Pilih Mana, Tarawih 8 Rakaat atau 20 Rakaat? (Bagian 2)

Dalil tentang tarawih 8 rakaat atau 20 rakaat

(Bagian Kedua)

Terus mau pilih yang mana? ya terserah maunya kita sendiri2, wong yang tahu kekuatan badan kita, ya kita sendiri, bukankah Allah memerintahkan kita agar kita bertaqwa kepada-Nya atas kemampuan kekuatan kita, mau yang paling sedikit 8 rekaatnya, atau 20, atau 30 rekaat, tapi jangan dikira yang paling sedikit rekaatnya itu justru paling cepat selesainya, monggo disimak, dengan apik, bijak, dan seksama dibawah ini :


1. Sholat Tarawih 8 rekaat :


Berdasarkan dalil berikut :
• Hadits Abu Salamah ibn Abdurrahman, riwayat imam Bukhari(1873, 2013 & 3569) :
” عن أَبِىْ سَلَمَةَ بنِ عَبْدِ الرَّحْمَنِ  أَنَّـهُ سَأَلَ عَائِـشَـةَ  كَــيْـفَ كَاَنـــتْ صَـلاَةُ رَسُوْلِ اللهِ  فِىْ رَمَضَـاْنَ، فَقَالَـتْ : مَاْ كَاْنَ يَــزِيْـدُ فِىْ رَمَضَـاْنَ وَلاَ فِىْ غَــيْـرِهِ عَلَىْ إِحْــدَىْ عَـشْـرَةَ يُصَــلِّىْ أَرْبـَـعًا فَلاَ تـــَـسَـلْ عَنْ حُسْنِـهِــنَّ وَطُــوْلِــهِــنَّ ثــُمَّ يُصَــلِّىْ أَرْبــَعًـا فَلاَ تــَسْـأَلْ عَنْ حُسْنِــهِــنَّ وَطُــوْلِــهِــنَّ ثـــُمَّ يُصَــلِّىْ ثــَلاَثـــًا فَــقُـلْتُ : يَاْ رَســُوْلَ اللهِ أَتــَـنَـاْمُ قَــبْـلَ أَنْ تـــُـوْتِــرَ؟ قَاْلَ : يَاْ عَاْئِـشَــةُ إِنَّ عَــيْـنَـيَّ تـَنَــاْمَاْنِ وَلاَ يَـنَــاْمُ قَــلْـبـــِىْ ” رواه البخارى [فتح البارى : 4 / 205]


” Dari Abu Salamah Ibn Abd.Rahman, ia bertanya kepada Aisyah RA. tentang bagaimana shalat Rasul Allah dalam bulan Ramadhan, ia menjawab: Rasul Allah SAW mengerjakan shalat ( baik dalam ) bulan ramadhan atau diluar ramadhan tidak lebih dari 11 ( sebelas ) rakaat, Beliau shalat ( pertama kali ) 4 rakaat, dan jangan tanya kamu tentang bagus, indah dan panjangnya shalat itu, kemudian (pada tahap kedua ) shalat lagi dengan 4 rakaat, dan jangan tanya tentang bagus, indah dan panjangnya shalat itu, terakhir beliau shalat dengan 3 rakaat witir, Aku bertanya : Ya Rasul Allah adakah engkau tidur sebelum mengerjakan shalat witir?, Beliau menjawab: Hai Aisyah, sesungguhnya dua mataku tidur, sedangkan hatiku tidak (pernah) tidur ” 


• Atsar yang diriwayatkan oleh Imam Malik , dari Muhammad ibn Yusuf dari As-Saib ibn Yazid :

Baca Juga :  10 Pertanyaan Seputar Bulan Ramadhan


” أَمَرَ عُمَرُ بْنُ الْخَطَّابِ أُبَيَّ بْنِ كَعْبٍ وَ تَمِيْمًا اَلدَّاْرِىْ أَنْ يَقُوْمَا لِلنَّاْسِ بِإِحْدَىْ عَشْرَةَ رَكْعَةً، قَـاْلَ : وَقَدْ كَاْنَ اَلْقَاْرِئُ يَقْرَأُ بِالْمِئـِيْنَ حَتَّى كُنَّاْ نـَعـْتَمِدُ عَلَىْ الْعِصِىِّ مِنْ طُوْلِ َاْلقِيَامِ وَ مَا كُنَّا نَنْصَرِفُ إِلاَّ فِىْ بُزُوْغِ الـــْفـَجـْرِ” [شرح الزرقانى : 1/238] 

” Khalifah Umar bin Khattab memerintahkan sahabat Ubay ibn Ka’ab dan Tamim Ad-Dary agar mengimami shalat Tarawih bersama orang-orang dengan 11 rakaat, Rowi berkata : Dan waktu itu Imam membaca surah Al-Qur’an yang terdiri ratusan Ayat sehingga kita bersandar kepada tongkat karena panjangnya berdiri, dan shalat tidak selesai kecuali sudah masuk (terbit) fajar “


• Hadits Hudzaifah ra., yang diriwayatkan oleh Imam Muslim :


” أَنَّــهُ صَلَّىْ مَعَ النَّبِىِّ  لَيْــلَـةً فَقَرَأَ اَلْبَقــَرَةَ وَ آلَ عِمْرَانَ وَ النِّسَاءَ فِىْ رَكـــْعَــةٍ وَ كَاْنَ إِذَا مـَرَّ بِآيــَةٍ فِيْهَاْ تَسْبِيْحٌ سَبَّحَ أَوْ سُؤَالٌ سَأَلَ أَوْ تَعَــوُّذٌ تَعـــَوَّذَ ، ثُمَّ رَكَعَ نَحْوًا مِمَّا قَاْمَ ثُمَّ قَاْمَ نَحْوًا مِمَّا رَكَعَ ثُمَّ سَجَدَ نَحْوًا مِمَّا قام” [صحيح مسلم : 1/312 – فتح الباري شرح صحيح البخاري : 3/19 – البدر المنير في تخريج الأحاديث والأثار الواقعة في الشرح الكبير : 4/221]


” Sesungguhnya sahabat Hudzaifah ra. shalat ( tarawih ) bersama dengan Nabi Muhammad SAW pada suatu malam, kemudian beliau ( dalam shalat itu setelah membaca surat Al-Fatihah ) membaca surat Al-Baqarah, Aali Imran dan An-Nisa’ dalam satu rakaat, dan dalam membaca Al-Qur’an beliau apabila menjumpai Aayat yang ada Tasbihnya beliau membaca Tasbih, dan apabila menjumpai ayat permohonan, beliau memohon kepada Allah dan begitu juga apabila ada ayat perlindungan, beliau memohon perlindungan kepada Nya, (setelah selesai membaca Al-Qur’an) beliau lalu ruku’, (lamanya ruku’ tersebut) sama seperti waktu berdiri, kemudian berdiri dari ruku’ (iktidal), dimana lamanya sepadan dengan lamanya ruku’, kemudian beliau sujud, yang lamanya juga sepadan dengan waktu berdiri dari ruku’ (iktidal).

Baca Juga :  Yang diharamkan sebab haid


Melihat dan memperhatikan hadits tersebut, sholat Tarawih dengan 8 rekaat dan sholat Witir dengan 3 rekaat, rekaat dan amalan2 sholatnya seperti ruku’, I’tidal, sujud dan lainnya sangat panjang sekali, sebagai standarnya adalah bacaan Al-Qur’an, Al-Qur’an yang dibaca sebagaimana dijelaskan dalam hadits ke 2 dengan ratusan ayat sementara dalam hadits yang ke 3 secara gamblang dan terang ratusan ayat yang dibaca dalam satu rekaat itu berupa 662 ayat terdiri dari surat Al-Baqarah : 286 ayat, Ali-Imron :200 ayat dan An-Nisa’ : 176 ayat, belum lagi lama ruku’ I’tidal dan sujud, yang lamanya hampir menyamai lama bacaan Al-Qur’an, karena itulah sholatnya selesai hampir mendekati sholat fajar (hadits ke 2).

Melihat dan memperhatikan hadits tersebut, sholat Tarawih dengan 8 rekaat dan sholat Witir dengan 3 rekaat, rekaat dan amalan2 sholatnya seperti ruku’, I’tidal, sujud dan lainnya sangat panjang sekali, sebagai standarnya adalah bacaan Al-Qur’an, Al-Qur’an yang dibaca sebagaimana dijelaskan dalam hadits ke 2 dengan ratusan ayat sementara dalam hadits yang ke 3 secara gamblang dan terang ratusan ayat yang dibaca dalam satu rekaat itu berupa 662 ayat terdiri dari surat Al-Baqarah : 286 ayat, Ali-Imron :200 ayat dan An-Nisa’ : 176 ayat, belum lagi lama ruku’ I’tidal dan sujud, yang lamanya hampir menyamai lama bacaan Al-Qur’an, karena itulah sholatnya selesai hampir mendekati sholat fajar (hadits ke 2).


Adakah diantara kita yang mampu atau kuat melakukan sholat Tarawih 8 rekaat, dengan meniru hadits ini? Allahu A’lam, barangkali tidak akan ada yang mampu menjalankannya.


Lalu, sebaiknya bagaimana ….?


Sumber : https://web.facebook.com/muhammad.h.muslih.9/posts/2802856506417381