Syarat-Syarat Dalam Takbiratul Ihram (Safinatun Najah)

Jika sebelumnya sudah kita bahas tentang hal-hal yang berhubungan dengan Tata cara Niat Sholat, sekarang kita akan melanjutkan pada pembahasan tentang syarat-syarat Takbirotul Ihram. Karena Takbiratul Ihram ini juga merupakan salah satu rukun sholat yang jika kita salah dalam melakukanya, maka sholat kita akan batal. Maka wajib bagi kita mengetahui syarat-syarat yang harus dipenuhi dalam Takbiratul Ihram.

20200301 144254

Syaikh Al-Alim Al-Fadhil Salim ibn Sumair al-hadhromi mengajarkan kepada kita tentang syarat-syarat yang harus dipenuhi dalam takbiratul ihram. Berikut penjelasan yang kami kutip dalam kitab beliau matan safinatun najah tentang syarat-syarat takbiratul ihram.

Syarat takbiratul ihram ada 16 :

  1. Takbiratul Ihram Letaknya adalah ketika berdiri didalam sholat fardhu
  2. Menggunakan bahasa arab
  3. Menggunakan lafadz Jalalah
  4. menggunakan lafadz “Akbar”
  5. Berurutan diantara kedua lafadz
  6. Tidak memanjangkang Hamzah Jalalah
  7. Tidak memanjangkan “Ba’ nya” lafadz Akbar
  8. Tidak men-Tasydid- Ba’ nya lafadz Akbar
  9. Tidak menambahkan wawu mati atau yang berharakat diantara kedua lafadz
  10. Tidak menambahkan “wawu” sebelum lafadz Jalalah.
  11. Seseorang yang sholat tidak boleh berhenti diantara dua kalimat takbir baik berhentinya lama atau sebentar.
  12. Musholli mendengar semua huruf yang diucapkan dalam Takbiratul Ihram.
  13. Takbiratul Ihram dilakukan ketika sudah masuk waktu sholat, apabila sholat tersebut adalah sholat yang memiliki waktu.
  14. Takbiratul Ihram dilakukan dalam keadaan menghadap kiblat
  15. Tidak merusak satu huruf dari semua huruf-hurufnya Takbiratul Ihram
  16. Meng-akhirkan Takbiratul Ihramnya makmum dari Takbiratul Ihramnya Imam.
Baca Juga :  6 Tempat Yang Disunnahkan Untuk Berhenti Sebentar didalam Sholat

Demikian Penjelasan yang kami kutip dari kitab Safinatun Najah tentang Syarat-syarat Takbiratul Ihram. Semoga bermanfaat. [Miftah/Muslimina.id].