Perbedaan Mukim, Mustauthin dan Musafir

Dalam salah satu syarat sah sholat jumat adalah seseorang itu harus ada 40 orang yang musthauthin. lantas apakah perbedaan mukim, musthauthin dan musafir?

Dijelaskan didalam kitab Qurrotul ‘ain bi fatawi ismail zain bahwasanya perbedaan antara Musafir, Mukim dan Musthauthin adalah :

Musafir : Seseorang yang tidak memiliki tujuan bermukim lebih dari empat hari. Golongan ini tidak diwajibkan sekaligus tidak mengesahkan sholat jum’at. Namun boleh-boleh saja baginya untuk mengikuti sholat jum’at bersama penduduk setempat.

Muqim : Orang yang memiliki tujuan untuk bermuqim lebih dari empat hari atau bahkan menetap sampai bertahun-tahun, asalkan ada niat untuk kembali ke tanah kelahiranya. Orang-orang yang muqim ini wajib melakukan shalat jum’at bersama dengan ahli jum’at, namun keberadaanya tidak dapat mengesahkan shalat jum’at.

Mustauthin : Orang yang bertempat tinggal ditanah kelahiranya atau berpindah ketempat lain, dan golongan ini tidak punya niat untuk kembali ke tanah kelahiranya. Golongan ini wajib melaksanakan shalat jum’at sekaligus mengesahkan shalat jum’at.

Referensi :

قرة العين بفتاوى إسماعيل زين : ص : ٨١