Kategori: ShalatFiqih

Fiqih Shalat XIV : Tata Cara Dan Niat Sholat Jamak Dan Qashar

Menjadi hal sangat penting bagi kita untuk mengetahui tentang tata cara dan niat sholat jamak dan qashar (qoshor). Apalagi bagi yang sering bepergian, tentunya menjadi satu hal yang sangat pokok adalah mengetahui tentang pengertian, tata cara dan niat melakukan sholat jamak dan qashar tersebut.

Berikut kami sampaikan tentang Pengertian, Tata cara, Niat Jamak Qashar yang kami kutip dari beberapa kitab fiqih yang banyak di kaji di kalangan kaum muslimin.

Namun sebelum melangkah lebih jauh tentang tata cara melakukan sholat jamak dan qashar, perlu kiranya kita mengetahui definisi atau arti dari sholat jamak dan sholat qashar terlebih dahulu.

Daftar Isi

Tentang Jamak dan Qashar

Pengertian Sholat Qashar

Sholat Qashar adalah meringkas atau memperpendek sholat dari yang asalnya adalah 4 rakaat menjadi 2 rakaat dengan syarat tertentu yang sudah ditetapkan

Oleh Karena Itu Sholat Qashar hanya tertentu pada dhuhur, asar dam Isyak

Pengertian Sholat Jamak

Sholat Jamak adalah mengumpulkan dua sholat dalam satu waktu baik dilakukan pada waktu sholat yang pertama maupun sholat yang kedua dengan syarat-syarat tertentu yang sudah ditetapkan.

Jika dua sholat tersebut dikumpulkan didalam waktu yang pertama di namakan jamak taqdim dan jika dua sholat dikumpulkan di dalam waktu yang kedua dinamakan Jamak Takhir (baca:Ta’khir).

Pengertian Sholat Jamak Qashar

Sholat Jamak Qashar adalah meringkas dan mengumpulkan dua sholat dalam satu waktu dengan syarat-syarat tertentu.

Syarat Sholat Qashar

Diperbolehkan melakukan sholat qashar Untuk sholat yang asalnya empat rakaat menjadi dua rakaat dengan syarat berikut:

1. Seseorang diperbolehkan melakukan qashar shalat dengan syarat bepergianya bukan karena maksiat.

Contoh bepergian yang diperbolehkan untuk Sholat Qashar : untuk perkara wajib seperti bepergian untuk membayar hutang, silaturrahim untuk contoh yang sunnah dan dalam rangka berdagang untuk contoh yang mubah. sedangkan untuk bepergian dalam rangka maksiat maka tidak diperbolehkan untuk melakukan sholat qoshor seperti pergi untuk mencuri, merampok ataupun tujuan lain yang tidak diperbolehkan oleh syara’.

2. Jarak perjalanannya secara pasti mencapai enam belas farsakh, menurut pendapat yang ashah. Dan jarak yang ditempuh saat pulang tidak dihitung.

Satu farsakh adalah tiga mil. Kalau demikian, maka jumlah seluruh farsakh di atas adalah empat puluh delapan mil. Satu mil adalah empat ribu langkah kaki. Dan satu langkah kaki sama dengan tiga telapak kaki. dan yang dikehendaki dengan mil adalah ukuran mil Bani Hasyim.[1]

3. Sholat yang di qashar adalah sholat yang jumlahnya empat rakaat dan dilakukan secara ada’ (Yang dilakukan pada waktunya) atau sholat qadha yang terjadi didalam perjalanan.

Adapun sholat yang ditinggalkan saat di rumah, maka tidak diperbolehkan untuk diqadla’ dengan cara qashar saat melakukan perjalanan.

Sedangkan sholat yang ditinggalkan di dalam perjalanan, maka boleh diqadla’ dengan cara diqashar pada waktu melakukan perjalanan.

4. Musafir (Orang yang bepergian) Niat melakukan qashar bersamaan dengan takbiratul ihram sholat tersebut.

Seperti sholat pada umumnya Niat qashar sholat dilakukan pada saat Takbiratul Ihram.

5. Orang yang melakukan qashar dalam sebagian sholatnya tidak diperkenankan bermakmum kepada orang mukim.

Perlu diketahui bahwa Maksud dari mukim disini adalah orang yang melakukan sholat secara sempurna. Dalam Penafsiran tentang orang yang sholat secara sempurna mencakup pada musafir yang melakukan sholat secara sempurna.

Jadi dapat disimpulkan bahwa seseorang yang melakukan sholat qashar tidak boleh makmum kepada orang yang melakukan sholat secara sempurna baik itu kepada orang yang mukim ataupun musyafir.

6. Mengetahui Tentang Diperbolehkanya melakukan Sholat Qashar

Seseorang yang hendak melakukan sholat qashar harus mengetahui tentang diperbolehkanya melakukan sholat qashar, tidak sekedar ikut-ikutan.

7. Masih Berstatus Musafir Ketika Sholat

Seseorang yang sedang melakukan sholat qashar bila ditengah-tengah sholat ia mengukuhkan dirinya untuk mukim di daerah tersebut, maka ia wajib menyempurnakan sholatnya (Itmam).

8. Tujuan Bepergian Jelas

Seseorang diperbolehkan melakukan qashar shalat salah satu syaratnya adalah tujuanya dalam bepergian jelas, jadi orang yang pergi tanpa tujuan pasti (seperti orang yang bingung) maka baginya tidak boleh melakukan sholat qashar.

Shalat-shalat yang boleh dijamak

Bagi seorang musafir yang melakukan perjalanan jauh yang mubah, diperbolehkan untuk melakukan jamak, antara sholat dhuhur dan sholat ashar dengan cara jama’ taqdim dan jamak ta’khir. Dan diperkenankan pula menjamak antara sholat Maghrib dan Isya’ baik dengan jama’ taqdim ataupun jama’ ta’khir.

Namun sebelum melakukan sholat jamak takdim ataupun sholat jamak takhir perlu kiranya untuk mengetahui syarat-syarat sholat jamak tersebut.

Syarat Melakukan Sholat Jamak Takdim

Dalam pelaksanaanya sholat jamak takdim harus memenuhi syarat-syarat berikut ini:

1. Pertama, niat jamak # dilakukan pada permulaan sholat yang pertama bersamaan dengan takbiratul ihram.

Tidak cukup jika seseorang tersebut mendahulukan niat jamak takdim sebelum takbiratul ihram ataupun setelah melakukan salam dari sholat yang pertama. Akan tetapi menurut Qaul Adh-har diperkenankan melakukan niat sholat jamak taqdim pada pertengahan sholat pertama.

2. Dalam shalat jamak taqdim dimulai dengan melakukan sholat Dhuhur sebelum melakukan sholat Ashar, dan dimulai dengan sholat maghrib sebelum sholat Isya’.

Andaikan dibalik, seperti mendahulukan sholat ashar sebelum melakukan sholat Dhuhur, maka tidak sah dan dia harus mengulangi sholat Ashar setelah melakukan sholat Dhuhur jika ingin melakukan sholat jama’.

3. Dalam pelaksanaan harus muwallah (terus menerus/continue) antara sholat pertama dan sholat yang kedua.

Dengan arti tidak ada pemisah yang relatif lama di antara kedua shalat, jika ada pemisah yang relatif lama, maka wajib menunda pelaksanaan sholat ke dua hingga masuk waktunya. walaupun pemisah tersebut disebabkan karena adanya udzur semisal tidur.

Namun perlu diketahui juga bahwa Pemisah yang relatif pendek tidak mempengaruhi di dalam muwallah antara dua shalat.

ukuran pemisah yang relatif lama dalam sholat jamak takdim adalah sekira waktu tersebut cukup untuk melaksanakan sholat dua rakaat yang ringan dengan tempo sedang dan tidak terlalu banyak membaca dzikir-dzikir yang disunahkan.

4. Masih Berstatus Musyafir Ketika Melakukan Sholat Yang Pertama Sampai Masuk Sholat Yang Ke Dua.

Sampai masuk sholat yang ke dua disini maksudnya adalah tidak harus sampai sempurnanya sholat ke dua.

5. Kedua Sholat Harus Dilakukan Di Dalam Waktu Sholat Yang Pertama

Kedua Shalat Jamak Takdim Dalam Pengerjaanya berada di dalam waktu sholat yang pertama.

Syarat Sholat Jamak Takhir

Sedangkan syarat sholat jamak takhir syaratnya adalah sebagi berikut:

1. Niat Melakukan Sholat jamak takhir dilakukan didalam waktu shalat yang pertama.

Misal niat jamak ta’khir dhuhur dan ashar maka niatnya dilakukan didalam waktu dhuhur

2. Diperbolehkan Niat Jamak Takhir di akhir waktu sholat yang pertama sekira masih tersisa waktu yang seandainya sholat tersebut dilakukan saat itu niscaya akan menjadi sholat ada’.

Dalam pelaksanaan niat jamak takhir adalah di dalam waktu sholat yang pertama. Tidak harus di awal waktu namun boleh mengakhirkan niat jamak takhir di dalam waktu sholat yang pertama sekira waktu tersebut masih cukup digunakan untuk sholat ada’.

3. Tidak wajib melaksanakan shalat jamak takhir secara tertib, tidak wajib pula dilakukan secara muwallah dan juga tidak harus niat jamak.

Di dalam pelaksanaan sholat Jamak Takhir Tidak harus berurutan semisal dhuhur dan ashar harus didahulukan dhuhur dahulu.

Juga tidak diwajibkan juga untuk continue (muwalah) dalam pelaksanaanya dan juga tidak wajib untuk niat jamak menurut pendapat yang shahih.

Sholat Jamak Sebab Hujan

Selain karena sebab safar bepergian, sholat jamak juga boleh dilakukan dengan Pada saat hujan. Namun untuk melakukan sholat jamak karena hujan harus memenuhi syarat-syarat yang sudah ditentukan. Dan untuk pelaksanaanya juga dilakukan pada waktu shalat yang pertama bukan pada waktu sholat yang kedua.

Syarat Seseorang diperbolehkan menjamak sholat karena hujan

Syarat hujan yang memperbolehkan untuk dijamaknya shalat adalah jika air hujan tersebut bisa membasahi bagian atas dari pakaian kita dan bagian sandal kita yang bagian bawah.

Juga disyaratkan harus turun hujan saat permulaan melakukan dua sholat tersebut. jadi tidak cukup hanya turun hujan di pertengahan sholat pertama dari keduanya.

Disyaratkan juga harus turun hujan saat melakukan salam dari sholat yang pertama, baik setelah itu hujan turun ataupun tidak. Dan tentunya memenuhi syarat-syarat yang telah disebutkan di dalam sholat jama’ taqdim.

Kemurahan yang diberikan untuk melakukan jama’ sebab hujan hanya tertentu bagi orang yang sholat berjama’ah di masjid atau tempat lain yang biasanya digunakan untuk shalat berjamaah, jaraknya jauh menurut ukuran urfi dan seseorang tersebut merasa kesulitan untuk berangkat ke masjid atau tempat-tempat sholat berjamaah lainnya sebab kehujanan dalam perjalanan.

Sebagai tambahan kami masukkan niat shalat untuk jamak dan qashar karena biasanya seseorang yang bepergian dalam melakukan shalat qashar mereka juga menjamaknya.

Niat Sholat Jamak Takdim dengan Qashar

1. Sholat Jamak Takdim Dhuhur dan Ashar Dengan Cara DiQashar

Niat Sholat Dhuhur jamak taqdim dengan Ashar Secara Qashar

اُصَلِّى فَرْضَ الظُّهْرِ مَجْمُوْعًا اِلَيه الْعَصْرُ جَمْعَ تَقْدِيْمٍ رَكْعَتَيْنِ/ قَصْرًا مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ مَأمُوْمًا/ إِمَامًا لِله تَعَالٰى

Niat Sholat Dhuhur jamak taqdim dengan Ashar Secara Qashar Latin

“Usholii fardhodl dhuhri majmuu’an Ilaihil ashru jam’a taqdiimin rak’ataini / qoshron Mustaqbilal qiblati Makmuman / Imaman lillaahi ta’aalaa”

Arti Niat Sholat Jamak Taqdim Dhuhur dan Ashar Qashar

“Aku berniat shalat fardhu dhuhur dengan mengumpulkan sholat ashar kepadanya sebanyak dua rakaat dengan cara qashar seraya menghadap ke arah kiblat menjadi imam/makmum semata-mata karena Allah Ta’ala”

Niat Sholat Ashar jamak taqdim dengan dhuhur Secara Qashar

اُصَلِّى فَرْضَ الْعَصْرِ رَكْعَتَيْنِ / قَصْرًا مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ مَأمُوْمًا/ إِمَامًا لِله تَعَالٰى

Niat Sholat Ashar jamak taqdim dengan dhuhur Secara Qashar Latin

“Usholii fardhodl ashri rok’ataini qoshron mustaqbilal qiblati makmuman / Imaman lillaahi ta’aalaa”.

Artinya:

“Aku berniat shalat ashar dua rakaat digabungkan dengan cara qashar seraya menghadap kiblat sebagai Makmum atau Imam karena Allah Ta’ala”

2. Sholat Jamak Takdim Magrib dan Isyak Dengan Cara qashar

Niat Sholat Maghrib jamak taqdim dengan Isyak (Maghrib tidak boleh diqasahar)

اُصَلِّى فَرْضَ الْمَغْرِبِ مَجْمُوْعًا اِلَيه الْعِشَاءُ جَمْعَ تَقْدِيْمٍ ثَلَاثَ رَكَعَاتٍ مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ مَأمُوْمًا/ إِمَامًا لِله تَعَالٰى

Niat Sholat Maghrib jamak taqdim dengan Isyak (Maghrib tidak boleh diqasahar) latin:

“Usholii fardhodl maghribi Majmu’an Ilaihil Isya’u jam’a taqdimin tsalatsa rakaatin Mustaqbilal qiblati Makmuman / Imaman lillaahi ta’aalaa”

Artinya:

“Aku berniat shalat fardhu maghrib dengan mengumpulkan sholat Isyak kepadanya berupa jamak taqdim sebanyak tiga rakaat seraya menghadap ke arah kiblat menjadi imam/makmum semata-mata karena Allah Ta’ala”

Untuk shalat maghrib hanya boleh dijamak tidak boleh di qashar

Niat Sholat Isyak Jamak takdim dengan Maghrib Qashar

اُصَلِّى فَرْضَ اْلعِشَاءِ رَكْعَتَيْنِ / قَصْرًا مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ مَأمُوْمًا/ إِمَامًا لِله تَعَالٰى

Niat Sholat Isyak Jamak takdim dengan Maghrib Qashar

“Usholii fardhodl Isya-Rakataini raka’aatin majmuu’an ilal isya’i jam’a ta’khiiri lillaahi ta’aalaa”

Artinya: “Aku berniat sholat fardhu Isyak dua rakaat menghadap kiblat sebagai makmum karena Allah Ta’ala”

Niat Sholat Jamak Takhir Dengan Qashar

1. Shalat Dhuhur dan Ashar Jamak takhir Qashar

Niat Sholat Dhuhur Jamak Takhir dengan Sholat Ashar Dengan Cara Qashar

أُصَلِّي فَرْضَ الظُّهْرِ مَجْمُوْعًا بِالعَصْرِ جَمْعَ تَأْخِيْرٍ رَكْعَتَيْنِ / قَصْرًا مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ مَأمُوْمًا/ إِمَامًا لِله تَعَالٰى

“Ushollii fardhodl dhuhri majmu’an bil asri jam’a Ta’khirin Rak ‘ataini Qashran Mustaqbilal qiblati Makmuman/Imaman lillaahi ta’aalaa.”

Artinya: “Saya menjalankan kewajiban sholat dhuhur di kumpulkan dengan sholat asha berupa jamak Takhir sebanyak dua rakaat dengan cara qashar seraya menghadap kiblat, Manjadi imam/makmum Semata-mata karena Allah Ta’ala.”

Niat Sholat Ashar Jamak Takhir dengan Sholat Dhuhur

اُصَلِّى فَرْضَ العَصْرِ رَكْعَتَيْنِ / قَصْرًا مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ مَأمُوْمًا/ إِمَامًا لِله تَعَالٰى لِلهِ تَعَالَى

Niat Sholat Ashar Jamak Takhir dengan Sholat Dhuhur Latin

“Ushollii fardhodl ashri Rok ‘ataini / Qasran mustaqbilal qiblati makmuman/imaman lillaahi ta’aalaa.”

Artinya: “Aku niat sholat fardhu ashar dua rakaat digabung dengan cara di qashar seraya menghadap kiblat sebagai makmum / imam karena Allah Ta’aala.”

2. Niat Sholat Jamak Takhir Magrib dan Isyak

Niat Sholat Maghrib Jamak Takhir dengan sholat Isya

اُصَلِّى فَرْضَ الْمَغْرِبِ مَجْمُوْعًا بِالْعِشَاءِ جَمْعَ تَأْخِيْرٍ ثَلَاثَ رَكَعَاتٍ مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ مَأمُوْمًا/ إِمَامًا لِله تَعَالٰى

Niat Sholat Maghrib Jamak Takhir dengan sholat Isya Latin

“Ushollii fardhodl maghribi majmu’an bil isya’i jam’a ta’khirin Tsalatsa Rakaatin Mustaqbilal Qiblati Makmuman/Imaman Lillahi Ta’ala

Artinya:

“Aku berniat shalat fardhu maghrib dikumpulkan dengan sholat Isyak berupa jamak ta’khir sebanyak tiga rakaat seraya menghadap ke arah kiblat menjadi imam/makmum semata-mata karena Allah Ta’ala”

Niat Sholat Isya Jamak Takhir dengan sholat maghrib dan di qashar

اُصَلِّى فَرْضَ اْلعِشَاءِ رَكْعَتَيْنِ / قَصْرًا مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ مَأمُوْمًا/ إِمَامًا لِله تَعَالٰى

Niat Sholat Isya Jamak Takhir dengan sholat maghrib dan di qashar

“Usholii fardhodl Isya-i Rak ‘ataini raka’aatin majmuu’an ilal isya’i jam’a ta’khiiri lillaahi ta’aalaa”

Artinya: Aku Berniat sholat Isyak dua Rakaat dengan cara diqashar menghadap kiblat sebagai makmum / imam karena Allah Ta’ala”.

Niat Sholat Jamak Takdim Tanpa Qashar

Berikut ini adalah Niat Sholat Jamak Taqdim namun tanpa qashar. Dalam Jamak Takdim tanpa qashar ini jumlah rakaat masing-masing sholat sama seperti sholat fardhu pada umumnya, hanya letak pelaksanaan sholat di dalam waktu sholat yang pertama.

1. Sholat Jamak Takdim Dhuhur Dan Ashar Tanpa Qashar

Niat Sholat Dhuhur Jamak Taqdim dengan Ashar

اُصَلِّى فَرْضَ الظُّهْرِ مَجْمُوْعًا اِلَيه الْعَصْرُ جَمْعَ تَقْدِيْمٍ اَرْبَعَ رَكْعَاتٍ مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ مَأمُوْمًا/ إِمَامًا لِله تَعَالٰى

Niat Sholat Jamak Takdim dhuhur dan ashar Latin

“Usholli Fardhodh Dhuhri Majmu’an Ilaihil Ashru Jam’a Taqdimin Arba’a Raka’atin Mustaqbilal Qiblati Makmuman/Imaman Lillahi Ta’ala”

Artinya: “Saya menjalankan kewajiban sholat dhuhur dengan mengumpulkan kepadanya sholat ashar berupa jamak taqdim empat rakaat seraya menghdap ke arah kiblat (Makmum/Imam) Karena Allah Ta’ala.”

Niat Sholat Jamak Takdim Dhuhur Dan Ashar

اُصَلِّى فَرْضَ العَصْرِاَرْبَعَ رَكْعَاتٍ مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ مَأمُوْمًا/ إِمَامًا لِله تَعَالٰى لِلهِ تَعَالَى

Niat Jamak Takdim dhuhur dan ashar latin

“Usholli Fardlol ‘Ashri Arba’a Rakaatin Mustaqbilal Qiblati Makmuman/Imaman Lillahi Ta’ala”

Artinya: “Saya Berniat sholat ashar empat rakaat seraya menghadap kiblat (Menjadi Makmum/Imam) Karena Allah Ta’ala”

2. Shalat Jamak Taqdim Maghrib dan Isyak Tanpa Qashar

Niat Sholat Jamak Takdim magrib dan isyak tanpa qashar

اُصَلِّى فَرْضَ الْمَغْرِبِ مَجْمُوْعًا اِلَيه الْعِشَاءُ جَمْعَ تَقْدِيْمٍ ثَلَاثَ رَكَعَاتٍ مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ مَأمُوْمًا/ إِمَامًا لِله تَعَالٰى

Niat Sholat Maghrib jamak taqdim dengan Isyak (Maghrib tidak boleh diqasahar) latin:

“Usholii fardhodl maghribi Majmu’an Ilaihil Isya’u jam’a taqdimin tsalatsa rakaatin Mustaqbilal qiblati Makmuman / Imaman lillaahi ta’aalaa”

Artinya: “Aku berniat shalat fardhu maghrib dengan mengumpulkan sholat Isyak kepadanya berupa jamak taqdim sebanyak tiga rakaat seraya menghadap ke arah kiblat menjadi imam/makmum semata-mata karena Allah Ta’ala”

Niat Sholat Isyak Jamak taqdim dengan Magrib Tanpa Qashar

اُصَلِّى فَرْضَ اْلعِشَاءِ اَرْبَعَ رَكْعَاتٍ مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ مَأمُوْمًا/ إِمَامًا لِله تَعَالٰى لِلهِ تَعَالَى

Niat Jamak Takdim dhuhur dan ashar latin

“Usholli Fardlol ‘Isyaa’i Arba’a Rakaatin Mustaqbilal Qiblati Makmuman/Imaman Lillahi Ta’ala”

Artinya: “Saya Berniat sholat Isyak empat rakaat seraya menghadap kiblat (Menjadi Makmum/Imam) Karena Allah Ta’ala”

Niat Sholat Jamak Ta’khir Tanpa Qashar

1. Sholat Dhuhur dan Ashar, dilakukan waktu Ashar (jamak Takhir)

Niat Sholat Dhuhur Jamak Takhir dengan Sholat Ashar

اُصَلِّى فَرْضَ الظُّهْرِ مَجْمُوْعًا بِالعَصْرِ جَمْعَ تَأْخِيْرٍ اَرْبَعَ رَكَعَاتٍ مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ مَأمُوْمًا/ إِمَامًا لِلهِ تَعَالَى

“Ushollii fardhodl dhuhri majmuu’an bil ashri jam’a takhiir arba’a roka’aatin Mustaqbilal qiblati Makmuman / imaman lillaahi ta’aalaa.”

Artinya: “Aku niat sholat fardhu dzuhur dikumpulkan dengan sholat ashar jamak ta’khir sebanyak empat rakaat sebagai imam / makmum karena Allah Ta’aala.”

Niat Sholat Ashar Jamak Takhir dengan Sholat Dhuhur

اُصَلِّى فَرْضَ العَصْرِ اَرْبَعَ رَكَعَاتٍ مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ مَأمُوْمًا/ إِمَامًا لِلهِ تَعَالَى

“Ushollii fardhodl ashri arba’a roka’aatin mustaqbilal qiblati makmuman/imaman lillaahi ta’aalaa.”

Artinya: “Aku niat sholat fardhu ashar empat rakaat digabung dengan sholat dhuhur jamak takhiri karena Allah Ta’aala.”

2. Shalat Jamak Takhir Maghrib dan Isyak Tanpa Qashar

Niat Sholat Maghrib Jamak takhir dengan sholat Isya

اُصَلِّى فَرْضَ اْلمَغْرِبِ مَجْمُوْعًا بِاْلعِشَاءِ جَمْعَ تَأْخِيْرٍ ثَلَاثَ رَكَعَاتٍ مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ مَأمُوْمًا/ إِمَامًا لِله تَعَالٰى

“Ushollii fardhol maghribi majmuu’an bil isya’i jam’a takhiiri tsalaatsa roka’aatin lillaahi ta’aalaa.”

Artinya: “Aku niat sholat fardhu maghrib digabung dengan sholat isyak berupa jamak takhir tiga rakaat seraya menghadap kiblat karena Allah Ta’aala.”

Niat Sholat Isya Jamak Takhir dengan sholat Maghrib

اُصَلِّى فَرْضَ اْلعِشَاءِ أَرْبَعَ رَكعَاتٍ مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ مَأمُوْمًا/ إِمَامًا لِله تَعَالٰى

“Ushollii fardhodl isya’i arba’a roka’aatin mustaqbilal qiblati makmuman/imaman lillaahi ta’aalaa.”

Artinya: “Aku niat sholat fardhu isya empat rakaat menghadap kiblat sebagai makmum/imam karena Allah Ta’aala.”

Berikut Kami Cantumkan Tabel Dalam Berbagai Konversi Ukuran untuk Sholat Jamak dan Qashar Shalat

TABEL JARAK JAMAK QASHAR

NOISTILAHUKURAN
1JARAK QASHAR SHOLAT
Versi Kitab Tanwirul Qulub80,640 KM
Versi Mayoritas Ulama119,99988 KM
Hanafiyah96 KM
Kitab Fiqh Islami88,7 KM
Versi Imam Makmun89,999992 KM
Versi Imam Ahmad Husain Al Mishry94,5KM
21 MIL AL-HASYIMI
Versi imam makmun1,666665 KM
Versi Imam Ahmad Husain Al Mishry1,76041 KM
Versi Mayoritas Ulama2,4999975 KM
31 FARSAKH
Versi Imam Makmun4,99995 KM
Versi Imam Ahmad Husain Al Mishry5,28125 KM
Versi Mayoritas Ulama’7,4999925 KM

Sekian. [/muslimina.id]

Website Ini Menggunakan Cookies