Najiskah percikan air dan tanah yang mengenai kita Saat hujan?

Saat musim hujan tentunya kita pernah terkena percikan air dari tanah yang terguyur hujan. Satu sisi kita punya kewajiban untuk mencari nafkah disisi yang lain kita juga punya kewajiban untuk melaksanakan ibadah, Padahal kita tidak membawa pakaian ganti. Bagaimana hukum percikan air dan tanah yang mengenai tubuh kita saat musim hujan yang mana tanah dijalanan tersebut tidak lepas dari benda-benda najis?

Seperti yang kita ketahui bahwa suci dari najis dan hadats adalah syarat sah shalat. Shalat kita tidak akan sah jika anggota badan ataupun pakaian kita terdapat najis.

namun kita juga tahu bahwasanya najis adakalanya di ma’fu karena hal-hal tertentu. Dan berikut jawaban dari pertanyaan tentang ” Bagiamana hukum percikan air hujan yang mengenai kita saat dijalan?”

Imam Ghazali berpendapat bahwa pakaian yang terkena percikan lumpur maupun air karena sulitnya untuk menghindari maka hal itu dimaafkan.[1]

Begitu juga pendapat imam Rafi’i:

Jika diyakini jalan tersebut ada najisnya, maka hukumnya dimaafkan jika percikan tersebut hanya sedikit, namun jika percikan tersebut banyak maka tidak dimaafkan, sebagaimana hukumnya najis-najis yang lain.[2]


Pranala :

  • [1] Kitab Al-Wajiz (Syarhul Kabir) karya Imam Al-Ghazali
  • [2] Imam Ar-Rafi’I dalam kitabnya Al-Aziz Syarhul Wajiz
  • nu.or.id