Kategori: Shalat

Tata Cara Sholat Gerhana Matahari

Sholat Gerhana Matahari adalah salah satu dari sekian banyak macam sholat sunah. Sholat Sunah Gerhana Matahari dilaksanakan ketika terjadi gerhana pada matahari.

Karena Sholat sunah Gerhana Matahari termasuk sholat sunah, maka tidak perlu melakukan qadha jika tidak sempat untuk melakukanya sebagaimana yang dijelaskan didalam kitab Fathul Qarib berikut ini:

(فَصْلٌ وَصَلَاةُ الْكُسُوْفِ) لِلشَّمْسِ وَصَلَاةُ الْخُسُوْفِ لِلْقَمَرِ كُلٌّ مِنْهُمَا (سُنَّةٌ مُؤَكَّدَةٌ فَإِنْ فَاتَتْ) هَذِهِ الصَّلَاةُ (لَمْ تُقْضَ) أَيْ لَمْ يُشْرَعْ قَضَاؤُهَا

“Fasal Tentang Sholat Kusuf Matahari dan Sholat Khusuf Rembulan. Hukum dari keduanya adalah Sunah Muakad. Apabila sholat ini tidak dilaksanakan maka tidak wajib untuk di qadha, Maksudnya tidak disyariatkan untuk mengqadha.”

Kapan Waktu Pelaksanaan Sholat Gerhana Matahari

Waktu Pelaksanaan Sholat Gerhana Matahari adalah ketika Gerhana mulai terjadi. Sedangkan batas akhir dari waktu pelaksanan sholat gerhana matahari jika:
وَتَفُوْتُ صَلَاةُ كُسُوْفِ الشَّمْسِ بِالْاِنْجِلَاءِ لِلْمُنْكَسِفِ وِبِغُرُوْبِهَا كَاسِفَةً
1.Matahari sudah pulih seperti semula
2.Sebab Terbenamnya Matahari dalam keadaan gerhana.

Bagaimana Cara Melaksankan Sholat Gerhana Matahari?

Cara melakukan / malaksanakan sholat gerhana matahari tidak jauh berbeda dengan sholat sunah pada umumnya. Yang sedikit membedakan adalah dalam tiap-tiap rakaat terdapat dua rukuk.

Berikut Tata Cara Melaksanakan Sholat Gerhana Matahari:

1. Niat Bersamaan dengan Takbiratul Ihram

Lafal Niat Sholat Gerhana Matahari

أُصَلِّيْ سُنَّةً لِكُسُوْفِ الشَّمْسِ اِمَامًا / مَأْمُوْمًا لِلّهِ تَعَالَى

Usholli sunnatal Likusufis Syamsi Imaman / Makmuman Lillahi Ta’ala

2. Membaca Ta’awudz, Surat Al-Fatihah, Dan Surat-surat dalam Al-Qur’an

3. Rukuk Pertama

4. I’tidal Pertama

5. Membaca Ta’awudz, Surat Al-Fatihah, Dan Surat-surat dalam Al-Qur’an

6. Rukuk kedua

7. I’tidal Kedua dan Membaca Doa I’tidal

8. Sujud Pertama

9. Duduk Diantara 2 sujud

10. Sujud Kedua

11. Duduk sebentar Kemudian Berdiri Untuk melaksanakan Rakaat Kedua.

12. Setelah Berdiri pada rakaat kedua Kemudian Membaca Ta’awudz, Fatihah, Surat dalam Al-Qur’an Kemudian Melakukan gerakan Rukuk, Sujud sebagaimana gerakan pada rakaat Pertama

13. Setelah melakukan sujud kedua kemudian duduk tasyahud dan membaca tasyahud Akhir.

14. Salam

Dalam tiap-tiap rakaat sholat tasbih terdapat rukuk dan dari tiap-tiap rukuk tersebut dianjurkan untuk memperpanjang bacaan tasbih.

Dalam hal memanjangkan bacaan tasbih, pendapat yang pertama yang dipanjangkan adalah bacaan tasbihya Rukuk bukan sujud.

Sedangkan Pendapat yang shahih mengatakan bahwa dianjurkan untuk memanjangkan bacaan tasbih sujud sebagaimana panjangnya bacaan tasbih rukuk.

Kemudian seorang Imam disunahkan untuk membaca dengan pelan bacaan sholat gerhana matahari, berbeda dengan gerhana bulan. Pada sholat Gerhana Bulan seorang imam disunahkan untuk mengeraskan bacaanya (jahr).

Khutbah Setelah Sholat Gerhana Matahari

Setelah selesai melaksanakan sholat gerhana matahari seorang imam dianjurkan untuk melakukan dua khutbah sebagaimana khutbah jum’at, baik dalam segi rukun dan syaratnya.

Isi Khutbah Gerhana Matahari

Diajurkan isi dari khutbah adalah seruan untuk bertaubat dari semua dosa, melakukan amal-amal baik seperti sedekah memerdekakan budak dan lainya.

Website Ini Menggunakan Cookies