Puasa Arafah, Puasa yang dapat menghapus dosa dua tahun

Keutamaan puasa arafah, keutamaan puasa tarwiyah keutamaan bulan puasa dzulhijah

Adakah Puasa yang dapat menghapus dosa dua tahun? Setiap tahun kita selalu memperingati dua hari raya, yakni hari raya idul fitri dan hari raya idul adha. Sebelum melaksanakan ibadah sholat idul adha, Pada hari sebelumnya kita disunnahkan menjalani dua ibadah puasa dan salah satu puasa tersebut memiliki keutamaan menghapus dosa dua tahun. Biasanya Puasa dua hari sebelum idul adha disebut dengan puasa dzulhijjah, puasa besar, puasa tarwiyah dan arafah.

Kesunahan Puasa Tarwiyah dan Puasa Arafah

Dua hari puasa yang sering dilakukan umat islam sebelum sholat idul adha tanggal 10 dzulhijjah dinamakan puasa tarwiyah dan puasa arafah. Puasa tarwiyah dilaksanakan pada tanggal 08 dzulhijjah, sedangkan puasa arafah dilaksanakan pada tanggal 9 dzulhijjah.

Puasa Arafah dan Tarwiyah sunnah untuk dilaksanakan oleh umat islam, Namun bagi orang yang sedang melaksanakan Ibadah haji tidak disunnahkan untuk melaksanakan puasa arafah tanggal 08 dzulhijah dengan alasan Ittiba’ atau mengikuti baginda Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wasallam.

Keutamaan Puasa Arafah dan Tarwiyah

Banyak sekali keutamaan dari menjalankan puasa termasuk salah satu hadits yang Diriwayatkan dari Abu Said Al-Khudri, radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: 

“Tidaklah seorang hamba berpuasa sehari di jalan Allah melainkan Allah pasti menjauhkan dirinya dengan puasanya itu dari api neraka selama tujuh puluh tahun.” (HR Bukhari Muslim)

Disebutkan pula dalam hadits Qudsi bahwa Puasa adalah amalan yang pahalanya Allah sendiri yang akan membalasnya:

“Puasa ini adalah untuk-Ku, dan Aku-lah yang akan membalasnya. Sungguh dia telah meninggalkan syahwat, makanan dan minumannya semata-mata karena Aku”

Sedangkan untuk keutamaan puasa Arafah dan Tarwiyah adalah sebagaimana hadits yang diriwayatkan oleh Abu Qatadah rahimahullah, Rasulullah bersabda:  

صوم يوم عرفة يكفر سنتين ماضية ومستقبلة وصوم يوم عاشوراء يكفر سنة ماضية  

“Puasa hari Arafah dapat menghapuskan dosa dua tahun yang telah lepas dan akan datang, dan puasa Asyura (tanggal 10 Muharram) menghapuskan dosa setahun yang lepas” (HR Muslim).

Kemudian dalam kitab Jami’ul Ahadits , XIV, 34 :

Baca Juga :  Tata Cara Dan Doa Shalat Istikharah

صَومُ يَوْمِ التَّرْوِيَّةِ كَفَّارَةٌ سَنَةً وَصَوْمُ يَوْمِ عَرَفَةَ كَفَّارَةٌ سَنَتَيْنِ

Puasa Hari Tarwiyah menghapus dosa setahun, dan puasa Hari Arafah menghapus dosa dua tahun

Lantas seperti apakah bentuk pengampunan dosa yang akan datang?

Maksud dari ampunan dosa yang akan datang disampaikan oleh Imam Nawawi:

وقال بعضهم معناه إذا ارتكب فيها مَعْصِيَةً جَعَلَ اللَّهُ تَعَالَى صَوْمَ يَوْمِ عَرَفَةَ الْمَاضِي كَفَّارَةً لَهَا كَمَا جَعَلَهُ مُكَفِّرًا لِمَا فِي السَّنَةِ الْمَاضِيَةِ

“Sebagian ulama berkata bahwa jika seseorang melakukan dosa di tahun depan maka puasa Arafah tahun lalu dijadikan penebus dosanya, sebagaimana puasa Arafah tersebut untuk penebus dosa yang lalu.”

dijelaskan juga dalam kitab Majmu'(6:381):

وَقَالَ بَعْضُهُمْ مَعْنَاهُ أَنَّ اللَّهَ تَعَالَى يَعْصِمُهُ فِي السَّنَةِ الْمُسْتَقْبَلَةِ عَنْ ارْتِكَابِ مَا يَحْتَاجُ فِيهِ إلَى كَفَّارَةٍ

“Sebagian ulama berkata bahwa Allah memberi penjagaan bagi orang tersebut di tahun depan untuk melakukan dosa yang memerlukan penghapusan.”

Dosa-dosa yang dihapus bukanlah dosa-dosa besar namun dosa-dosa kecil dan juga bukan dosa adami (yang berhubungan dengan Hak adami).

10 hari Awal Bulan Dzulhijjah adalah hari-hari yang sangat istimewa

Tidak hanya puasa dua hari pada tanggal 8-9 dzulhijah (tarwiyah dan Arafah) yang memiliki keutamaan. Sepersepuluh hari pertama bulan dzulhijah juga memiliki banyak keutamaan. Bahkan dalam salah satu hadits Ibnu Abbas Radliyallahu ‘anhuma meriwayatkat sabda Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam:  

ما من أيام العمل الصالح فيها أحب إلى الله من هذه الأيام يعني أيام العشر قالوا: يا رسول الله! ولا الجهاد في سبيل الله؟ قال: ولا الجهاد في سبيل الله إلا رجل خرج بنفسه وماله فلم يرجع من ذلك شيء  

“Tidak ada perbuatan yang lebih disukai oleh Allah, daripada perbuatan baik yang dilakukan pada sepuluh hari pertama di bulan Dzulhijjah. Para sahabat bertanya : ‘Ya Rasulullah, walaupun jihad di jalan Allah? Sabda Rasulullah, ‘Walau jihad pada jalan Allah kecuali seorang lelaki yang keluar dengan dirinya dan harta bendanya, kemudian kembali tanpa membawa apa-apa.” (HR Bukhari)

Baca Juga :  7 Syarat Sujud Yang Harus Diketahui

Bulan Dzulhijja ternyata memiliki keutamaan-keutamaan yang luar biasa. Lantas bagaimana Niat Puasa Arafah dan Tarwiyah?

Niat Puasa Dzulhijjah (Arafah dan Puasa Tarwiyah)

Dibawah ini adalah Bacaan Niat Puasa Dzulhijjah Latin, Arab dan artinya. Yakni Puasa Tarwiyah tangal 8 Dzulhijjah dan Niat Puasa Arafah tanggal 9 Dzulhijah.

Niat Puasa Tarwiyah , Latin, Arab Dan Artinya

Niat Puasa Tarwiyah tanggal 8 dzulhijah Arab:

نويتُ صومَ تَرْوِيَة سُنّةً لله تعالى

Niat Puasa tarwiyah latin:

“Nawaitu Shouma Tarwiyata Sunnatal Lillahi Ta’ala”

Artinya:

Saya niat puasa Tarwiyah, sunnah karena Allah ta’ala

Niat Puasa Arafah Latin, Arab Dan artinya

Niat Puasa Arafah Arab:

نويتُ صومَ عرفة سُنّةً لله تعالى

Niat Puasa Arafah Latin:

“Nawaitu Shouma Arofata Sunnatal Lillahi Ta’ala”

Artinya:
Saya niat puasa Arafah, sunnah karena Allah ta’ala

Setelah menjalankan Ibadah Puasa Idul Adha (Tarwiyah dan Arafah) kemudian pada pagi harinya kita menjalankan ibadah sholat Idul Adha kemudian melakukan penyembelihan binatang kurban.

Bagi anda yang ingin berkurban, sebaiknya perhatikan apakah hewan kurban anda sudah memenuhi syarat, untuk mengetahui syarat-syarat hewan kurban anda bisa mengunjungi halaman ini, Kami juga menuliskan untuk anda yang ingin menjadi bilal idul adha di website ini.

Dan Perlu diketahui juga 3 hari setelah hari raya idul adha, yakni pada tanggal 11,12,13 Dzulhijjah kita diharamkan untuk berpuasa.

Kebetulan Puasa Tarwiyah dan Arafah tahun 1441 H ini jatuh pada tanggal 29-30 Juli 2020 dan Hari Raya Idul Adha 1441 jatuh pada tanggal 31 Juli 2020. Dengan mengetahui keutamaan puasa tarwiyah dan arafah yang dapat menghapus dosa dua tahun seperti keterangan diatas, Apakah masih kurang motivasi untuk menjalankan kesunahan tersebut?

Wallahu ‘A’lam