Puasa di bulan Rajab Bid’ah? Mari kita Lihat Pendapat Para Ulama

Setiap kali memasuki bulan Rajab, banyak kita temukan di Story Instagram, di Timeline-timeline media sosial dan pesan berantai di whatsapp yang mengatakan bahwasanya puasa bulan Rajab adalah bid’ah, dan setiap bid’ah adalah sesat, Larangan Puasa di bulan Rajab itu tidak ada dalilnya dan masih banyak lagi. Lantas benarkah tidak ada dalil untuk puasa dibulan rajab? Mari kita simak pendapat para ulama dibawah ini.

dalil puasa rajab

Fathul Bari Syarah Sahih Bukhari karya al-Hafidz Ibnu Hajar, VI/238:

Para ulama yang menganjurkan puasa Rajab beristinbath (menggali dalil) dengan hadis berikut:


قُلْت يَا رَسُول اللَّه لَمْ أَرَك تَصُومُ مِنْ شَهْر مِنْ الشُّهُور مَا تَصُوم مِنْ شَعْبَان ، قَالَ : ذَلِكَ شَهْرٌ يَغْفُلُ النَّاس عَنْهُ بَيْنَ رَجَبٍ وَرَمَضَان ، وَهُوَ شَهْر تُرْفَعُ فِيهِ الْأَعْمَال إِلَى رَبّ الْعَالَمِينَ فَأُحِبُّ أَنْ يُرْفَعَ عَمَلِي وَأَنَا صَائِمٌ “


Wahai Rasulullah, saya tidak menjumpai Engkau berpuasa di bulan-bulan yang lain sebagaimana Engkau berpuasa di bulan Sya’ban. Rasulullah menjawab: “Sya’ban adalah bulan yang dilupakan oleh orang-orang antara bulan Rajab dan Ramadlan. Bulan  Sya’ban adalah bulan laporan amal kepada Allah. Maka saya senang amal saya dilaporkan sementara saya dalam kondisi berpuasa” (HR Nasai, Abu Dawud dan disahihkan oleh Ibnu Khuzaimah.

Baca Juga :  Kenapa Kita Harus Menggunakan Kitab Kuning?

Ibnu Hajar Menilai Hadits diatas juga Shahih. Al-hafidz Ibnu Hajar Mengatakan :


فَهَذَا فِيْهِ إِشْعَارٌ بِأَنَّ فِي رَجَبَ مُشَابَهَةً بِرَمَضَانَ، وَأَنَّ النَّاسَ يَشْتَغِلُوْنَ مِنَ الْعِبَادَةِ بِمَا يَشْتَغِلُوْنَ بِهِ فِي رَمَضَانَ، وَيَغْفُلُوْنَ عَنْ نَظِيْرِ ذلِكَ فِي شَعْبَانَ. لِذَلِكَ كَانَ يَصُوْمُهُ. وَفِيْ تَخْصِيْصِهِ ذَلِكَ بِالصَّوْمِ – إِشْعَارٌ بِفَضْلِ رَجَبَ، وَأَنَّ ذَلِكَ كَانَ مِنَ الْمَعْلُوْمِ الْمُقَرَّرِ لَدَيْهِمْ.

 
Hadis ini memberi penjelasan bahwa bulan Rajab dan Ramadlan memiliki kesamaan dalam hal keutamaan. Dan Rasulullah yang menyebut secara khusus tentang puasa juga memberi penjelasan tentang keutamaan Rajab” (Tabyin al-Ajab hal. 2)

Pendapat Sahabat Ibnu Umar Radliyallahu anhuma:


عن ابن عمر أنه: ” كان إذا رأى الناس وما يعدونه لرجب كرهه وقال: صوموا منه وأفطروا ” (ص 230) . صحيح. أخرجه ابن أبى شيبة (2/182)


Ibnu Umar jika melihat orang-orang bersiap-siap terhadap bulan Rajab, beliau tidak senang terhadap hal itu. Dan Ibnu Umar berkata: “Berpuasalah kalian di bulan Rajab, dan berbukalah kalian” (Riwayat Ibnu Abi Syaibah. Dinilai sahih oleh ulama salafi dalam Irwa’ al-Ghalil)

Pendapat Empat Madzhab:

Berikut kami kutipkan Pendapat dari 4 Madzhab (Hanafi, Maliki, Syafi’i, Hanbali):


ُنْدَبُ صَوْمُ شَهْرِ رَجَبَ وَشَعْبَانَ بِاتِّفَاقِ ثَلَاثَةٍ مِنَ الْأَئِمَّةِ وَخَالَفَ الْحَنَابِلَةُ ( الْحَنَابِلَةُ قَالُوْا : إِفْرَادُ رَجَبَ بِالصَّوْمِ مَكْرُوْهٌ إِلَّا إِذَا أَفْطَرَ فِي أَثْنَائِهِ فَلَا يُكْرَهُ ) (الفقه على المذاهب الأربعة – ج 1 / ص 895)

Baca Juga :  [ Dalilnya Mana?? ] Ini Dalilnya Ngalap Berkah

“Dianjurkan puasa bulan Rajab dan Sya’ban, berdasarkan kesepakatan 3 madzhab (Hanafi, Maliki dan Syafii). Sedangkan madzhab Hanbali berbeda. Mereka berkata: Mengkhususkan bulan Rajab dengan berpuasa adalah makruh, kecuali tidak melakukan puasa di bulan Rajab secara penuh selama 1 bulan” (al-Fiqh ala Madzahib al-Arba’ah 1/895)

Pendapat Ulama Wahabi :

Mufti Wahabi membolehkan puasa Rajab:


ﻭﺃﻣﺎ ﺻﻮﻡ ﺭﺟﺐ ﻣﻔﺮﺩا ﻓﻤﻜﺮﻭﻩ، ﻭﺇﺫا ﺻﺎﻡ ﺑﻌﻀﻪ ﻭﺃﻓﻄﺮ ﺑﻌﻀﻪ ﺯاﻟﺖ اﻟﻜﺮاﻫﺔ. 
اﻟﻠﺠﻨﺔ اﻟﺪاﺋﻤﺔ ﻟﻠﺒﺤﻮﺙ اﻟﻌﻠﻤﻴﺔ ﻭاﻹﻓﺘﺎء
ﻋﻀﻮ … ﻋﻀﻮ … ﻧﺎﺋﺐ ﺭﺋﻴﺲ اﻟﻠﺠﻨﺔ … اﻟﺮﺋﻴﺲﻋﺒﺪ اﻟﻠﻪ ﺑﻦ ﻗﻌﻮﺩ … ﻋﺒﺪ اﻟﻠﻪ ﺑﻦ ﻏﺪﻳﺎﻥ … ﻋﺒﺪ اﻟﺮﺯاﻕ ﻋﻔﻴﻔﻲ … ﻋﺒﺪ اﻟﻌﺰﻳﺰ ﺑﻦ ﻋﺒﺪ اﻟﻠﻪ ﺑﻦ ﺑﺎﺯ

Puasa bulan Rajab saja (tanpa puasa di bulan sebelum atau sesudah Rajab) adalah makruh. Jika puasa di sebagian Rajab dan sebagian lagi tidak puasa, maka tidak makruh.Lembaga Kajian Ilmu dan Fatwa (Arab Saudi). Ketua Syekh Abd Aziz bin Abdullah bin Baz

Yang Menjadi Pertanyaan, Mengikuti ulama mana yang membid’ahkan puasa di bulan Rajab?