Kategori: FiqihShalat

Fiqih Shalat XV : Syarat Wajib, Sah, Dan Fardhu Jum’at

Syarat Wajib Jum’at

Didalam pelaksanaan shalat jum’at ada syarat-syarat yang harus dipenuhi. Adapun syarat wajib jum’at ada tujuh (7):

  1. Islam
  2. Baligh
  3. Berakal
  4. Merdeka
  5. Laki-laki
  6. Sehat
  7. Isthithon (bertempat tinggal)
  • Adapun 3 syarat yang pertama merupakan syarat wajib shalat dan keteranganya sudah ada pada tulisan sebelumnya.
  • Sedangkan untuk syarat lain dari wajibnya melakukan shalat jum’at adalah merdeka.
  • Syarat wajib Shalat jum’at selanjutnya adalah Laki-laki. Seorang laki-laki yang islam, baligh, berakal, merdeka, sehat dan Musthauthin setempat wajib untuk melaksanakan shalat jum’at.
  • Sehat : Yang dikehendaki dari kata sehat disini adalah tidak adanya udzur yang menyebabkan seseorang itu mendapatkan keringanan untuk meninggalkan shalat jama’ah.
  • Isthithon : Atau biasa disebut Musthauthin Orang yang bertempat tinggal ditanah kelahiranya atau pindah kependudukan ditempat lain serta tidak ada niat untuk kembali ketempat kelahiranya. Dan golongan mustahuthin ini wajib jum’at dan sekaligus mengesahkan shalat jum’at tersebut.[1] Kemudian Orang yang bertempat tinggal yang kedua adalah Mukim, Mukim ini meskipun sudah lama tinggal disuatu daerah dan selama masih punya keinginan untuk kembali ke kampung halaman maka baginya wajib untuk melaksanakan jum’at namun tidak bisa mengesahkan sholat jum’at.

Maka tidak wajib untuk melaksanakan shalat jum’at bagi:

  • Kafir ashli
  • Anak kecil
  • orang gila
  • Hamba sahaya
  • Orang yang sakit
  • Musafir

Syarat Sah Pelaksanaan Shalat Jum’at

Selain syarat wajib, shalat jum’at juga memiliki syarat Sah. Adapun untuk syarat sah jum’at ada 3 :

  • Shalat Jum’at dilakukan di area pemukiman warga baik di kota maupun didesa.
  • Shalat Jum’at dilaksanakan oleh setidaknya 40 orang warga yang Mukallaf, Laki-laki dan musthauthin (bertempat tinggal tetap).
  • sholat jum’at dilaksanakan pada waktu Dhuhur. Maka seluruh bagian shalat jum’at harus dilaksanakan pada waktu dhuhur.

Seandainya waktu sholat Dhuhur mepet, yaitu waktu yang tersisa tidak cukup untuk melaksanakan bagian-bagian wajib di dalam sholat Jum’at yaitu dua khutbah dan dua rakaatnya, maka yang harus dilaksanakan adalah menyempurnakanya dengan sholat Dhuhur sebagai ganti dari sholat Jum’at tersebut.

Fardhu Jum’at

Sebagian Ulama mengelompokkan dalam kategori syarat.

  • Yang pertama dan kedua, shalat jum’at harus didahului oleh dua khutbah.
  • Dan yang ketiga adalah Shalat jum’at dilaksanakan dua rakaat secara berjamaah oleh sekelompok orang yang bisa meng-esahkan sholat Jum’at. Sholat ini disyaratkan terlaksana setelah dua khutbah, berbeda dengan sholat hari raya, yang pelaksanaanya dilakukan sebelum khutbah.

Disarikan dari kitab fathul qarib al-mujib [/muslimina.id]


Referensi :

قرّة العين ببفتاوى إسماعيل الزين : صحيفة : ٨ [1

Website Ini Menggunakan Cookies