Syarat Sah Puasa Yang Wajib Diketahui

Fikih puasa : Syarat Sah Puasa Yang Wajib Diketahui

Puasa Ramadahan atau yang lainya selain memiliki syarat wajib # juga ada syarat sah. Puasa seseorang dapat dianggap sah jika syarat-syarat sah puasa tersebut terpenuhi.

Selain itu kita juga harus tahu tentang perkara-perkara yang membatalkan puasa. Jika anda masih belum tahu tentang perkara yang membatalkan puasa silahkan baca dihalaman ini (Baca : 10 Perkara Yang membatalkan Puasa)

Syarat sah Puasa yang harus kita ketahui

Syarat Sah Puasa #

Dalam kitab riyadhul badi’ah disebutkan bahwa syarat Sah puasa ada 6:

  1. Islam
  2. Tamyiz
  3. Suci dari haid dan nifas pada siang hari
  4. Niat
  5. Menahan diri dari Perkara-perkara yang membatalkan puasa
  6. Masuk waktu atau adanya sebab yang mewajibkan puasa.

Sekarang mari kita bahas satu persatu tentang syarat sah puasa diatas

1. Islam

Seseorang bisa dan sah menjalankan puasa jika dia beragama islam. Maka tidak sah puasa dari orang kafir

2. Tamyiz

Syarat Sah Puasa Selanjutnya adalah Tamyiz, maka tidak sah puasanya orang gila dan anak kecil yang belum tamyiz.

3. Suci dari Haid dan Nifas di sepanjang Hari

Termasuk disini adalah wiladah (melahirkan). Haram hukumnya bagi wanita yang haid dan nifas untuk menahan diri dari perkara yang membatakan puasa dengan diniati puasa.

Baca Juga :  Fiqih Qurban 6: Ingin Berkurban? Perhatikan Syarat Hewan Kurban Berikut

Apabila seseorang mengalami haid atau nifas di siang hari walauapun itu hanya sebentar maka puasa orang tersebut batal.

4. Niat

Seseorang yang berpuasa harus menghadirkan niat. Adapun untuk puasa Ramadhan niat dilakukan pada malam hari sedangkan untuk puasa-pusa tathowu’ niat bisa dilakukan di siang hari sebelum matahari zawal ( bergeser ke arah barat) dengan syarat tidak melakukan perkara yang membatalkan puasa sebelumnya.

Bagaimana Niat Puasa Ramadhan Yang Benar?

Wajib dalam puasa Fardhu seperti Ramadhan untuk menta’yin ( Menentukan Niat ) seperti ” Saya Niat Puasa ramadhan besok pagi”

Niat Puasa Puasa Ramadhan

Imam An-Nawawi, misalnya, menuliskan bahwa:

صِفَةُ النِّيَّةِ الْكَامِلَةِ الْمُجْزِئَةِ بِلَا خِلَافٍ أَنْ يَقْصِدَ بِقَلْبِهِ صَوْمَ غَدٍ عَنْ أَدَاءِ فَرْضِ رَمَضَانِ هَذِهِ السَّنَةِ لِلَّهِ تَعَالَى

“Bentuk niat yang sempurna adalah dengan sengaja hati bermaksud berpuasa esok hari untuk menunaikan ibadah fardhu di bulan Ramadhan tahun ini, karena Allah ta’ala”. (Imam Nawawi, al-Majmu’, Riyadh, Dârul ‘Âlamil Kutub, juz 6, halaman 253) 

Baca Juga :  Pengertian Bersuci

Kemudian Hadirlah Redaksi Niat dalam Bentuk seperti dibawah ini:

Niat Puasa Ramadhan Bahasa Arab :

نَوَيْتُ صَوْمَ غَدٍ عَنْ أَدَاءِ فَرْضِ شَهْرِ رَمَضَانِ هَذِهِ السَّنَةِ لله تَعَالىَ

Niat Puasa Ramadhan Dalam tulisan latin:
Arti Niat Puasa Ramadhan Dalam Bahasa Indonesia

“Aku sengaja berpuasa esok hari untuk menunaikan ibadah fardhu di bulan Ramadhan tahun ini karena Allah ta’ala”.

5. Menahan Diri dari perkara yang membatalkan puasa

Seseorang yang berpuasa harus menahan diri dari perkara yang membatalkan puasa mulai dari terbitnya fajar sampai terbenamnya matahari

6. Masuknya waktu atau adanya sebab yang mewajibkan untuk puasa

Seperti masuknya bulan Ramadhan, maka bagi orang yang memenuhi syarat wajib Puasa, baginya wajib untuk melaksanakan puasa ramadhan atau karena adanya wajib haji yang ditinggalkan.

Demikian Artikel tentang syarat sah puasa yang harus kita ketahui, Semoga bermanfaat. Wallahu A’lam

[Miftah/Muslimina.id]