Cara Mengetahui Shalat Yang Harus di Qadha Ketika Haid atau Nifas Terhenti

Bagi wanita haid, istihadhoh dan nifas bukanlah hal yang asing. Namun tidak sedikit kaum hawa yang kurang memahami tentang kebiasaan rutin mereka. Tentang larangan-larangan saat haid ataupun saat mengalami istihadhoh dan bagaimana cara menghukumi apakah yang dialami itu haid atau istihadhoh.

Maka bagi wanita hukum mempelajari ilmu haid adalah wajib. Rekanita yang ingin lebih tahu tentang masalah kewanitaan, bisa buka website ini dihalaman-halaman sebelumnya.

Mengetahui Jadwal datang dan berhentinya darah haid adalah hal yang sangat urgent karena ini berkaitan dengan jumlah shalat yang harus di qadha. Seperti kita ketahui bahwasanya Shalat adalah hal pokok dalam agama.

Kita mulai  dari masalah zawalul mani’ ( Hilangnya penghalang ) untuk melakukan sholat. Saat Haid atau Nifas terhenti seorang wanita kembali harus melakukan kewajibanya sebagai hamba yaitu mengerjakan shalat.

Berikut kami sampaikan tentang adanya kemungkinan kewajiban Qadha Shalat bagi wanita yang selesai menjalani masa haid dan nifasnya:

 JADWAL BERHENTINYA HAID ATAU NIFAS

Jika Haid atau nifas berhenti di waktu sholat dan waktu yang tersisa hanya cukup untuk melakukan takbirotul ihram :

  1. Jika Haid atau Nifas terhenti pada waktu dhuhur maka wajib baginya untuk Qadha Dhuhur.
  2. Jika Haid atau Nifas terhenti pada waktu ashar maka wajib baginya untuk Qadha Dhuhur dan Ashar.
  3. Jika Haid atau Nifas terhenti pada waktu Maghrib maka wajib baginya untuk Qadha Maghrib.
  4. Jika Haid atau Nifas terhenti pada waktu Isya’ maka wajib baginya untuk Qadha Maghrib dan Isya’.
  5. Jika Haid atau Nifas terhenti pada waktu subuh maka wajib baginya untuk qadha subuh.

Jika Haid atau Nifas berhenti di waktu shalat dan waktu yang tersisa Cukup digunakan untuk Bersuci dan Shalat:

  1. Haid terhenti di waktu dhuhur wajib Ada’ shalat dhuhur.
  2. Haid terhenti di waktu ashar wajib ada’ shalat ashar.
  3. Haid terhenti di waktu Maghrib Wajib Ada’ shalat Maghrib.
  4. Haid terhenti di waktu isya’ wajib Ada’ shalat Isya’.
  5. haid terhenti di waktu shubuh wajib ada’ shalat shubuh.

Jika Haid atau nifas berhenti di waktu sholat dan waktu yang tersisa tidak cukup untuk melakukan takbirotul ihram :

  1. Jika Haid atau Nifas terhenti pada waktu dhuhur maka wajib baginya untuk Qadha Dhuhur dan Ada’ Ashar
  2. Jika Haid atau Nifas terhenti pada waktu ashar maka wajib baginya untuk Tidak wajib shalat Asyar
  3. Jika Haid atau Nifas terhenti pada waktu Maghrib maka wajib baginya untuk Qadha Maghrib Ada’ Isya
  4. Jika Haid atau Nifas terhenti pada waktu Isya’ maka wajib baginya untuk Tidak wajib shalat Isya’.
  5. Jika Haid atau Nifas terhenti pada waktu subuh maka wajib baginya untuk Tidak wajib shalat subuh.

Selanjutnya Untuk mengetahui Jumlah total shalat yang harus di qadha kita juga wajib tahu kapan datangnya waktu haid, apakah waktu datangnya cukup kita gunakan untuk melakukan shalat atau tidak, adakah sebelum shalat kita mengalami hal-hal yang menyebabkan shalat tidak di kerjakan semisal Gila atau ayan.

Baca Juga :  Definisi Dan Cara Shalat Wanita yang Istihadloh

JADWAL DATANGNYA HAID DAN NIFAS

Jika Antara Masuknya Waktu shalat dan Datangnya Haid atau Nifas cukup digunakan shalat sekaligus bersucinya dan shalat sebelumnya sudah dikerjakan:

  1. Haid atau Nifas datang pada waktu dhuhur wajib shalat dhuhur
  2. Haid atau Nifas datang pada waktu Ashar wajib shalat ashar
  3. Haid atau Nifas datang pada waktu Magrib wajib shalat Magrib
  4. Haid atau Nifas datang pada waktu Isya’ wajib shalat Isya’
  5. Haid atau Nifas datang pada waktu Wajib shalat Magrib

Jika haid atau nifas datang, dan shalat-shalat tersebut belum dikerjakan maka ketika terhenti wajib baginya qadha seperti jadwal diatas.

Misal, Seorang Wanita  mengalami haid atau nifas sudah masuk dhuhur dan antara waktu masuknya shalat dhuhur dengan waktu keluarnya darah haid cukup untuk melakukan bersuci dan shalat, akan tetapi Wanita tersebut belum melakukan shalat Dhuhur ternyata darah haid sudah keluar . Maka ketika Haid terhenti ia Wajib untuk Qadha dhuhur.

Jika Antara Masuknya Waktu shalat dan Datangnya Haid atau Nifas cukup digunakan shalat sekaligus bersucinya dan shalat sebelumnya belum dikerjakan Karena Adanya Pencegah datangnya shalat selain Haid:

  1. Haid atau Nifas datang pada waktu Dhuhur dan sebelum datangnya haid mengalami gila wajib baginya shalat Dhuhur
  2. Haid atau Nifas datang pada waktu ashar dan sebelum datangnya haid mengalami gila wajib baginya shalat Dhuhur dan ashar
  3. Haid atau Nifas datang pada waktu Maghrib dan sebelum datangnya haid mengalami gila wajib baginya shalat Maghrib
  4. Haid atau Nifas datang pada waktu sya’ dan sebelum datangnya haid mengalami gila wajib baginya shalat Magrib dan Isya’
  5. Haid atau Nifas datang pada waktu Subuh dan sebelum datangnya haid mengalami gila wajib baginya shalat Subuh.

Jika haid atau nifas datang, dan shalat-shalat tersebut belum dikerjakan maka ketika terhenti wajib untuk nya qadha seperti jadwal diatas.

Baca Juga :  Belajar Tentang Haid

Misal, Seorang Wanita  mengalami haid atau nifas sudah masuk Ashar dan sebelumnya mengalami penyakit Gila dan antara waktu masuknya shalat Ashar dengan waktu keluarnya darah haid cukup untuk melakukan bersuci dan shalat, akan tetapi Wanita tersebut belum melakukan shalat Dhuhur ternyata darah haid sudah keluar . Maka ketika Haid terhenti ia Wajib baginya Qadha Dhuhur dan Ashar.

Jika Antara Masuknya Waktu shalat dan Datangnya Haid atau Nifas tidak cukup digunakan shalat sekaligus bersucinya dan shalat sebelumnya belum dikerjakan Karena Adanya Pencegah datangnya shalat selain Haid:

  1. Haid atau Nifas datang pada waktu Dhuhur dan sebelum datangnya Haid mengalami gila Baginya tidak wajib shalat dhuhur.
  2. Haid atau Nifas datang pada waktu Ashar dan sebelum datangnya Haid mengalami gila Baginya tidak wajib shalat Ashar.
  3. Haid atau Nifas datang pada waktu Magrib dan sebelum datangnya Haid mengalami gila Baginya tidak wajib shalat Maghrib.
  4. Haid atau Nifas datang pada waktu Isya’ dan sebelum datangnya Haid mengalami gila Baginya tidak wajib shalat Isya’.
  5. Haid atau Nifas datang pada waktu Subuh dan sebelum datangnya Haid mengalami gila Baginya tidak wajib shalat Subuh.

Misal, Seorang Wanita  mengalami haid atau nifas sudah masuk Ashar dan sebelumnya mengalami penyakit Gila dan antara waktu masuknya shalat Ashar dengan waktu keluarnya darah haid tidak cukup untuk melakukan bersuci dan shalat, akan tetapi Wanita tersebut belum melakukan shalat Dhuhur ternyata darah haid sudah keluar . Maka ketika Haid terhenti ia tidak Wajib Qadha shalat yang ditinggalkan.

Dari Uraian diatas dapat kita ambil ketahui bahwa shalat yang harus di qadha harus dihitung dari kapan mulai dan juga kapan berhentinya haid bukan hanya pada saat haid berhenti saja.

Satu Contoh lagi :

Seorang wanita mengalami haid pada waktu dhuhur, dan waktu pertama keluarnya darah cukup untuk melakukan shalat sekaligus bersucinya tapi karena teledor wanita tersebut belum sempat melakukan shalat dhuhur darah haid sudah keluar. Kemudian haid wanita tersebut terhenti pada waktu ashar dan waktu terhentinya haid hanya cukup untuk takbiratul ikhram. Maka wajib bagi wanita tersebut untuk 2 qadha dhuhur dan 1 ashar (1 dhuhur yang ditinggalkan ketika datangnya haid, 1 dhuhur  bersama ashar ketika haid terhenti. karena shalat dan dhuhur dan ashar termasuk salah satu shalat yang bisa dikumpulkan).

Wassalam

Komentar ditutup.