Siapakah Orang-Orang Yang Berhak Menerima Zakat?

Disyariatkanya Zakat Fitrah Terjadi Pada tahun ke-2 Hijriyah bersamaan dengan diperintahkanya puasa Ramadhan. Rasulullah صلّى الله عليه وسلّم Memerintahkan Untuk membayar zakat sebagaimana hadits yang diriwayatkan oleh Imam Bukhari dan Imam Muslim:

فَرَضَ رَسُوْلُ اللهِ صلى الله عليه وسلم زَكَاةَ الْفِطْرِ صَاعاً مِنْ تَمَرٍ، أوْصَاعاً مِنْ شَعِيْرٍ، عَلَى الْعَبْدِ وَالْحُرِّ، وَالذَّكَرِ وَالأُنْثَى، وَالصَّغِيْرِ وَالْكَبِيْرِ مِنَ الْمُسْلِمِيْنَ، وَأمَرَ بِهَا أنْ تُؤَدَّى قَبْلَ خُرُوْجِ الناَّسِ إلى الصَّلَاةِ

Artinya : “Rasulullah SAW telah mewajibkan zakat Fitrah sebanyak satu sha’ kurma atau gandum atas orang muslim baik budak dan orang biasa, laki-laki dan wamita, anak-anak dan orang dewasa, beliau memberitahukan membayar zakat Fitrah sebelum berangkat (ke masjid) ‘Idul Fitri” (HR Bukhari dan Muslim)

Siapa Saja Orang-Orang Yang Berhak Menerima (Mustahiq) Zakat Fitrah?

orang-orang yang berhak menerima zakat

Zakat tidak bisa diberikan kepada sembarang orang ada ketentuan-ketentuan yang harus diperhatikan tentang siapa saja orang-orang yang berhak untuk mendapatkan zakat.

Baca Juga :  Niat zakat Lengkap Dan Doa Menerima Zakat

Termasuk juga waktu mengeluarkan zakat fitrah juga memiliki ketentuan-ketentuan waktu yang harus dipenuhi.

Firman Allah Subhanahu Wa Ta’ala dalam surat At-Taubah Ayat 60 :

إِنَّمَا الصَّدَقَاتُ لِلْفُقَرَاء وَالْمَسَاكِينِ وَالْعَامِلِينَ عَلَيْهَا وَالْمُؤَلَّفَةِ قُلُوبُهُمْ وَفِي الرِّقَابِ وَالْغَارِمِينَ وَفِي سَبِيلِ اللّهِ وَابْنِ السَّبِيلِ فَرِيضَةً مِّنَ اللّهِ وَاللّهُ عَلِيمٌ حَكِيمٌ

Artinya : “ Sesungguhnya zakat-zakat itu, hanyalah untuk orang-orang fakir, orang-orang miskin, pengurus-pengurus zakat, para mu’allaf yang dibujuk hatinya, untuk (memerdekakan) budak, orang-orang yang berhutang, untuk jalan Allah dan untuk mereka yang sedang dalam perjalanan, sebagai suatu ketetapan yang diwajibkan Allah, dan Allah Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana.”(QS. At-taubah : 60)

Sesuai dengan Firman Allah Subhanahu Wa Ta’ala Dalam Surat At-Taubah Ayat 60 diatas, Ada 8 golongan yang berhak menerima zakat (mustahiq) baik zakat fitrah atau zakat harta:

1. Fakir ( orang yang tidak mempunyai harta atau pekerjaan yang layak yang bisa mencukupi kebutuhan-kebutuhannya baik sandang, papan dan pangan)
2. Miskin (orang yang mempunyai harta atau mata pekerjaan akan tetapi tidak mencukupi.)
3. Amil (Petugas Pengumpul dan Pembagi Zakat)
4. Muallaf (Orang yang baru masuk Islam)
5. Riqab (Orang yang memerdekakan budak)
6. Gharim (Orang yang memiliki hutang yang bukan untuk keperluan maksiat dan tidak mampu untuk membayarnya)
7. Sabilillah (Orang yang berjuang dijalan Allah)
8. Ibnu Sabil (Musaffir yang bebergianya tidak dalam maksiat dan memiliki kepayahan dalam perjalananya)

Baca Juga :  Batas Awal dan Akhir Waktu Pembayaran Zakat Fitrah

Perlu diketahui bahwa pengangguran yang mampu bekerja dan ada lowongan pekerjaan halal yang dan layak tetapi tidak mau bekerja karena malas, bukan termasuk fakir/miskin. 

Untuk Prosentase pengeluaran zakat yang lain seperti zakat tijaroh dan pertanian bisa dilihat dihalaman lain di website ini (Baca : Tabel Prosentase dan Nishob Zakat)