Kategori: Shalat

Sujud sahwi (Pengertian, Sebab, Tata Cara, dan Bacaan)

Sebenarnya untuk sujud sahwi sudah pernah kami singgung pada tulisan tentang Meninggalkan Rukun, Sunah Ab’adh dan sunah haiat. disini kita akan lebih spesifik dalam membahas sujud sahwi, Baik itu tentang Bacaan sujud sahwi, Pengertian sujud sahwi, sebab sujud sahwi dan tata cara sujud sahwi.

Dasar Kesunnahan melakukan Sujud Sahwi

Adapun dasar disunnahkanya sujud sahwi adalah sabda Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam berikut ini:

اذا شك أحدكم فلم يدر أصلى ثلاثا أم أربعا فليلق الشك وليبن على اليقين وليسجد سجدتين قبل السلام ، فإن كانت صلاته تامة كانت الركعة ، والسجدتان نافلة له ، وإن كانت ناقصة كانت الركعة تماما للصلاة ، والسجدتان يرغمان أنف الشيطان

“Ketika Diantara kalian ragu, tidak ingat apakah telah melakukan shalat tiga rakaat atau empat rakaat maka buanglah rasa ragu itu dan lanjutkanlah pada hal yang diyakini (hitungan tiga rakaat) dan hendaklah melakukan sujud dua kali sebelum salam. Jika shalat tersebut sempurna maka tambahan satu rakaat dihitung (pahala) baginya dan dua sujud merupakan kesunnahan baginya, jika ternyata shalatnya memang kurang satu, maka tambahan satu rakaat menyempurnakan shalatnya dan dua sujud itu untuk melawan kehendak syaitan.” (HR. Abu Daud)

Sebab Sujud Sahwi

Sebenarnya banyak penyebab disunnahkan melakukan sujud sahwi. Syaikh Salim Bin Sumair Al-Hadhrami dalam kitab Safinatun Najah menjelaskan kepada kita dengan singkat dan mudah untuk dipahami tentang sebab sujud sahwi. Berikut ini adalah penjelasan Beliau:

Seseorang tersebut disunnahkan untuk melakukan sujud sahwi disebabkan empat perkara berikut ini:
1. Meninggalkan sebagian sunnah Ab’adh atau sebagian dari bagian sunnah Ab’adh.
2. Melakukan perkara yang apabila perkara tersebut dilakukan dengan sengaja menyebabkan batalnya sholat namun jika tanpa sengaja sholatnya tidak batal.
3. Memindahkan Rukun Qauli (Bacaan) pada selain tempatnya.
4. Melakukan Rukun Fi’li (Perbuatan) yang memiliki kemungkinan hal tersebut merupakan tambahan.

Penjelasan Tentang Sebab Sujud Sahwi

Kemudian di jabarkan oleh Syaikh Nawawi Al-Bantani dalam syarahnya Kasyifatus Saja seperti yang kami sarikan berikut ini

1. Meninggalkan sebagian sunah Ab’adh atau bagian dari Sebagian Sunnah Ab’adh

Dalam Kasyifatus saja syaikh Nawawi Al-bantani menjelaskan bahwa meninggalkan sebagian sunah ab’adh adalah meninggalkan satu dari 7 sunah ab’adh baik dilakukan dengan cara sengaja ataupun tidak.

Meninggalkan sebagian dari bagian sunah ab’adh adalah meninggalkan sebagian dari yang ada di dalam satu bagian sunah ab’adh semisal meninggalkan satu kalimat yang terdapat di dalam doa qunut yang sudah diajarkan Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wasallam.

Begitupun juga termasuk meninggalkan sebagian dari bagian sunah ab’adh adalah mengganti satu huruf dengan huruf yang lain. Adapun meninggalkan “Fa” dalam kalimat Fainnaka Taqdhi dan “Wawu” dalam Wa Innahu La Yadlillu. Karena dalam 2 kalimat diatas ada khilaf.

2. Melakukan perkara yang apabila perkara tersebut dilakukan dengan sengaja menyebabkan batalnya sholat namun jika tanpa sengaja maka sholatnya tidak batal.

Baik perkara-perkara tersebut menghasilkan bertambahnya rukun atau tidak. Contohnya seperti memperpanjang i’tidal, memperpanjang duduk diantara dua sujud karena keduanya termasuk rukun yang pendek (qashir).

Contoh yang lain adalah sedikit ucapan seperti lupa melakukan salam yang tidak pada tempatnya, dan menambahkan rakaat sholat.

3. Memindahkan Rukun Qauli (Bacaan) pada selain tempatnya.

Selain rukun qauli Syaikh Nawawi juga menambahkan bukan termasuk rukun. Contoh Rukun Qauli seperti membaca Surat Al-Fatihah atau hanya sebagian surat Al-Fatihah pada posisi duduk. Dan yang tidak termasuk rukun qauli contohnya adalah membaca surat ikhlas pada posisi duduk.

Hal diatas mengecualikan bacaan Tasbih, karena bacaan tasbih bisa diterima di mana saja menurut qaul yang mu’tamad, berbeda dengan qiraat, karena qiraat tidak boleh dilakukan selain pada tempatnya.

4. Melakukan Rukun Fi’li (Perbuatan) yang memiliki kemungkinan hal tersebut merupakan tambahan.

Dalam hal ini posisi orang yang sholat dalam keadaan ragu-ragu seperti contoh orang yang ragu dalam bilangan sholat, apakah sholat yang ia lakukan sudah empat rakaat atau baru tiga rakaat.

Jika terjadi hal yang demikian maka orang tersebut harus memilih bilangan yang paling kecil yakni tiga rakaat, dan orang tersebut harus menambah satu rakaat lagi.

Setelah orang tersebut menambahkan satu rakaat maka sebelum ia mengakhiri shalatnya dengan salam, maka sunah baginya untuk melakukan sujud sahwi dikarenakan ada kemungkinan orang tersebut menambah satu rakaat.

Bacaan Sujud Sahwi

Adapun Bacaan sujud sahwi adalah sebagai berikut ini:

Jika perkara yang menyebabkan sujud sahwi tersebut dilakukan dengan cara sengaja, bukan karena lupa atau ragu adalah sebagai berikut:

سُبْحاَنَ مَنْ لاَيَناَمُ وَلاَيَسْهُ

Bacan Sujud Sahwi Latin

Subhana Man Laa Yanaamu Walaa Yashu

Arti Bacaan Sujud Sahwi

“Maha suci Dzat yang tidak pernah tidur dan lupa”

Namun jika seorang mushalli (orang yang sholat) dengan sengaja meninggalkan suatu hal yang menyebabkan ia sujud sahwi menurut sebagian ulama yang di baca adalah Istighar:

اَسْتَغْفِرُ اللهَ العَظِيْم

“Astaghfirullahal ‘Adzim”

Bacaan Duduk Diantara Dua Sujud Dalam Sujud Sahwi

Bacaan Duduk diantara dua sujud sama dengan bacaan duduk diantara dua sujudnya sholat.

Doa duduk Diantara dua sujud:

رَبِّ اغْفِرْ لِيْ وَارْحَمْنِيْ وَاجْبُرْنِيْ وَارْفَعْنِيْ وَارْزُقْنِيْ وَاهْدِنِيْ وَعَافِنِيْ وَاعْفُ عَنِّيْ

Rabbighfirlii warhamnii wajburnii warfa’nii warzuqnii wahdinii wa ‘aafinii wa’fu ‘annii.

Artinya : “Ya Allah, ampunilah aku, kasihanilah aku, cukupilah aku, angkatlah derajatku, berikanlah rejeki kepadaku, berikanlah petunjuk kepadaku, berilah kesehatan kepadaku dan ampunilah aku.”

Tata Cara Melakukan Sujud Sahwi

Cara melakukan Sujud sahwi tidak sama dengan tata cara sujud tilawah maupun sujud syukur. Tata cara sujud sahwi sama dengan sujud sholat pada umumnya dan letak sujud sahwi ada pada rakaat terakhir setelah tahiyat akhir dan sebelum salam.

Namun jika seorang yang sedang sholat ingat kekuranganya setelah salam, sujud sahwi boleh dilakukan setelah salam dengan jarak waktu antara salam dan sujud sahwi yang akan dilakukan tidak lama.

Berapa Banyak sujud Dalam Sujud Sahwi?

Karena bentuk sujud sahwi dan sujud dalam sholat sama, maka jumlah jumlah sujud sahwi sebanyak dua sujud.

Berbeda dengan sujud tilawah dan sujud syukur yang hanya 1 kali sujud.

Karena jumlah sujud dalamm sujud sahwi sebanyak 2 kali sujud, maka ketika duduk diantara 2 sujud kita juga dianjurkan untuk membaca doa duduk diantara dua sujud seperti yang sudah kami sebutkan di atas.

7 Sunah Ab-adh Apabila Ditinggalkan Disunnahkan Untuk Sujud Sahwi

  1. Qunut
  2. Berdiri Ketika Qunut
  3. Membaca Shalawat dan Salam Pada Nabi, Keluarga dan Sahabat Pada Waktu Qunut
  4. Tasyahud awal
  5. Shalawat pada Nabi pada saat tahiyyat Awal
  6. Shalawat pada keluarga Nabi pada saat tahiyyat akhir
  7. Duduk tasyahud awal.

Ke-7 perkara diatas bila ditinggalkan dianjurkan untuk melakukan sujud sahwi.

Lupa Tidak Sujud Sahwi

Lantas bagaimana jika kita lupa tidak melakukan sujud sahwi?

Apabila seseorang lupa tidak melakukan sujud sahwi, Jika waktu antara salam dan ingat untuk sujud sahwi pendek, bagi orang tersebut masih disunahkan untuk melakukan sujud sahwi, namun jika waktunya panjang maka kesunahan tersebut sudah hilang.

Sengaja Tidak Melakukan Sujud Sahwi

Hukum dengan sengaja tidak melakukan sujud sahwi tidak sampai membatalkan sholat, karena hukum dari sujud sahwi adalah sunnah Muakkad.

Sekian Panduan atau tata cara sujud sahwi, semoga bermanfaat untuk pembaca sekalian. Wallahu A’lam…

Website Ini Menggunakan Cookies