Kategori: HikmahNasehat

Syair Walisongo Untuk Mencegah Wabah penyakit Dan Bencana Alam

[Update] : Penulis sudah mendapatkan ijazah untuk mengamalkan ini, tanpa mengurangi rasa hormat kepada pembaca jika ingin mengamalkan, silahkan lihat #tulisan paling bawah dari syair li khomsatun (aji-aji limo)

Para wali penyebar Agama Islam atau yang lebih kita kenal dengan Wali Songo Mengajarkan Syair ini kepada para penduduk saat ada wabah penyakit ataupun bencana alam.

Syair yang sekilas jika kita amati seperti gending jawi (lagu jawa) ini jika kita hayati betul maknanya adalah pujian bagi Baginda nabi Muhammad S.A.W dan Ahlul bait.

Namun, jika anda bertemu dengan orang yang tidak suka sholawatan dan pujian kepada Nabi dan keluarga anda akan dituduh sebagai Syi’ah.

Jika anda cari dalil tentang dasar dari syair ini, cukup googling saja dengan kata kunci ” Keutamaan Keluarga Nabi atau Siapa saja Ahlul bait nabi? “, atau anda bisa terus buka web ini untuk update tulisan tentang dalil shalawat, keutamaan keluarga nabi, Keutamaan shalawat.

Kembali ke Judul artikel biar anda tidak kecewa dengan apa yang anda cari. Wabah penyakit atau bencana bisa terjadi kapan saja dan dimana saja. Begitupun yang terjadi pada jaman para wali sembilan (walisongo).

Berikut Syair Azimat Dari para wali untuk mendapatkan perlindungan dari Allah SWT dari wabah penyakit seperti halnya corona yang saat ini menyebar di berbagai belahan dunia.

Likhomsatun Uthfi biha
Haaral Wabaail hatimah
Almusthofa wal Murtadho
(Wabnahuma Wa Fatimah 2x)

Kulo gadah Aji-aji limo
Kangge mbukak lawang suargo
Kanggo nyirep geni neroko

lan nyengkalani siksane Allah

Aji-aji limo wujud menungso
Linuwih ilmu sugeh tulodho
Tindak lampahe adoh ing olo
Manah niate tansah waskito

Kanjeng Muhmmad rosulillah
Sayyidatun nisa’ Siti Fatimah
Sayyidina Ali Karomallahu Wajhah
Putro kekalih Hasan lan Husein

Poro Malaikat podo sholawat
Bumi lan langit sedoyo khidmat
Jiwo limo kinasih Allah
Jiwo liwo satruning doso

Sinten mawon kang nyolawati
Kanjeng Nabi tansah nyafa’ati
Marang limone yen tresnani
Gusti Allah bakal ngridloni

Boten bakal diterimo sholate
Yen mboten maos sholawate
Imam Syafi’i ngendikaake
Niki bukti agunge derajate

Kulo gadah aji-aji limo
Kangge mbukak lawang suargo
Kanggo nyirep geni nerokolan 
nyengkalani siksane Allah

Najan Ibadah sakumur-umur
Amal Ibadah ra keno diukur
Marang limone yen ora akur
Neroko panggone bakale njegur

Terjemahan li khomsatin uthfi biha Gaya Bebasnya:

Saya memiliki 5 Pusaka
Untuk membuka Pintu Surga
Untuk Memadamkan Api Neraka
Dan berlindung dari Adzab Allah

Pusaka lima berwujud manusia
Yang Ilmunya sangat tinggi dan Sumber Teladan
Prilakunya Jauh dari dari keburukan
Hati dan Niatnya selalu Lurus

Nabi Muhammad Rasulillah
Pemimpin Para wanita Sayyidah Fatimah
Sayyidina Ali Karamallahu Wajhahu
Dan Kedua Puteranya Hasan dan HUsain

Para Malaikat semuanya bershalawat
Bumi dan langit semuanya tunduk khidmat
Lima Jiwa Kekasih Allah
Kelima Jiwa tersebut musuh dari dosa

Bagi siapa saja yang bershalawat
Yang Mulia Nabi akan memberikan syafaat
Apabila kita mencinta lima orang tersebut
Allah SWT Akan Meridhoi

Tidak akan diterima sholatnya
Apabila tidak membaca sholawat
Dikatakan Imam Syafi’i
Ini Bukti Keagungan Derajatnya
(Bukti Kemuliaan Ahlul Bait)

Walaupun Beribadah Seumur Hidup
Amal ibadah tidak bisa diukur (sangat banyak)
Tapi terhadap Lima Orang Tersebut memusuhi
Nerakalah tempat Kembali

Video Likhomsatin Uthfi Biha bisa dilihat disini:

Begitulah para wali dalam menyebarkan agama Islam di masa lampau, intisari ajaran agama diracik sedemikian rupa sehingga dakwahnya bisa diterima seluruh lapisan masyarakat.

Dibawah ini adalah foto tulisan beliau yang memberi ijazah li khomsatun (aji-aji limo). Ijazah ini penulis ijazahkan secara umum kepada yang berkenan mengamalkan.

Kalimat Ijazah li khomsatun (aji-aji limo)

Semoga Berkah shalawat Likhomsatin warisan leluhur ini bisa memberikan manfaat kepada kita terutama bangsa Indonesia yang saat ini sedang menghadapi berbagai persoalan, seperti bencana dan Wabah corona.

Berkah Rasulullah SAW dan Ahlul Baitnya tersebut Allah memberikan Rahmatnya Kepada kita semua. Sehingga secepatnya virus ini diangkat dari negeri tercinta yang penduduknya masih banyak membaca shalawat kepada yang Mulia nabi.

Sekian.

Website Ini Menggunakan Cookies