Salah satu Bukti kecerdasan Sayyidina Ali Karomallahu Wajhah

 

keutamaan ilmu
Image caption : by Nu.or.id

Salah satu sahabat dan menantu Baginda nabi adalah Sayyidina Ali. Beliau dikenal wara’ dan zuhud serta sangat cerdas. kecerdasan dan kepintaran sayyidina ali ini di abadikan dalam Hadits yang begitu masyhur.

Nabi bersabda :

انا مدينة العلم وعليّ بابها

“Saya adalah kota ilmu dan Ali Pintunya”.

Mendengar Sabda Nabi tentang keutamaan sayyidina Ali ini, muncul kedengkian dari orang-orang Khawarij. Mereka mengumpulkan sepuluh kelompok dari para pembesar mereka untuk menguji Sayyidina Ali.

Mereka mengatakan ” Kita akan menanyakan kepada Ali satu pertanyaan, Dan kita akan melihat bagaimana ali menjawabnya. jika Ali menjawab satu pertanyaan dengan jawaban yang berbeda-beda maka Benarlah yang di katakan nabi.” Setelah disepakati, satu persatu datang kepada Ali.

Orang Pertama datang dengan pertanyaan ” Apakah Ilmu lebih utama dari pada harta?

Ali Menjawab : ” Ilmu Lebih utama dari pada harta”. 

Orang pertama : ” mana Dalilnya?”

Ali :“Ilmu adalah warisan Para nabi sedangkan harta adalah warisan Qarun, Syaddad, Fir’aun dan lainya.” Orang pertama inipun pergi dengan membawa jawaban dari pertanyaanya.

Datang orang kedua dengan pertanyaan yang sama yakni ” Apakah ilmu lebih utama dari pada harta?”.

Ali : ” Ilmu lebih utama dari pada harta” 

Orang kedua : ” Dalilnya mana?”

Ali : ” Bagi pemilik harta, ia akan menjaga hartanya dan bagi pemilik ilmu, ilmunya lah yang akan menjaganya.

Orang kedua pun pulang dengan alasan yang berbeda dari jawabanya. Orang ketiga dan seterusnya pun sama datang dengan pertanyaan yang sama dan mendapatkan jawaban dengan alasan yang berbeda-beda.

untuk orang ketiga Ali menjawab :“Ilmu lebih utama dari pada harta, Pemilik harta memiliki banyak musuh, sedangkan pemilik ilmu memiliki banyak sahabat”

Jawaban Untuk Orang keempat : “Ilmu lebih utama dari harta, ketika harta dibelanjakan  maka akan berkurang, ketika ilmu di amalkan maka akan bertambah.”

Jawaban Untuk orang kelima : ” Ilmu lebih utama dari pada harta, Pemilik harta di panggil dengan sebutan bakhil sedangkan pemilik ilmu dipanggil dengan panggilan mulia dan agung”

Jawaban Untuk orang ke enam : “Ilmu lebih utama dari pada harta, harta dijaga dari pencuri sedangkan ilmu tidak dijaga dari pencuri.”

Jawaban Untuk Orang ke Tujuh : “Ilmu lebih utama dari pada harta, Pemilik harta akan dihisab dihari kiamat, sedangkan pemilik ilmu akan memberikan syafa’at”.

Jawaban Untuk orang ke Delapan : “Ilmu lebih utama dari pada harta, Harta akan rusak dengan lamanya diam dan berlalunya waktu, sedangkan ilmu tidak akan pernah lebur dan rusak”.

Jawaban Untuk orang ke sembilan : “Ilmu lebih utama dari pada harta, Harta itu mengeraskan hati , sedangkan ilmu menerangi hati”.

Jawaban untuk orang ke sepuluh : “Ilmu lebih utama dari pada harta, Pemilik harta dengan hartanya mengaku-ngaku sebagai tuan, sedangkan pemilik ilmu dengan ilmunya mengakui sifat kehambaan”

Kemudian Sayyidina Ali berkata: “Jika kalian semua (khawarij) datang kepadaku dengan pertnyaan yang sama, maka aku akan memberikan jawaban yang berbeda -beda selama aku masih hidup”.

Akhirnya mereka semua menghadap kepada Sayyidina Ali Karamallahu wajhahu untuk bertobat dan kembali kepangkuan islam.

Baca Juga :  Mu'adzin ini bertanya tentang kebenaran sebuah hadits kepada Nabi melalui mimpi