≡ Menu

Minimal Dan Maksimal Waktu Haid

in Fiqih Wanita
MINIMAL DAN MAKSIMAL WAKTU HAID

Sebelumnya sudah kita bahas tentang pengertian haid, sifat dan warna darah haid. Sekarang kita akan melanjutkan tentang minimal waktu haid dan maksimal Waktu Haid. Jika anda belum sempat membacanya, silahkan buka link diatas.

Minimal Haid

Paling sedikitnya masa haid adalah satu hari satu malam  atau perkiraan  sama dengan  sehari semalam yaitu 24 jam, Apabaila dalam masa hitungan 24 jam tersebut disela-selai oleh masa terhentinya darah maka semunya dihukumi sebagai haid, akan tetapi dengan catatan keluarnya darah tidak sampai 15 hari dan tidak kurang dari minimal masa haid.

Ketentuan diatas merupakan pendapat yang mu’tamad (qoul sahbi) sedangkan menurut qoul Laqthi masa dimana seseorang itu tidak mengeluarkan darah maka dianggap suci.

Ulama-Ulama yang Mentashih Qoul sahbi adalah:

  1. Imam Ghazali
  2. Imam Rafi’i
  3. Imam Mutawalli
  4. Imam Sarokhsy
  5. Dan Masih Banyak ulama-ulama masyhur lainya yang mengikuti pendapat ini.

Ulama-Ulama Yang Mentashih Qaul Talfiq adalah:

  1. Imam Ruyani
  2. Imam Abu Hamid
  3. Imam Muslim Al-Razy
  4. Dan masih banyak lagi ulama-ulama lain yang tidak diragukan Kalimanya[¹].

3 Klasifikasi Minimal Masa Haid

  1. Aqollul wahdah (Minimal haid tidak bersamaan dengan Umumnya haid dan maksimal haid). Contoh :seorang wanita mengeluarkan darah haid terus menerus dalam waktu dua puluh empat jam secara terus menerus seperti mulai subuh sampai subuh.
  2. Aqol ma’al Ghalib (Minimal haid disertai dengan umumnya haid). Contoh : Seorang wanita yang mengeluarkan darah dalam masa 24 jam dalam lingkup waktu 6-7 hari
  3. Aqol Ma’al aktsar (Minimal Haid disertai dengan maksimal haid). Contoh : Seorang wanita yang mengeluarkan darah dalam masa 24 jam secara terpisah dalam lingkup waktu 15 hari.[²]

Catatan : Darah dianggap Ittishol / terus menerus jika dalam Miss V wanita tersebut diberi kapas, maka akan tampak bercak darah [³].

Baca Juga :  Yang diharamkan sebab haid

Maksimal Haid

Haid memiliki batas waktu, tidak semua darah yang keluar dari rahim wanita yang melebihi angka 15 hari dapat dikatakan sebagai haid.

Maksimal atau paling lama waktu haid adalah 15 hari lima belas malam. sehingga jika darah keluar melebihi batas waktu tersebut maka statusnya adalah Istihadloh.

Pertama Kali Haid Darah yang keluar terputus-putus?

Bagi orang yang pertama kali haid / Menstruasi pasti akan mengalami kebingungan disaat keluarnya darah haid terputus-putus. contoh, hari ini keluar darah, besoknya darah terhenti dan lusa keluar lagi. jika seseorang yang baru pertama kali haid mengalami kejadian seperti ini bagaimana fuqoha’ memberikan solusi?

Bagi Mubtada’ah (orang yang baru haid pertama kali) jika mengalami kejadian seperti diatas maka disaat darah terhenti Ia harus melakukan aktifitas sebagaimana orang yang suci seperti sholat, puasa dan lainya dan jika darah keluar  lagi maka ia harus melakukan aktifitas sebagaimana orang haid, meninggalkan semua yang dilarang bagi orang yang sedang haid. Kewajiban Mandi jika darah yang dikeluarkan sudah mencapai minimal masa haid yaitu 24 jam. jika belum sampai 24 jam ia hanya berkewajiban untuk wudhu.[4]

 


[¹] RERENSI KITAB : Al-Hawi Al-Kabir Lil Imam Abi Al-hasan Ali ibni muhammad ibni habib Almawardi, Juz 1, Hal : 364-450

[²] REFERENSI KITAB : Hasyiah Al-bajuri ‘ala ibni Al-qasim Al-Ghazi, Juz 1, Hal : 110

[³] REFERENSI KITAB : Hasyiah Al-Syaikh Sulaiman Al Jamal, Juz 1, Hal: 237

[4] REFERENSI KITAB : Roudhothut Tholibin Lil Al-Syaikh Muhyiddin Yahya  ibni Syarof Abi Zakariyya An-Nawawi, Juz 01, Hal 195

Silahkan Bagikan Jika Bermanfaat: