Tata Cara Shalat Tasbih Lengkap Beserta Doa, Niat dan Manfaatnya

Salah satu shalat yang sangat dianjurkan adalah shalat tasbih. shalat tasbih ini mengandung keutamaan atau fadhilah yang luar biasa sampai-sampai Rasulullah SAW pamannya, Abbas RA agar melakukan shalat tasbih meskipun sekali seumur hidup.

Panduan Lengkap tata cara sholat tasbih

Dinamakan dengan Shalat Tasbih karena disitu terdapat banyak bacaan tasbihnya. dalam 1 rakaat ada 150 bacaan tasbih dan dalam 4 rakaat ada 300 tasbih.

Daftar Isi

Dasar Hukum Pelaksanaan Shalat Tasbih :

عَنْ ابْنِ عَبَّاسٍ أَنَّ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَـلَّمَ قَالَ لِلْعَبَّاسِ بْنِ عَبْدِ المُطَّلِبِ يَا عَبَّاسُ يَا عَمَّاهُ أَلاَ أُعطِيْكُ أَلاَ أَمْنَحُكَ أَلاَ أَحَبُوِكَ أَلاَ أَفَعَلُ بِـكَ عَشْرَ خِصَالٍ إِذَا أَنْتَ فَعَلْـتَ ذَلِكَ غَفَرَ اللهُ لَكَ ذَنْبَكَ أَوْلَهُ وَآخِرَهُ قَدِيمـَهُ وَحَدِيْثَهُ خَطَأَهُ وَعَمْدَهُ صَغِيْرَهُ وَكَبِـيْرَهُ سِـرَّهُ وَعَلاَنِيَـتَهُ عَشْرَ خِصَالٍ أَنْ تُصَلِّيَ أَرْبـَعَ رَكَعَاتٍ تَكْرَأُ فِي كُلِّ رَكْعَةٍ فَاتِحَةَ الكِتَابِ وَسُورَةً فَإِذَا فَرَغْتَ مِنْ الْقِرَائَةِ فِي أَوَّلِ رَكْعَةٍ وَأَنْتَ قَائِمٌ قُلْتَ سُبْحَانَ اللهِ وَالْحَمْدُلِ لِلَّهِ وَلاَ إِلَـهَ إِلاَّ اللهُ وَاللهُ أَكْبَرُ خَمْسَ عَشْرَةَ مَرَّةً ثُمَّ تَرْكَعُ فَتَقُولُهَا وَأَنْتَ رَاكِعٌ عَشْرًا ثُمَّ تَرْفَعُ رَأْسَكَ مِنْ الرُّكُوعِ فَتَقُولُهَا عَشْرًا ثُمَّ تَهْوِي سَـاجِدًا فَتَقُولُهَا وَأَنْتَ سَـاجِدٌ عَشْرًا ثُمَّ تَرْفَعُ رَأْسَكَ مِنْ السُّجُودِ فَتَقُولُهَا عَشْرًا ثُمَّ تَسْـجُدُ فَتَقُولُهَا ثُمَّ تَرْفَعُ رَأْسَكَ فَتَقُولُهَا عَشْرًا فَذَلِكَ خَمْسٌ وَسَبْعُونَ فِي كُلِّ رَكْعَةٍ تَفْعَلُ ذَلِكَ فِي أَرْبَعِ رَكَعَاتٍ إِنْ اسْتَطَعْتَ أَنْ بُصَلِّيَهَا فِي كُلِّ يَوْمٍ مَرَّةً فَافْعَلْ فَإِنْ لَمْ تَفْعَلْ فَفِي كُلِّ جُمُعَةٍ مَرَّةً فَإِنْ لَمْ تَفْعَلُ فَفِي كُلِّ شَهْرٍ مَرَّةً فَإِنْ لَمْ تَفْعَلْ فَفِي كُلِّ سَـنَةٍ مَرَّةً فَإِنْ لَمْ تَفْعَلْ فَفِي عُمُركَ مَرَّةً


“Dari Ibnu Abbas, bahwa Rasulullah bersabda kepada Abbas bin Abdul Muththalib, “Hai Abbas, hai pamanku, maukah engkau aku beri? Maukah engkau aku kasih? Maukah engkau aku beri hadiah? Maukah engkau aku ajari sepuluh sifat (pekerti)? Jika engkau melakukannya, Allah mengampuni dosamu: dosa yang awal dan yang akhir, dosa yang lama dan yang baru, dosa yang tidak disengaja dan yang disengaja, dosa yang kecil dan yang besar, dosa yang rahasia dan terang-terangan, sepuluh macam (dosa). Engkau shalat empat rakaat. Pada setiap rakaat engkau membaca al-Fatihah dan satu surat (al-Quran). Jika engkau telah selesai membaca (surat) pada awal rakaat, sementara engkau masih berdiri, engkau membaca, ‘Subhanallah, walhamdulillah, walaa ilaaha illa Allah, wallahu akbar’ sebanyak 15 kali. Kemudian ruku’, maka engkau ucapkan (dzikir) itu sebanyak 10 kali. Kemudian engkau angkat kepalamu dari ruku’, lalu ucapkan (dzikir) itu sebanyak 10 kali. Kemudian engkau turun sujud, ketika sujud engkau ucapkan (dzikir) itu sebanyak 10 kali. Kemudian engkau angkat kepalamu dari sujud, maka engkau ucapkan (dzikir) itu sebanyak 10 kali. Kemudian engkau bersujud, lalu ucapkan (dzikir) itu sebanyak 10 kali. Kemudian engkau angkat kepalamu, maka engkau ucapkan (dzikir) itu sebanyak 10 kali. Maka itulah 75 (dzikir) pada setiap satu rakaat. Engkau lakukan itu dalam empat rakaat. Jika engkau mampu melakukan (shalat) itu setiap hari sekali, maka lakukanlah! Jika engkau tidak melakukannya, maka (lakukan) setiap bulan sekali! Jika tidak, maka (lakukan) setiap tahun sekali! Jika engkau tidak melakukannya, maka (lakukan) sekali dalam umurmu.”

Baca Juga :  Fiqh Sholat: Hukum dan Doa Setelah Tahiyat Akhir

Hadits riwayat Abu Dawud 1297; Ibnu Majah, 1387; Ibnu Khuzaimah, 1216; al-Hakim dalam Mustadrak, 1233; Baihaqi dalam Sunan Kubra, 3/51-52, dan lainnya dari jalan Abdurrahman bin Bisyr bin Hakam, dari Abu Syu’aib Musa bin Abdul Aziz, dari Hakam bin Abban, dari Ikrimah, dari Ibnu Abbas. Sanad ini berderajat hasan

DI dalam Busyral Karim bi Syarhi Masa’ilit Ta’lim halaman 260-261 juz I, Syekh Said bin Muhammad Ba’asyin menyebut sebuah hadits Rasulullah SAW dan sejumlah pandangan ulama berikut ini.

علمها صلى الله عليه وسلم لعمه العباس، ذكر له فضلا عظيما فيها، منه “ولو كانت ذنوبك (مثل رمل عالج) لغفرها الله لك” وحديثها حسن. قال التاج السبكي: لا يسمع بعظيم فضلها ويتركها إلا متهاون بالدين، ففي حديثها “إن استطعت أن تصليها في كل يوم مرة، وإلا في كل جمعة، وإلا ففي كل شهر، وإلا ففي كل سنة، وإلا ففي العمر مرة”

Artinya, “Rasulullah SAW mengajarkan Sayidina Abbas RA (pamannya) sembahyang tasbih. Kepadanya, Rasulullah SAW menyebutkan keutamaan besar sembahyang tasbih. Salah satunya adalah ampunan Allah SWT, ‘Kalau saja dosamu sebanyak gundukan pasir, niscaya Allah SWT akan mengampuni dosamu.’ Hadits ini hasan. Imam Tajuddin As-Subki mengatakan, ‘Tidak ada yang meninggalkan shalat tasbih ini selain orang yang meremehkan agama. Orang yang meremehkan agama tidak akan berkenan mendengarkan keutamaan sembahyang tasbih ini. Sebuah hadits menyebutkan, ‘Kalau kau sanggup, lakukan sembahyang tasbih ini sekali sehari. Kalau tidak, lakukan sekali dalam satu jumat. Kalau tidak bisa, sembahyang tasbih lah sekali sebulan. Kalau tidak sempat, lakukan sekali setahun. Kalau tidak bisa juga, kerjakanlah sekali dalam seumur hidupmu.”

Bagaimana Niat Shalat Tasbih?

أُصَلِّى سُنَّةَ التَّسْبِيْحِ رَكْعَتَيْنِ لِله تَعَالَى

Usholli sunnatat-tashbiihi arba’a raka’ati lillahi taa’alaa.

Artinya: Saya niat sholat sunat tasbih 2 rakaat karena Allah ta’ala.”

Bagaimana Bacaan Tasbih Pada Sholat Tasbih?

سُبْحَانَ الله وَالْحَمْدُ للهِ وَلٓا إِلٰهَ إِلَّا اللهِ وَالله أَكْبَرُ وَلَا حَوْلَ وَلَا قُوَّةَ إِلَّا بِاللهِ الْعَلِيِّ الْعَظِيْمِ

Bacaan Latinya :
“Subhaanallah wal hamdulillah wa laailaaha illa alloohu wallaahu akbar wa laa hawla wa laa quwwata illa billaahil ‘aliyyil ‘azhiimi”

Kapan Waktu Pelaksanaan Sholat Tasbih?

Adapun waktu pelaksanaan shalat tasbih dapat dilakukan kapan saja, baik siang hari ataupun malam hari, sepanjang tidak pada waktu yang dilarang untuk shalat. Hanya saja Imam Nawawi memiliki pendapat yang menyatakan adanya perbedaan dalam teknis pelaksanaan shalat tasbih di siang dan malam hari. Bagi beliau bila shalat tasbih dilakukan di malam hari maka akan lebih baik bila dilakukan dua rakaat – dua rakaat masing-masing dengan satu salam. Namun bila dilakukan di siang hari maka bisa dilakukan dua rakaat satu salam atau langsung empat rakaat dengan satu salam. Dalam kitab Al-Adzkârbeliau menyatakan:

فإن صلى ليلاً فأحبّ إليّ أن يسلّم في ركعتين، وإن صلّى نهاراً، فإن شاء سلّم، وإن شاء لم يسلم

Artinya: “Bila shalat dilakukan di malam hari maka lebih aku sukai bila melakukan salam dalam dua rakaat. Namun apabila sholatnya pada siang hari, maka apabila menghendaki, salam (pada dua rakaat) dan juga apabila menghendaki, maka tidak melakukan salam (di dua rakaat).” 

Bagaimana Tata Cara Sholat Tasbih?

Dalam pelaksanaanya sholat tasbih memiliki 2 tata cara, yang pertama tata cara sholat tasbih seperti yang dilakukan Ibnu Abbas Radliyallahu ‘anhuma dan Tata Cara sholat tasbih seperti yang dilakukan oleh Ibnu Mas’ud Radliyallahu anhu.

Tata Cara Shalat Tasbih Menurut Riwayat Sayyidina Ibnu Abbas Radliyallahu ‘anhuma :

  • Tasbih dibaca 15 kali setelah membaca surat fatihah dan surat-surat lain
  • Tasbih dibaca 10 kali pada saat rukuk ( setelah membaca tasbih rukuk)
  • Tasbih dibaca 10 kali pada saat i’tidal (setelah membaca doa i’tidal)
  • Tasbih dibaca 10 kali pada saat sujud pertama ( setelah membaca tasbih sujud)
  • Tasbih dibaca 10 kali pada saat duduk diantara 2 sujud ( setelah membaca doa duduk diantara 2 sujud)
  • Tasbih dibaca 10 kali Pada saat sujud kedua ( setelah membaca tasbih sujud).
  • Tasbih dibaca 10 kali pada saat duduk istirahat (setelah sujud kedua dan sebelum berdiri untuk melanjutkan pada rakaat berikutnya)
Baca Juga :  Pengertian, Tata Cara, Manfaat dan Doa Sholat dhuha

Catatan :

Untuk rakaat kedua, bacaan tasbih yang kita baca pada saat duduk istirahat kita pindah setelah membaca tahiyyat.

Untuk Rakaat ke- 3 caranya mengikuti rakaat ke- 1 dan untuk rakaat ke- 4 mengikuti rakaat ke- 2.

Kalau kita total dalam 2 rakaat shalat kita bisa membaca sebanyak 150 bacaan tasbih.

Tata cara Shalat Tasbih diatas sebagaimana yang diriwayatkan Sayyidina Ibnu Abbas Radliallahu ‘anhuma.

Tata Cara Shalat Tasbih Menurut Riwayat Sayyidina Ibnu Mas’ud Radliyallahu ‘Anhu:

Untuk tata cara shalat tasbih dalam riwayat ibnu Mas’ud Hampir sama, Hanya saja bacaan tasbih yang dilakukan pada saat duduk Istirahat pada rakaat pertama dan ketiga dan setelah tahiyyat pada rakaat kedua dan ke empat posisinya di ganti sebelum membaca fatihah sebanyak 15 kali dan setelah bacaan surat-surat lain dibaca 10 kali. Untuk lebih memudahkan silahkan lihat urutan dibawah ini.

  • Tasbih dibaca 15 kali sebelum membaca surat fatihah
  • Tasbih dibaca 10 kali setelah membaca surat-surat
  • Tasbih dibaca 10 kali pada saat rukuk ( setelah membaca tasbih rukuk)
  • Tasbih dibaca 10 kali pada saat i’tidal (setelah membaca doa i’tidal)
  • Tasbih dibaca 10 kali pada saat sujud pertama ( setelah membaca tasbih sujud)
  • Tasbih dibaca 10 kali pada saat duduk diantara 2 sujud ( setelah membaca doa duduk diantara 2 sujud)
  • Tasbih dibaca 10 kali Pada saat sujud kedua ( setelah membaca tasbih sujud).

Letak bacaan Tasbih pada rakaat 2,3,4 sama persis seperti pada rakaat pertama.

Jika kita total dalam 4 rakaat, ada 300 bacaan tasbih.

Doa Shalat Tasbih

Berikut Doa Shalat Tasbih

اَللَّهُمَّ اِنَّا نَسْأَلُكَ تَوْفِيْقَ اَهْلِ الهُدَى وَاَعْمَالَ اَهْلِ اليَقِيْنِ وَمُنَاصَحَةَ اَهْلِ التَّوْبَةِ وَعَزْمَ اَهْلِ الصَّبْرِ وَوَجَلَ اَهْلِ الْخَشْيَةِ وَطَلَبَ اَهْلِ الرَّغْبَةِ وَتَعَبُّدَ اَهْلِ الْوَرَعِ وَعِرْفَانَ اَهْلِ اْلعِلْمِ حَتَّى نَخَافَـكَ اَللَّهُمَّ اِنَّا نَسْأَلُكَ مَخَافَةَ تُحْجِزُنَا عَنْ مَعَاصِيْكَ حَتَّى نَعْمَلَ بِطَاعَتِـكَ سُبْحَانَ خَالِقَ النُّوْرُ. والصَلاَةُ وَالسَّلاَمُ عَلَي سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَي اَلِهِ وَصَحْبِهِ اَجْمَعِيْنَ والحَمْدُ للهِ رَبِّ العَالَمِيْنَ

Latin : Allahumma Inna Nas’aluka taufiqo ahlil huda wa a’mala ahlil yaqiin wa munaashohata ahlit taubati wa ‘azma ahlis sobri wawajala ahlil khosyati wa tholaba ahlirroghbati wa ta’abbuda ahlil waro’i wa’irfana ahlil ilmi chatta nakhofaka. Allahumma Inna nas’aluka mukhofata tuchjizuna ‘an ma’ashika chatta na’mala bitho’atika subhana kholiqon nur, Washolatu wassalamu ‘alaa sayyidina muhammadin wa ‘ala alihi washohbihi ajma’iin. Walchamdulillahi robbil ‘alamiin.

Arti Doa shalat tasbih: ” Ya Allah aku meminta padaMu pertolongan (melakukan kebaikan) sebagaimana yang Engkau berikan kepada orang-orang yang mendapatkan petunjuk, amal-amal yang dilakukan oleh orang-orang yang mempunyai keyakinan tinggi, nasihat-nasihat orang yang ahli bertaubat, kemauan kuat yang dimiliki orang-orang yang ahli bersabar, kesungguhan orang-orang yang selalu takut (padaMu), permintaan orang-orang yang selalu cinta (padaMu), beribadahnya orang-orang yang ahli menjaga diri dari perkara subhat, pengetahuan orang-orang yang ahli dalam ilmu (agama) sehingga akupun dapat takut kepada Mu. Ya Allah sesungguhnya aku meminta padaMu rasa takut yang menjagaku dari melakukan kemaksiatan padaMu, sehingga dengan taat padaMu akupun bisa melakukan amal, yang dengannya bisa kuraih ridloMu dan dengan taubat aku dapat mengambil rasa takut kepada Engkau, dan kumurnikan padaMu nasehat karena malu pada Engkau. Dan aku pasrahkan segala urusan padaMu karena wujudnya prasangka baik kepadaMu. Maha Suci Allah Sang Pencipta Cahaya”.

Keutamaan / Fadhilah / Manfaat Sholat Tasbih

  • Bila dilihat dari sisi keutamaannya para ulama melihat shalat tasbih memiliki keutamaan yang sangat besar sampai Imam As-Subki menyatakan bahwa tidaklah orang yang mendengar tentang keutamaan shalat tasbih namun ia meninggalkannya (tidak melakukannya) kecuali orang itu adalah orang yang merendahkan agama (lihat: Ibnu Hajar Al-Haitami, Al-Minhâjul Qawîm, Beirut: Darul Fikr, tt., hal. 203).
  • Diampuninya Dosa Besar dan Kecil

Dalam kitab Syaraful Ummah Al-Muhammadiyyah Sayid Muhammad Al-Maliki menanggapai hadits diatas dengan menyatakan:

يدل بظاهره على ان الكبائر تغفر بمجرد فعل هذه الصلاة. وهو محمول على ما اذا اقترنت ببقية شروط التوبة من الاستغفار والندم والعزم على عدم العود

Artinya: “Secara dhahir hadits itu menunjukkan bahwa dosa-dosa besar terampuni hanya dengan melakukan shalat tasbih ini. Itu bisa dipahami apabila shalat tasbih itu dibarengi dengan syarat-syarat bertaubat yang terdiri dari memohon ampunan, menyesali, dan tekad kuat untuk tidak mengulangi.” (Sayid Muhammad Alwi Al-Maliki, Syaraful Ummah Al-Muhammadiyyah, 1985, tanpa penerbit, hal. 101)

Masih menurut beliau:

dosa-dosa yang diampuni ini tidak mencakup dosa-dosa yang berkaitan dengan hak-hak adami(hak sesama hamba), hanya dosa-dosa yang berkaitan dengan hak-haknya Allah saja.

Demikian tata cara, panduan, bacaan serta manfaat dari sholat tasbih. Semoga Bermanfaat.


Referensi : NU Online