Kategori: FiqihShalat

Pengertian, Tata Cara, Manfaat dan Doa Sholat dhuha

Daftar Isi

Pengertian Sholat Dhuha

Apa itu sholat Dhuha?

Sholat Dhuha adalah sholat yang dilakukan pada waktu dhuha, dimulai setelah matahari terbit kira-kira satu tombak (-+ 20 menit setelah matahari terbit) sampai pada waktu istiwak {menjelang waktu dhuhur (-+ 20 menit sebelum masuk waktu dhuhur) }.

sholat dhuha dalam terminologi fikih adalah Shalat Sunnah dua rakaat yang dilakukan Nabi secara terus-menerus dan menganjurkan kepada para sahabatnya untuk mengerjakan, dan waktu mengerjakannya adalah antara matahari terbit dan Dhuhur.

Dasar pelaksanaan sholat dhuha?

Dalam kitab Fathul Mu’in Syekh Zainuddin Al-Malibari menjelaskan tentang disunnahkanya melaksanakan sholat dhuha sebagai berikut

ويسن الضحى لقوله تعالى “يسبحن بالعشي والإشراق” قال ابن عباس صلاة الإشراق صلاة الضحى. روي الشيخان عن أبي هريرة رضي الله عنه قال : أوصاني خليلي بثلاث: صيام ثلاثة أيام من كل شهر، وركعتي الضحى، وأن أوتر قبل أن أنام

Artinya, “disunahkan Sholat dhuha berdasarkan firman Allah SWT, “Bertasbih bersama dia di waktu petang dan pagi”. Ibnu Abbas memberikan penafsiran bahwa shalat isyraq adalah shalat dhuha. dan diriwayatkan oleh Bukhari-Muslim hadits dari Abu Hurairah yang mengatakan bahwa ‘Rasulullah pernah berwasiat tiga hal kepadaku: puasa tiga hari dalam setiap bulan, shalat dhuha dua raka’at, dan witir sebelum tidur.’

Rasulullah juga bersabda :

من صلى الضحى ركعتين لم يكتب من الغافلين

Artinya, “Orang yang mengerjakan shalat dhuha tidak termasuk orang lalai,” (HR Al-Baihaqi dan An-Nasa’i).

Kapan Waktu Pelaksanaan sholat Dhuha?

Nabi ﷺ bersabda:

صَلَاةُ الْأَوَّابِينَ حِينَ تَرْمَضُ الْفِصَالُ

“Sholatnya para Awwabin adalah ketika anak unta mulai kepanasan.” (HR. Muslim 748).

dalam kitab-kitab fiqih dijelaskan untuk waktu pelaksanaan shalat dhuha dimulai setelah matahari terbit dengan ketinggian matahari kira-kira satu tombak dengan pandangan biasa sampai dengan waktu istiwak kurang lebih 20 menit sebelum waktu dhuhur

untuk mengetahui waktu sholat anda bisa melihatnya disini. namun saat ini kita sudah sangat dimanjakan dengan alat-alat modern untuk mengetahui waktu shalat. baik shalat yang wajib maupun sholat sunnah.

Dan beberapa pendapat ulama tentang waktu dimulainya shalat dhuha adalah sebagai berikut :

1. Menurut Syekh Abu Sulaiman dalam Ma‘alimus Sunan, satu tumbak di sana hanyalah menurut pandangan mata telanjang.

2. Dalam Hasyiyatul Bujairimi, Syekh Sulaiman bin Muhammad bin ‘Umar menyebutkan, satu tumbak di sana kira-kira tujuh dzira (hasta) dalam pandangan mata telanjang.

3. Dalam Hasyiyatud Dasuqi ‘ala Syarhil Kabir, Syekh Muhammad bin Ahmad bin ‘Arafah Ad-Dasuqi menyebut bahwa satu tumbak di sana kira-kira 12 jengkal ukuran sedang.

4. Syekh Wahbah Az-Zuhaili menyebut dalam Al-Fiqhul Islami wa Adillatuhu, satu tumbak dimaksud kira-kira sepanjang 2,5 meter.

Hukum Pelaksanaan Shalat dhuha?

Shalat dhuha dalam pelaksanaan dan tata caranya tidak berbeda dengan shalat-shalat lain, untuk hukum melakukan sholat dhuha adalah sunnah muakad (sunnah yang sangat dianjurkan).

صبح على كل سلامي من أحدكم صدقة، وأمر بالمعروف صدقة، ونهي عن المنكر صدقة، ويجزئ عن ذلك ركعتان يركعهما من الضحي

Artinya, “Setiap pagi, ruas anggota tubuh kalian harus dikeluarkan sedekahnya. Amar ma’ruf adalah sedekah, nahi mungkar adalah sedekah, dan semua itu dapat diganti dengan shalat dhuha dua raka’at,” (HR Muslim).

sayyidah Aisyah Ra berkata :

“Semenjak aku melihat Nabi melakukan Sholat Dhuha, semenjak itu aku tidak pernah meninggalkannya.” (Bukhari, Muslim).

Bagaimana Tata cara pelaksanaan shalat Dhuha?

Jumlah Rakaat Shalat Dhuha

Rakaat pada Shalat Dhuha paling sedikit adalah dua rakaat. Sedang paling banyak adalah delapan rokaat. Seperti keterangan dalam hadits dari Abu Dzar berikut:

أن النبي صلى الله عليه وسلم دخل بيتها يوم فتح مكة وصلى ثماني ركعات، فلم أر صلاة قط أخف منها؛ غير أنه يتم الركوع والسجود


Artinya: Sesungguhnya Nabi pada hari Fathu Makkah masuk ke rumahnya dan shalat delapan rakaat. Aku tidak pernah melihat shalat yang lebih ringan (lebih cepat) dari itu. Akan tetapi beliau tetap menyempurnakan ruku’ dan sujud (hadits sahih riwayat Bukhari dan Muslim).

Pendapat ini adalah yang mu’tamad sebagaimana dinyatakan Imam Nawawi dalam kitab Al-Majmuk.

Namun, menurut kitab Ar-Raudhah, jumlah rakaat dhuha terbanyak adalah 12 rakaat.

Tata cara (panduan) Pelaksanaan Sholat Dhuha

sebagaimana sholat-sholat yang lain sholat dhuha dalam pelaksanaanya pun sama saja. berikut tata cara pelaksanaan sholat dhuha :

1. Niat bersamaan dengan Takbiratul ikhram:

Berikut ini adalah niat Sholat Duha, sebagaimana kami kutip dari kitab-kitab salaf.


اُصَلِّيْ سُنَّةَ الضُّحَى رَكْعَتَيْنِ مُسْتَقْبِلَ اْلقِبْلَةِ اَدَاءً لِلَّهِ تَعَالَى


usholli sunnatad dhuhaa rok’ataini mustaqbilal qiblati adaa-an lillaahi ta’aala.


Artinya: “Aku niat melakukan shalat sunat dhuha dua rakaat, menghadap qiblat, saat ini, karena Allah ta’ala.

Sunnah melafalkan niat sebelum takbiratul ikhram dengan tujuan untuk lebih memudahkan dalam pelaksanaan niat yang bersamaan dengan takbir.

2. Membaca doa iftitah

اللّه اكبر كبيرا، والحمدللّه كثيرا وسبحان اللّه بكرة واصيلا

Allahu Akbar Kabiro, Wal hamdulillahi Katsiro Wa Subhanallahi Bukrotaw wa ashila

Artinya : Allah Maha Besar lagi sempurna kebesaran-Nya, segala puji bagi Allah dengan sebanyak-banyak pujian. Dan Maha Suci Allah sepanjang pagi dan sore.

إنى وجهت وجهي للذى فطر السموات والأرض حنيفا مسلما وما أنا من المشركين

Inni Wajjahtu Wajhiya lilladzi fathoros samawati wal ardlo hanifam muslimaw wama ana minal musyrikin

Artinya : Sesungguhnya aku menghadapkan wajahku kepada Dzat yang mencipta langit dan bumi dalam keadaan lurus dan pasrah. Dan aku bukanlah dari golongan orang-orang yang menyekutukan Allah.

ان صلاتى ونسكى ومحياي ومماتى لله رب العالمين لاشريك له وبذلك امرت وانا من المسلمين

inna shalati wa nusuki wa mahyaya wa mamati lillahi rabbil alamin la syarika lahu wa bidzalika umirtu wa ana minal muslimin.

Artinya : Sesungguhnya shalatku, ibadahku, hidupku dan matiku semata hanya untuk Allah Tuhan Semua Alam, tiada sekutu bagi-Nya. dan begitulah aku diperintahkan dan aku dari golongan orang muslim.

3. Membaca Surat Al-fatihah

بِسْمِ الله الرَّحْمَنِ الرَّحِيم

اَلْحَمْدُ لله رَبِّ الْعَالَِمينَ

الرَّحْمَٰنِ الرَّحِيم

مَالِكِ يَوْمِ الدِّينِ

إِيَّاكَ نَعْبُدُ وَإِيَّاكَ نَسْتَعِينُ

اهْدِنَا الصِّرَاطَ الْمُسْتَقِيم

صِرَاطَ الَّذِينَ أَنْعَمْتَ عَلَيْهِمْ غَيْرِ الْمَغْضُوبِ عَلَيْهِمْ وَلَا الضَّالِّينَ

4. Membaca Surat-surat Pendek


وَالضُّحَىٰ ﴿الضحى:١

wadhdhuhaa

1. Demi waktu dhuha (ketika matahari naik sepenggalan),


وَالَّيْلِ إِذَا سَجَىٰ ﴿الضحى:٢

wallaili idzaa sajaa

2. dan demi malam apabila telah sunyi.


مَا وَدَّعَكَ رَبُّكَ وَمَا قَلَىٰ ﴿الضحى:٣

maa wadda’aka robbuka wamaa qolaa

3. Tuhanmu tidak meninggalkan engkau (Muhammad), dan tidak (pula) membencimu


وَلَلْآخِرَةُ خَيْرٌ لَّكَ مِنَ الْأُوْلَىٰ ﴿الضحى:٤

walal aakhirotu khoirul laka minal uulaa

4. dan sungguh, yang kemudian itu lebih baik bagimu daripada yang permulaan.[2]


وَلَسَوْفَ يُعْطِيْكَ رَبُّكَ فَتَرْضَىٰٓ ﴿الضحى:٥

walasaufa yu’thiika robbuka fatardhoo

5. Dan sungguh, kelak Tuhanmu pasti memberikan karunia-Nya kepadamu sehingga engkau menjadi puas.


أَلَمْ يَجِدْكَ يَتِيْمًا فَـَٔاوَىٰ ﴿الضحى:٦

alam yajidka yatiimang fa-aawaa

6. Bukankah Dia mendapatimu sebagai seorang yatim, lalu Dia melindungi(mu)


wawajadaka dhoollang fahadaa

7. Dan Dia mendapatimu sebagai seorang yang bingung[3], lalu Dia memberikan petunjuk.


وَوَجَدَكَ عَآئِلًا فَأَغْنَىٰ ﴿الضحى:٨

wawajadaka ‘aa-ilang fa-aghnaa

8. Dan Dia mendapatimu sebagai seorang yang kekurangan, lalu Dia memberikan kecukupan.


فَأَمَّا الْيَتِيْمَ فَلَا تَقْهَرْ ﴿الضحى:٩

fa-ammal yatiima falaa taqhar

9. Maka terhadap anak yatim, janganlah engkau berlaku sewenang-wenang.


وَأَمَّا السَّآئِلَ فَلَا تَنْهَرْ ﴿الضحى:١۰

wa-ammas saa-ila falaa tanhar

10. Dan terhadap orang yang meminta-minta, janganlah engkau menghardik(nya).


وَأَمَّا بِنِعْمَةِ رَبِّكَ فَحَدِّثْ ﴿الضحى:١١

wa-ammaa bini’mati robbika fahaddits

11. Dan terhadap nikmat Tuhanmu, hendaklah engkau nyatakan (dengan bersyukur).


6. Rukuk

سُبْحَانَ رَبِّيَ الْعَظِيْمِ وَبِحَمْدِهِ

Subhaana Rabbiyal Azhiimi Wa Bi Hamdih – 3 X (Tiga Kali)
Artinya : “Maha Suci Tuhanku Yang Maha Agung Dan Dengan Memuji-Nya.”

7. I’tidal

Saat Bangun Dari Rukuk Bacalah Do’a Ini:

سَمِعَ اللهُ لِمَنْ حَمِدَه

Sami’allahu Liman Hamidah
Artinya : Allah Mendengar Orang Yang Memuji-Nya.

Kemudian Setelah Berdiri Tegak Dilanjutkan Dengan Do’a I’tidal Ini:

رَبَّنَا لَكَ الْحَمْدُ مِلْءُ السَّموَاتِ وَمِلْءُ الاَرْضِ وَمِلْءُ مَا شِئتَ مِنْ شَيْئٍ بَعْدُ

Rabbanaa Lakal Hamdu Mil Ussamaawaati Wamil-Ul Ardhi Wamil-U Maasyi’ta Min Syai-In Ba’du.
Artinya : “Ya Allah Ya Tuhan Kami, Bagi-Mu-Lah Segala Puji, Sepenuh Langit Dan Sepenuh Bumi, Dan Sepenuh Apa Saja Yang Engkau Kehendaki Sesudah Itu.”

Sujud

Bacaan Doa Ketika Sujud:

سُبْحَانَ رَبِّيَ الأَعْلَى وَبِحَمْدِهِ

Subhaana Rabbiyal A’la Wa Bi Hamdihi. 3x
Artinya : “Maha Suci Tuhanku Yang Maha Tinggi, Dan Dengan Segala Puji Bagi-Nya.” 3x

9. Duduk diantara dua sujud

Doa Duduk Diantara Dua Sujud:

رَبِّ اغْفِرْ لِيْ وَارْحَمْنِيْ وَاجْبُرْنِيْ وَارْفَعْنِيْ وَارْزُقْنِيْ وَاهْدِنِيْ وَعَافِنِيْ وَاعْفُ عَنِّيْ

Rabbighfirlii Warhamnii Wajburnii Warfa’nii Warzuqnii Wahdinii Wa ‘Aafinii Wa’fu ‘Annii.
Artinya : “Ya Allah, Ampunilah Aku, Kasihanilah Aku, Cukupilah Aku, Angkatlah Derajatku, Berikanlah Rejeki Kepadaku, Berikanlah Petunjuk Kepadaku, Berilah Kesehatan Kepadaku Dan Ampunilah Aku.”

Sujud

Bacaan Doa Ketika Sujud:

سُبْحَانَ رَبِّيَ الأَعْلَى وَبِحَمْدِهِ

Subhaana Rabbiyal A’la Wa Bi Hamdihi. 3x
Artinya : “Maha Suci Tuhanku Yang Maha Tinggi, Dan Dengan Segala Puji Bagi-Nya.” 3x

9. Duduk diantara dua sujud

Doa Duduk Diantara Dua Sujud:

رَبِّ اغْفِرْ لِيْ وَارْحَمْنِيْ وَاجْبُرْنِيْ وَارْفَعْنِيْ وَارْزُقْنِيْ وَاهْدِنِيْ وَعَافِنِيْ وَاعْفُ عَنِّيْ

Rabbighfirlii Warhamnii Wajburnii Warfa’nii Warzuqnii Wahdinii Wa ‘Aafinii Wa’fu ‘Annii.
Artinya : “Ya Allah, Ampunilah Aku, Kasihanilah Aku, Cukupilah Aku, Angkatlah Derajatku, Berikanlah Rejeki Kepadaku, Berikanlah Petunjuk Kepadaku, Berilah Kesehatan Kepadaku Dan Ampunilah Aku.”

Tasyahud Akhir

اَلتَّحِيَّاتُ الْمُبَارَكَاتُ الصَّلَوَاتُ الطَّيِّبَاتُ ِللهِ، السَّلاَمُ عَلَيْكَ اَيُّهَا النَّبِيُّ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ، السَّلاَمُ عَلَيْنَا وَعَلَى عِبَادِاللهِ الصَّالِحِيْنَ، أَشْهَدُ اَنْ لآ إِلَهَ إِلاَّاللهُ وَاَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا رَسُوْلُ اللهُ، اَللهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ كَمَاصَلَّيْتَ عَلَى سَيِّدِنَا إبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَاإبْرَاهِيْمَ وَباَرِكْ عَلَى سَيِّدِناَ مُحَمَّدٍ وَعَلى آل سَيّدِنَا مُحَمَّدٍ كَمَا بَارَكْتَ عَلَى سَيِّّدِنَا إبْرَاهِيْمَ وَعَلىْ آلِ سَيِّدِنَا إبْرَاهِيْمَ وعَلَى آلِ سَيِّدِنَاإبْرَاهِيْمَ فِي الْعَالَمِيْنَا إنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ

“Attahiyyaatul Mubaarakaatush Shalawatuth Thayyibaatu Lillaah. Assalaamu ‘Alaika Ayyuhan Nabiyyu Warahmatullaahi Wabarakaatuh. Assalaamu ‘Alainaa Wa ‘Alaa ‘Ibadadillaahish Shaalihiin. Asyhadu Allaa Ilaaha Illallaah. Wa Asyhadu Anna Muhammadar Rasuulullaah. Allaahumma Shalli ‘Alaa Sayyidinaa Muhammad Wa ‘Alaa ‘Ali Sayyidinaa Muhammad, Kama Shollaita Ala Sayyidinaa Ibrahiima Wa ‘Alaa ‘Aali Sayyidina Ibraahiim. Wa Baarik ‘Alaa Sayyidinaa Muhammad Wa ‘Alaa Aali Sayyidinaa Muhammad. Kamaa Baarokta ‘Alaa Sayyidinaa Ibrahiima Wa ‘Alaa Ali Sayyidina Ibraahiim. Fil ‘Aalamiina Innaka Hamiidum Majiid.

Artinya:

“Segala Kehormatan, Keberkahan, Rahmat Dan Kebaikan Adalah Milik Allah. Semoga Keselamatan, Rahmat Allah Dan Berkah-Nya (Tetap Tercurahkan) Atas Mu, Wahai Nabi (Muhammad). Semoga Keselamatan (Tetap Terlimpahkan) Atas Kami Dan Atas Hamba-Hamba Allah Yang Saleh. Aku Bersaksi Bahwa Tidak Ada Tuhan Selain Allah. Dan Aku Bersaksi Bahwa Muhammad Adalah Utusan Allah. Ya Allah, Limpahkanlah Rahmat Kepada Nabi Muhammad Dan Keluarga Nabi Muhammad, Sebagaimana Kau Limpahkan Rahmatmu Kepada Nabi Ibrahim Dan Keluarga Nabi Ibrahim. Dan Limpahkanlah Berkahmu Kepada Nabi Muhammad Dan Keluarga Nabi Muhammad Sebagaimana Engkau Melimpahkan Berkahmu Kepada Nabi Ibrahim Dan Keluarga Nabi Ibrahim. Di Alam Ini Sesungguhnya Engkau Maha Terpuji Dan Maha Agung

12. Salam

السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ

Selesai Tahiyat Akhir, Kemudia Salam Dengan Menengok Ke Kanan Dan Ke Kiri Sambil Membaca:

“Assalaamu’alaikum Warahmatullaahi Wabarakaatuh.”

Artinya:

“Keselamatan Dan Rahmat Allah Semoga Tetap Pada Kamu Sekalian.”

Pada Waktu Salam Pertama Kita Terlebih Dahulu Menengok Ke Sebelah Kanan, Baru Ke Sebelah Kiri. Dengan Salam, Berarti Shalat Kita Telah Selesai.

Bagaimana Doa Setelah Sholat Dhuha

Berikut doa sholat dhuha:

اَللَّهُمَّ إِنَّ الضُّحَاءَ ضُحَاؤُكَ وَالبَهَاءَ بَهَاؤُكَ وَالجَمَالَ جَمَالُكَ وَالقُوَّةَ قُوَّتُكَ وَالقُدْرَةَ قُدْرَتُكَ وَالعِصْمَةَ عِصْمَتُكَ اَللَّهُمَّ إِنْ كَانَ رِزْقِي فِي السَّمَاءِ فَأَنْزِلْهُ وَإِنْ كَانَ فِي الأَرْضِ فَأَخْرِجْهُ وَإِنْ كَانَ مُعْسِرًا فَيَسِّرْهُ وَإِنْ كَانَ حَرَامًا فَطَهِّرْهُ وَإِنْ كَانَ بَعِيْدًا فَقَرِّبْهُ بِحَقِّ ضُحَائِكَ وَبَهَائِكَ وَجَمَالِكَ وَقُوَّتِكَ وَقُدْرَتِكَ آتِنِي مَا آتَيْتَ عِبَادَكَ الصَّالِحِيْنَ اَللَّهُمَّ بِكَ أُصَاوِلُ وَبِكَ أُحَاوِلُ وَبِكَ أُقَاتِلُ  ثُمَّ يَقُوْلُ رَبِّ اغْفِرْ لِي وَارْحَمْنِي وَتُبْ عَلَيَّ إِنَّكَ أَنْتَ التَّوَّابُ الرَّحِيْمُ

allahumma innad dhuhaa’a dhuha uka, wal bahaa’a bahaa-uka, wal jamaala jamaa-luka, wal quwwaata quwwatuka, wal qudrota qudrotuka, wal ishmata ishmatuka. allahumma inkaana rizqi fis-samaa-i fa-anzilhu, wainkaana fil-ardli fa akhrijhu, wainkaana mu’siron fayassirhu, wainkaana charooman fathohhirhu, wainkaana ba’iidan faqorribhu, bichaqqi dhuhaaika, wabahaaika, wajamalika, waqudrotika, waquwwatika, waishmatika, aatini maa’ataita ‘ibaadakash-sholihiin. Allāhumma bika ushāwilu, wa bika uhāwilu, wa bika uqātilu.

Artinya :

Ya allah sesungguhnya waktu dhuha adalah dhuha-Mu, dan keindahan adalah keindahan-Mu, dan kebagusan adalah kebagusan-Mu, dan kemampuan adalah kemampuan-Mu, dan kekuatan adalah kekuatan-Mu, serta perlindungan adalah perlindungan-Mu. ya allah apabila rizqiku berada di langit maka mohon turunkanlah, bila di bumi mohon keluarkanlah, bila sulit mudahkanlah, bila jauh dekatkanlah, dan bila haram bersihkanlah, dengan haq dhuha-Mu, keindahan-Mu, kebagusan-Mu, kemampuan-Mu, kekuatan-Mu dan perlindungan-Mu, berikanlah kepadaku apa saja yang engkau berikan kepada hamba-hambamu yang shaleh. Tuhanku, dengan-Mu aku bergerak. Dengan-Mu aku berusaha. Dengan-Mu, aku berjuang. Tuhanku, ampunilah segala dosaku. Turunkan rahmat-Mu kepadaku. Anugerahkanlah tobat-Mu untukku. Sungguh Engkau maha penerima tobat, lagi maha penyayang.”

[muslimina.id]

Fadhilah ( Keutamaan )Shalat Dhuha ?

Berikut Keutamaan-keutamaan atau fadhilah sholat dhuha

Ampunan Dosa

Dalam hadits riwayat At-Tirmidzi dan Ibnu Majah dijelaskan bahwa orang yang membiasakan shalat dhuha dosanya akan diampuni oleh Allah SWT, meskipun dosa tersebut sebanyak buih di lautan. Rasulullah bersabda sebagai berikut.

من حافظ على شفعة الضحى غفرت له ذنوبه وإن كانت مثل زبد البحر

Artinya, “Siapa yang membiasakan (menjaga) shalat dhuha, dosanya akan diampuni meskipun sebanyak buih di lautan.” (HR At-Tirmidzi dan Ibnu Majah)

Tidak Dianggap Orang Lalai

Setiap orang tentu tidak ingin dianggap sebagai orang lengah ataupun lalai dalam hal mencari rahmat Tuhan. Salah satu cara agar terhindar dari sifat lalai adalah mengerjakan shalat dhuha.

Rasulullah bersabda sebagai berikut:

من صلى الضحى ركعتين لم يكتب من الغافلين

Artinya, “Orang yang mengerjakan shalat dhuha tidak termasuk orang lalai,” (HR Al-Baihaqi dan An-Nasa’i).

2 rakaat sholat Dhuha seberat 360 sedekah

إِنَّهُ خُلِقَ كُلُّ إِنْسَانٍ مِنْ بَنِى آدَمَ عَلَى سِتِّينَ وَثَلاَثِمَائَةِ مَفْصِلٍ

Sesungguhnya setiap manusia keturunan Adam diciptakan dalam keadaan memiliki 360 persendian” (HR. Muslim no. 1007).

Manusia memiliki 360 persendian. Setiap persendian itu memiliki kewajiban untuk bersedekah.” Para sahabat pun mengatakan, “Lalu siapa yang mampu bersedekah dengan seluruh persendiannya, wahai Rasulullah?” Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam lantas mengatakan, “Menanam bekas ludah di masjid atau menyingkirkan gangguan dari jalanan. Jika engkau tidak mampu melakukan seperti itu, maka cukup lakukan shalat Dhuha dua raka’at.”

(HR. Ahmad, 5: 354. Syaikh Syu’aib Al Arnauth mengatakan bahwa hadits ini shahih ligoirohi)

Bernilai Pahala Haji dan Umroh

Jika anda mengerjakan sholat Dhuha di awal waktunya yakni ketika matahari sudah meninggi kira-kira setinggi satu tombak dari pandangan, saat di Masjid setelah shalat Subuh maka pahalanya seberat pahala haji dan Umroh.

Dari Anas bin Malik, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam menjelaskan:

« مَنْ صَلَّى الْغَدَاةَ فِى جَمَاعَةٍ ثُمَّ قَعَدَ يَذْكُرُ اللَّهَ حَتَّى تَطْلُعَ الشَّمْسُ ثُمَّ صَلَّى رَكْعَتَيْنِ كَانَتْ لَهُ كَأَجْرِ حَجَّةٍ وَعُمْرَةٍ ». قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- « تَامَّةٍ تَامَّةٍ تَامَّةٍ

Barangsiapa yang melaksanakan shalat shubuh secara berjama’ah lalu ia duduk sambil berdzikir pada Allah hingga matahari terbit, kemudian ia melaksanakan shalat dua raka’at, maka ia seperti memperoleh pahala haji dan umroh.” Beliau pun bersabda, “Pahala yang sempurna, sempurna dan sempurna.” (HR. Tirmidzi no. 586. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini hasan).

Sekian.

Website Ini Menggunakan Cookies