Kategori: Doa Dan Ijazah

Ijazah dan Tata Cara Mengamalkan Ayat Seribu Dinar

Dinar adalah salah satu nilai tukar yang berupa emas. Dan untuk saat ini banyak negara-negara yang menggunakan nama dinar sebagai Nama mata uang.

Untuk Dinar Kuwait sendiri pada hari ini (30 mei 2020) nilai tukarnya dibanding dengan Dollar masih tinggi Dinar, Nilai tukar 1 dinar adalah 3.24 dollar dan jika di banding dengan rupiah adalah 1 dinar Kuwait = Rp. 47.502,07

Yang akan kita bahas Saat ini bukan nilai tukar diatas namun Bagaimana cara Mengamalkan Ayat seribu dinar.

Mungkin anda baru pertama kali mendengar istilah ayat 1000 dinar, bisa jadi istilah ayat seribu dinar ini terasa asing ditelinga anda? Hal ini wajar, kenapa kita terus di Fardhu kan untuk belajar selama nyawa di kandung badan karena ternyata banyak sekali hal-hal yang tidak kita ketahui di dunia ini.

Daftar Isi

Ayat Seribu Dinar Arab, Latin Dan Artinya

Sebenarnya yang di maksud ayat seribu dinar adalah salah satu ayat Al-Qur’an yang terdapat pada surat At-Tholaq Ayat 2 dan 3.

وَمَنْ يَتَّقِ اللَّهَ يَجْعَلْ لَهُ مَخْرَجًا . وَيَرْزُقْهُ مِنْ حَيْثُ لا يَحْتَسِبُ وَمَنْ يَتَوَكَّلْ عَلَى اللَّهِ فَهُوَ حَسْبُهُ إِنَّ اللَّهَ بَالِغُ أَمْرِهِ قَدْ جَعَلَ اللَّهُ لِكُلِّ شَيْءٍ قَدْرًا

Wa may yattaqillaha yaj’al lahụ makhraja. Wa yarzuq-hu min ḥaisu la yahtasib, wa may yatawakkal ‘alallahi fa huwa hasbuh, innallaha baligu amrih, qad ja’alallahu likulli syai`ing qadra.

Artinya : “Barang Siapa yang bertakwa kepada Allah niscaya Dia akan memberikan baginya jalan keluar. Dan memberinya rezki dari arah yang tiada disangka-sangkanya. Dan siapa saja yang bertawakkal kepada Allah niscaya Allah akan mencukupkan keperluannya. Sesungguhnya Allah melaksanakan urusan yang (dikehendaki)Nya. Sesungguhnya Allah telah menentukan ukuran bagi tiap-tiap sesuatu.” (QS Ath-Thalaq : 2-3).

Dalil Seputar Ayat Seribu Dinar

Dalam Tafsir Ibnu Katsir dijelaskan : Barang siapa yang bertakwa kepada Allah dalam semua apa yang diperintahkan kepadanya dan meninggalkan semua apa yang dilarang baginya, maka Allah akan menjadikan baginya jalan keluar dari urusannya dan memberinya rezeki dari arah yang tidak disangka-sangkanya. Yakni dari arah yang tidak terbersit dalam hatinya.

Imam Ahmad mengatakan, telah menceritakan kepada kami Yazid, telah menceritakan kepadaku Kahmas ibnul Hasan, telah menceritakan kepada kami Abus Salil, dari Abu Zar yang mengatakan bahwa Rasulullah Saw. membaca ayat ini, yaitu firman-Nya: 

Barang siapa yang bertakwa kepada Allah, niscaya Dia akan mengadakan baginya jalan keluar dan memberinya rezeki dari arah yang tiada disangka-sangkanya. (Ath-Thalaq: 2-3), hingga akhir ayat. Kemudian beliau Saw. bersabda:

“يَا أَبَا ذَرٍّ، لَوْ أَنَّ النَّاسَ كُلَّهُمْ أَخَذُوا بِهَا كَفَتْهُمْ”. وَقَالَ: فَجَعَلَ يَتْلُوهَا ويُرددها عَلَيَّ حَتَّى نَعَست، ثُمَّ قَالَ: “يَا أَبَا ذَرٍّ، كَيْفَ تَصْنَعُ إِنْ أُخْرِجْتَ مِنَ الْمَدِينَةِ؟. “قُلْتُ: إِلَى السَّعَةِ وَالدَّعَةِ أَنْطَلِقُ، فَأَكُونُ حَمَامَةً مِنْ حَمَامِ مَكَّةَ. قَالَ: “كَيْفَ تَصْنَعُ إِنْ أُخْرِجْتَ مِنْ مَكَّةَ؟ “. قَالَ: قُلْتُ: إِلَى السَّعَةِ وَالدَّعَةِ، وَإِلَى الشَّامِ وَالْأَرْضِ الْمُقَدَّسَةِ. قَالَ: “وَكَيْفَ تَصْنَعُ إِنْ أخرجتَ مِنَ الشَّامِ؟ “. قُلْتُ: إِذًا -وَالَّذِي بَعَثَكَ بِالْحَقِّ -أَضَعُ سَيْفِي عَلَى عَاتِقِي. قَالَ: “أَوَخَيْرٌ مِنْ ذَلِكَ؟ “. قُلْتُ: أَوَخَيْرٌ مِنْ ذَلِكَ؟ قَالَ: “تَسْمَعُ وَتُطِيعُ، وَإِنْ كَانَ عَبْدًا حَبَشِيًّا

Hai Abu Zar, seandainya semua manusia mengamalkan ayat ini, niscaya mereka akan diberi kecukupan.

Abu Zar melanjutkan, bahwa lalu Rasulullah Saw. membaca ayat ini berulang-ulang kepadanya hingga ia merasa mengantuk.

Kemudian beliau Saw. bersabda: Hai Abu Zar, apakah yang akan engkau lakukan bila engkau keluar dari Madinah? Aku menjawab, “Aku akan berangkat menuju kepada keluasan dan ketenangan, dan aku akan menjadi salah seorang dari pelindung kota Mekah.”

Rasulullah Saw. bertanya: Apakah yang akan engkau lakukan bila kamu keluar dari kota Mekah? Aku menjawab, “Aku akan berangkat menuju kepada keluasan dan ketenangan, yaitu ke negeri Syam dan Baitul Maqdis.”

Rasulullah Saw. bertanya lagi: Apakah yang akan engkau lakukan bila kamu keluar dari negeri Syam? Aku menjawab, “Kalau begitu, demi Tuhan yang telah mengutus engkau dengan hak, aku akan meletakkan pedangku dari pundakku (yakni berhenti berjihad).”

Rasulullah Saw. bertanya, “Apakah ada yang lebih baik dari itu?” Aku balik bertanya, “Apakah ada yang lebih baik dari itu?” Rasulullah Saw. menjawab: Kamu tunduk patuh (kepada pemimpinmu), sekalipun dia adalah seorang budak Habsyi (hamba sahaya dari negeri Habsyah).”

Bagaimana Cara Mengamalkan Ayat Seribu Dinar?

Para ahli ma’rifah mengamalkannya dengan kaifiat yang disebutkan dalam kitab-kitab Mujarrobat sebagai berikut:

Untuk membuka gudang rizqi hendaknya melakukan cara sebagai berikut:
Berwudhu, memakai baju yang suci dimulai malam rabu membaca ayat seribu dinar setelah shalat maghrib sebanyak 124 kali dan setelah itu surat al-Qadr 4 kali kemudian sambil meniup dengan ke 4 arah: kanan, kiri, atas dan bawah. Ulangi cara seperti ini pada malam berikutnya yakni malam kamis dan malam jum’at dengan izin Allah akan terlihat kebaikan.

Dan untuk cara mengamalkan ayat seribu dinar ini, Kami sendiri pernah mendapatkan ijazah untuk mengamalkan ayat ini dengan cara yang lebih mudah. Yakni dibaca 3 kali setelah selesai sholat secara istiqomah .

Jika anda memiliki kitab tersebut dan memiliki ijin untuk mengamalkanya maka silahkan diamalkan dengan cara seperti yang ada kitab mujarobat tersebut. Namun jika tidak memilikinya, Kami Ijazahkan kepada Anda cara kami mengamalkanya, yakni dibaca 3 kali setelah selesai sholat.

Jangan Lupa Untuk Meng-Istiqamahkan Sholat Dhuha. Karena Sholat Dhuha termasuk salah satu sholat yang terkenal dengan Jalbur Rizkinya.

Dan yang menjadi titik tekan dalam Ayat tersebut adalah ketakwaan dan tawakkal. Dan semoga kita bisa semakin meningkatkan ketakwaan kita kepada Allah dan selalu tawakkal dalam setiap keadaan.

Hasbunallah Wa Ni’mal Wakiil….

[Miftah/Muslimina.id]

Website Ini Menggunakan Cookies