka yang wajib disertakan dalam niat adalah :

  • Qasdhu Fi’li (menyengaja pekerjaan ) seperti “Usholli”
  • menentukan sholat seperti “istisqo’a”

Yang Ketiga, Apabila sholat yang dilakukan adalah sholat sunnah Muthlaq yang wajib dicakup dalam niat hanya :

  • Menyengaja pekerjaan (qashdu fi’li) saja. seperti ucapan “Usholli”.

Dari keterangan diatas dapat kita, kita dapat mengetahui hal-hal yang wajib disertakan ketika dalam niat sholat, baik sholat wajib, rawatib atau yang memiliki waktu dan sebab maupun sholat sunnah muthlaq.

Semoga Bermanfaat.