Fiqih Shalat XIV : Tata Cara Dan Niat Sholat Jamak Dan Qashar

Panduan sholat jamak qashar terlengkap beserta bacaan dalam versi latin dan terjemahan

Menjadi hal sangat penting bagi kita untuk mengetahui tentang tata cara dan niat sholat jamak dan qashar (qoshor). Apalagi bagi yang sering bepergian, tentunya salah satu hal pokok adalah mengetahui tentang pengertian, tata cara dan niat melakukan sholat jamak dan qashar tersebut.

Berikut kami sampaikan tentang Tata cara, Niat Jamak Qashar yang kami kutip dari kitab Fathul Qarib :

Tentang Jamak dan Qashar

Diperbolehkan kepada orang yang bepergian untuk melakukan sholat Jamak dan dan shalat qashar untuk shalat yang empat rakaat bukan yang tiga rakaat ataupun dua rakaat.

Syarat Qashar Solat

Diperbolehkan melakukan Qashar Shalat Untuk sholat yang asalnya empat rakaat dengan lima (5) syarat:

1. Seseorang diperbolehkan melakukan qashar shalat dengan syarat bepergianya bukan karena maksiat.

Contoh bepergian yang diperbolehkan untuk Qashar : untuk perkara wajib seperti bepergian untuk membayar hutang, silaturrahim untuk contoh yang sunnah dan dalam rangka berdagang untuk contoh yang mubah.

sedangkan untuk bepergian dalam rangka maksiat maka tidak diperbolehkan untuk melakukan sholat qashor; seperti pergi untuk mencuri atau merampok.

2. Jarak perjalanannya secara pasti mencapai enam belas farsakh, menurut pendapat yang ashah. Dan jarak yang ditempuh saat pulang tidak dihitung.

Satu farsakh adalah tiga mil. Kalau demikian, maka jumlah seluruh farsakh di atas adalah empat puluh delapan mil. Satu mil adalah empat ribu langkah kaki. Dan satu langkah kaki sama dengan tiga telapak kaki. dan yang dikehendaki dengan mil adalah ukuran mil Bani Hasyim.[1]

3. Orang yang melakukan qashar adalah orang yang melakukan sholat empat rakaat secara ada’.

Adapun sholat yang ditinggalkan saat di rumah, maka tidak diperbolehkan untuk diqadla’ dengan cara qashar saat melakukan perjalanan. Sedangkan sholat yang ditinggalkan didalam perjalanan, maka boleh diqadla’ dengan cara diqashar pada waktu melakukan perjalanan, bukan diqadla’ pada saat di rumah.

4. Musafir (Orang yang bepergian) Niat melakukan qashar bersamaan dengan takbiratul ihram sholat tersebut.
5. Orang yang melakukan qashar dalam sebagian sholatnya tidak diperkenankan bermakmum kepada orang mukim.

Maksud dari mukim disini adalah orang yang melakukan sholat secara sempurna. Penafsiran tentang orang yang sholat secara sempurna mencakup pada musafir yang melakukan sholat secara sempurna.

Shalat-shalat yang boleh dijamak

Bagi seorang musafir yang melakukan perjalanan jauh yang mubah, diperbolehkan untuk melakukan jamak, antara sholat dhuhur dan sholat ashar dengan cara jama’ taqdim dan jama’ ta’khir.

Dan diperkenankan menjama’ antara sholat Maghrib dan Isya’ dengan jama’ taqdim dan jama’ ta’khir.

Jangan Lewatkan Untuk baca:

Syarat Jamak Taqdim

Adapun Syarat-syarat jama’ taqdim ada tiga (3):

1. Dalam shalat jamak taqdim dimulai dengan melakukan sholat Dhuhur sebelum melakukan sholat Ashar, dan dimulai dengan sholat maghrib sebelum sholat Isya’.

Andaikan dibalik, seperti mendahulukan sholat ashar sebelum melakukan sholat Dhuhur, maka tidak sah dan dia harus mengulangi sholat Ashar setelah melakukan sholat Dhuhur jika ingin melakukan sholat jama’.

2. Kedua, niat jama’ dilakukan pada permulaan sholat yang pertama bersamaan dengan takbiratul ihram.

Tidak cukup jika seseorang tersebut mendahulukan niat jama’ sebelum takbiratul ihram ataupun setelah melakukan salam dari sholat yang pertama.

Akan tetapi menurut Qaul Adh-har diperkenankan melakukan niat jama’ pada pertengahan sholat pertama.

3. Dalam pelaksanaan harus muwallah (terus menerus) antara sholat pertama dan sholat yang kedua, dengan arti tidak ada pemisah yang relatif lama di antara kedua shalat

Apabila ada pemisah yang relatif lama, maka wajib menunda pelaksanaan sholat ke dua hingga masuk waktunya. walaupun pemisah tersebut disebabkan karena adanya udzur semisal tidur.

Perlu diketahui juga bahwa Pemisah yang relatif pendek tidak mempengaruhi di dalam muwallah antara dua shalat.

Syarat Jamak Ta’khir

Untuk Niat jamak ta’khir dilakukan didalam waktu shalat yang pertama. Misal niat jamak ta’khir dhuhur dan ashar maka niatnya dilakukan didalam waktu dhuhur ( bukan pada saat shalat dhuhur tersebut dilakukan).

Dan diperboleh mengakhirkan niat hingga waktu sholat yang pertama, sekira masih tersisa waktu yang seandainya sholat tersebut dilakukan saat itu niscaya akan menjadi sholat ada’.

Di dalam pelaksanaan jama’ ta’khir tidak wajib melaksanakan secara tertib, tidak wajib pula dilakukan secara muwallah dan juga tidak harus niat jama’, dan ini merupakan pendapat yang shahih.

Sholat Jamak Sebab Hujan

Pada saat hujan, bagi orang yang muqim diperkenankan melakukan sholat jama’. maksudnya antara sholat Dhuhur dan Ashar, dan antara sholat Maghirb dan Isya’.

Untuk pelaksanaanya dilakukan pada waktu shalat yang pertama bukan pada waktu sholat yang kedua.

Syarat Seseorang diperbolehkan menjamak sholat karena hujan

Syarat hujan yang memperbolehkan untuk dijamaknya shalat adalah jika air hujan tersebut bisa membasahi bagian atas dari pakaian kita dan bagian sandal kita yang bagian bawah.

Juga disyaratkan harus turun hujan saat permulaan melakukan dua sholat tersebut. jadi tidak cukup hanya turun hujan di pertengahan sholat pertama dari keduanya.

Disyaratkan juga harus turun hujan saat melakukan salam dari sholat yang pertama, baik setelah itu hujan turun ataupun tidak. Dan tentunya memenuhi syarat-syarat yang telah disebutkan di dalam sholat jama’ taqdim.

Kemurahan yang diberikan untuk melakukan jama’ sebab hujan hanya tertentu bagi orang yang sholat berjama’ah di masjid atau tempat lain yang biasanya digunakan untuk shalat berjamaah, jaraknya jauh menurut ukuran urfi dan seseorang tersebut merasa kesulitan untuk berangkat ke masjid atau tempat-tempat sholat berjamaah lainnya sebab kehujanan dalam perjalanan.

Sebagai tambahan kami masukkan niat shalat untuk jamak dan qashar karena biasanya seseorang yang bepergian dalam melakukan shalat qashar mereka juga menjamaknya.

Niat Sholat Jamak Takdim dengan Qashar

1. Sholat Dhuhur dan Ashar, dilakukan di waktu dhuhur (jamak Takdim) Qashar

اُصَلِّى فَرْضَ الظُّهْرِ رَكْعَتَيْنِ مَجْمُوْعًا بِالْعَصْرِ جَمْعَ تَقْدِيْمِ قَصْرًا لِلهِ تَعَالٰى

“Usholii fardhodl dhuhri rok’ataini majmuu’an bil ashri jam’a taqdiimi qoshron lillaahi ta’aalaa”

Artinya:

“Aku berniat shalat fardhu dhuhur dua rakaat digabungkan dengan shalat ashar dengan jamak takdim, diringkas karena Allah Ta’ala”

اُصَلِّى فَرْضَ الْعَصْرِ رَكْعَتَيْنِ مَجْمُوْعًا اِلَى الظُّهْرِ جَمْعَ تَقْدِيْمِ قَصْرًا لِلهِ تَعَالٰى

“Usholii fardhodl ashri rok’ataini majmuu’an iladh dhuhri jam’a taqdiimi qoshron lillaahi ta’aalaa”.

Artinya:

“Aku berniat shalat ashar dua rakaat digabungkan dengan shalat dhuhur dengan jamak takdim, diringkas karena Allah Ta’ala”

2. Sholat Maghrib dan isya, dilakukan di waktu isya (Jamak Takhir) Qashar

اُصَلِّى فَرْضَ الْعِشَاءِ رَكْعَتَيْنِ مَجْمُوْعًا بِالْمَغْرِبِ جَمْعَ تَأْخِيْرِ قَصْرًا لِلهِ تَعَالٰى

“Usholii fardhodl isya’i rok’ataini majmuu’an bil maghribi jam’a ta’khiiri qoshron lillaahi ta’aalaa”

Artinya:

“Aku berniat sholat fardhu isya dua rakaat digabungkan dengan sholat maghrib dengan jamak takhir, diringkas karena Allah Ta’ala

اُصَلِّى فَرْضَ الْمَغْرِبِ ثَلَاثَ رَكَعَاتٍ مَجْمُوْعًا اِلَى الْعِشَاءِ جَمْعَ تَأْخِيْرِ لِلهِ تَعَالٰى

“Usholii fardhodl maghribi tsalaatsa raka’aatin majmuu’an ilal isya’i jam’a ta’khiiri lillaahi ta’aalaa”

Artinya:

“Aku berniat sholat fardhu maghrib tiga rakaat digabungkan dengan sholat isya dengan jamak takhir, karena Allah Ta’ala”

Niat Sholat Jamak Taqdim

1. Sholat Dhuhur dan Ashar, dilakukan di waktu dhuhur (jamak Taqdim)

Niat Sholat Dhuhur Jamak Takdim dengan Sholat Ashar

أُصَلِّي فَرْضَ الظُّهْرِأربع رَكعَاتٍ مَجْمُوْعًا مع العَصْرِ جَمْعَ تَقْدِيْمٍ للهِ تَعَالى

“Ushollii fardhodl dhuhri arba’a roka’aatin majmuu’an ma’al ashri jam’a taqdiimi lillaahi ta’aalaa.”

Artinya:

“Aku niat sholat fardhu dhuhur empat rakaat digabung dengan sholat ashar jamak takdim karena Allah Ta’aala.”

Niat Sholat Ashar Jamak Takdim dengan Sholat Dhuhur

اُصَلِّى فَرْضَ العَصْرِاَرْبَعَ رَكْعَا تٍ مَجْمُوْعًا مَعَ الظهر جَمْعَ تَقْدِيْمٍ لِلهِ تَعَالَى

“Ushollii fardhodl ashri arba’a roka’aatin majmuu’an ma’al dhuhri jam’a taqdiimi lillaahi ta’aalaa.”

Artinya:

“Aku niat sholat fardhu ashar empat rakaat digabung dengan sholat dhuhur jamak takdim karena Allah Ta’aala.”

2. Sholat Maghrib dan isya, dilakukan di waktu maghrib (jamak Takdim)

Niat Sholat Maghrib Jamak Takdim dengan sholat Isya

اُصَلِّى فَرْضَ اْلمَغْرِبِ ثَلاَثَ رَكَعَاتٍ مَجْمُوْعًا مَعَ اْلعِشَاءِ جَمْعَ تَقْدِيْمٍ لِلّهِ تَعَالَى

“Ushollii fardhodl maghribi tsalaatsa roka’aatin majmuu’an ma’al isya’i jam’a taqdiimi lillaahi ta’aalaa.”

Artinya:

“Aku niat sholat fardhu maghrib tiga rakaat digabung dengan sholat isyak jamak takdim karena Allah Ta’aala.”

Niat Sholat Isya Jamak Takdim dengan sholat maghrib

اُصَلِّى فَرْضَ اْلعِشَاءِ أربع رَكعَاتٍ مَجْمُوْعًا مَعَ اْلمَغْرِبِ جَمْعَ تَقْدِيْمٍ لِلّهِ تَعَالَى

“Ushollii fardhodl isya’i arba’a roka’aatin majmuu’an ma’al maghribi jam’a taqdiimi lillaahi ta’aalaa.”

Artinya:

“Aku niat sholat fardhu isya empat rakaat digabung dengan sholat maghrib jamak takdim karena Allah Ta’aala.”

Niat Sholat Jamak Ta’khir

1. Sholat Dhuhur dan Ashar, dilakukan waktu Ashar (jamak Takhir)

Niat Sholat Dhuhur Jamak Takhir dengan Sholat Ashar

اُصَلِّى فَرْضَ الظُّهْرِاَرْبَعَ رَكْعَا تٍ مَجْمُوْعًا مَعَ العَصْرِ جَمْعَ تَأْخِيْرٍ لِلهِ تَعَالَى

“Ushollii fardhodl dhuhri arba’a roka’aatin majmuu’an ma’al ashri jam’a takhiir lillaahi ta’aalaa.”

Artinya:

“Aku niat sholat fardhu dhuhur empat rakaat digabung dengan sholat ashar jamak takhiri karena Allah Ta’aala.”

Niat Sholat Ashar Jamak Takhir dengan Sholat Dhuhur

اُصَلِّى فَرْضَ العَصْرِاَرْبَعَ رَكْعَا تٍ مَجْمُوْعًا مَعَ الظُّهْرِ جَمْعَ تَأْخِيْرٍ لِلهِ تَعَالَى

“Ushollii fardhodl ashri arba’a roka’aatin majmuu’an ma’al dhuhri jam’a takhiir lillaahi ta’aalaa.”

Artinya:

“Aku niat sholat fardhu ashar empat rakaat digabung dengan sholat dhuhur jamak takhiri karena Allah Ta’aala.”

2.Sholat Maghrib dan Isya, dilakukan waktu Isya (jamak Takhir)

Niat Sholat Maghrib Jamak takhir dengan sholat Isya

اُصَلِّى فَرْضَ اْلمَغْرِبِ ثَلاَثَ رَكَعَاتٍ مَجْمُوْعًا مَعَ اْلعِشَاءِ جَمْعَ تَأْخِيْرٍ لِلّهِ تَعَالَى

“Ushollii fardhodl maghribi tsalaatsa roka’aatin majmuu’an ma’al isya’i jam’a takhiiri lillaahi ta’aalaa.”

Artinya:

“Aku niat sholat fardhu maghrib tiga rakaat digabung dengan sholat isyak jamak takhir karena Allah Ta’aala.”

Niat Sholat Isya Jamak Takhir dengan sholat Maghrib

اُصَلِّى فَرْضَ اْلعِشَاءِ أربع رَكعَاتٍ مَجْمُوْعًا مع اْلمَغْرِبِ جَمْعَ تَأْخِيْرٍ لِلّهِ تَعَالَى

“Ushollii fardhodl isya’i arba’a roka’aatin majmuu’an ma’al maghribi jam’a takhiiri lillaahi ta’aalaa.”

Artinya:

“Aku niat sholat fardhu isya empat rakaat digabung dengan sholat maghrib jamak takhir karena Allah Ta’aala.”

Berikut Kami Cantumkan Tabel Dalam Berbagai Konversi Ukuran untuk Sholat Jamak dan Qashar Shalat

TABEL JARAK JAMAK QASHAR

NOISTILAHUKURAN
1JARAK QASHAR SHOLAT
Versi Kitab Tanwirul Qulub80,640 KM
Versi Mayoritas Ulama119,99988 KM
Hanafiyah96 KM
Kitab Fiqh Islami88,7 KM
Versi Imam Makmun89,999992 KM
Versi Imam Ahmad Husain Al Mishry94,5KM
21 MIL AL-HASYIMI
Versi imam makmun1,666665 KM
Versi Imam Ahmad Husain Al Mishry1,76041 KM
Versi Mayoritas Ulama2,4999975 KM
31 FARSAKH
Versi Imam Makmun4,99995 KM
Versi Imam Ahmad Husain Al Mishry5,28125 KM
Versi Mayoritas Ulama’7,4999925 KM

Sekian. [/muslimina.id]