Kisah Islami 002: Wanita Baik Yang Tidak Mendapat Ridla Suami

Sebaik-baik Istri adalah

Dalam kitab An-Nawadir Syaikh Syihabuddin Al-Qolyubi menceritakan tentang seorang wanita yang baik dalam ibadahnya namun tidak mendapatkan Ridlo dari suami.

Judul Asli dalam kisah islami yang penuh hikmah ini adalah “Keutamaan Taat”.

Dikisahkan Ada seorang pemuda dari Bani Israil mengalami sakit yang sangat berat, Kemudian sang ibu dari pemuda tersebut bernadzar apabila Allah ‘Azza wa Jalla menyembuhkan sakit anaknya ia akan keluar dari dunia ini selama 7 hari.

Kemudian Allah Ta’ala menyembuhkan penyakit pemuda tersebut, akan tetapi Ibu dari pemuda yang sakit ini tidak kunjung menjalankan apa yang menjadi janjinya kepada Allah Ta’ala.

Kemudian pada suatu malam Ibu dari pemuda tersebut tidur dan datanglah seseorang dalam tidurnya dan mengatakan:

“Penuhilah Nadzarmu, Supaya musibah yang besar tidak datang kepadamu!”

Maka ketika pagi datang Ibu tersebut memanggil anaknya dan menceritakan peristiwa yang terjadi pada malam tersebut, dan meminta anaknya untuk menggali kubur di pemakaman umum.

Ketika Masuk Kedalam Kubur sang ibu ini Bedoa:

“Ya Tuhanku, Hamba dengan segala kelemahan dan kemampuanku ini berusaha untuk memenuhi nadzarku, Hamba mohon jagalah diri hamba di dalam kubur dari semua bahaya”

Kemudian anak dari ibu tersebut memasukkan tanah dan memendam Ibunya di dalam kubur tersebut.

Setelah sang anak pulang, Di dalam kubur sang ibu mengalami kejadian yang luar biasa. Tiba-tiba dari arah Kepala sang ibu keluar cahaya yang sangat terang seperti keluar dari lubang tembok.

Kemudian Ibu tersebut mendekati lubang tempat keluarnya cahaya dan melihat sebuah taman. Dilihatnya di taman tersebut ada dua orang wanita yang kemudian memanggilnya.

“Wahai Wanita, kemarilah dan bergabung bersama kami”.

Tiba-tiba saja lubang tembok tersebut melebar, kemudian ibu dari pemuda tersebut mendatangi kedua wanita yang memanggilnya.

Ketika sampai di taman tempat kedua wanita tersebut, dilihatnya telaga yang sangat indah yang Airnya bening dan sangat bersih. Kemudian Ibu tersebut duduk diantara dua wanita tersebut dan mengucapkan salam kepada keduanya.

Namun mereka berdua tidak menjawab salam dari ibu ini dan ditanyakan kepada mereka.

“Kalian berdua ini wanita yang sangat cantik, dan memiliki perkataan yang bagus, Apa yang mencegah kalian dari menjawab salamku?”

Baca Juga :  Kisah Islami 008: Penyembah Api Yang Masuk Islam Dan Dahsyatnya Tawassul Dengan Hari Jum'at

“Sesungguhnya Salam adalah bentuk ketaatan dan kami tercegah untuk melakukanya” Jawab Kedua wanita cantik tersebut.

Ketika Ibu dari pemuda tersebut duduk, tiba-tiba datang seekor burung yang hinggap di kepala salah satu dari dua wanita cantik tadi dan mengipas-ngipaskan sayapnya kepada wanita tersebut.

Kemudian burung tadi hinggap ke kepala wanita cantik yang satunya lagi dan terus mematuk kepala wanita cantik tersebut.

Maka Ibu dari pemuda yang sembuh dari sakit tersebut bertanya kepada wanita pertama yang Kepalanya dikipas-kipas oleh burung.

” Sebab Apa, Engkau mendapatkan kemuliaan ini?”

Wanita Pertama menjawab: “Ketika Aku hidup di dunia memiliki seorang suami, dan aku adalah orang yang sangat taat kepadanya, Kemudian ketika aku keluar dari dunia suamiku Ridlo kepadaku. Maka Allah memuliakanku dengan kemuliaan seperti ini”

Kemudian Kepada Wanita yang kepalanya dipatuk burung Ibu dari pemuda tadi bertanya,

“Sebab Apa yang menjadikanmu mendapatkan siksaan seperti ini?”

Wanita Kedua Menjawab: ” Sesungguhnya Aku ini adalah wanita yang sangat baik, Ketika aku hidup di dunia aku memiliki seorang suami dan aku bermaksiat kepadanya, dan ketika aku keluar dari dunia suamiku masih dalam keadaan marah kepadaku. Untuk Kebaikanku Allah Ta’ala Menjadikan Kuburku ini sebuah taman yang indah, Dan Allah menghukumku dengan siksaan ini karena kemarahan suamiku.

Maka aku minta tolong kepadamu, jika kamu nanti keluar dari kubur ini tolong sampaikan kepada suamiku untuk menolongku,dan barangkali ia mau meridhaiku.”

Maka setelah lewat 7 hari, Kedua wanita tersebut berkata kepada ibu yang bernadzar tadi:

“Berdirilah, dan masuklah ke kuburmu karena anakmu sudah datang untuk mengambilmu.”

Maka ketika Ibu tersebut masuk kedalam kuburnya, ternyata anaknya sedang menggali lubang kubur tersebut kemudian mengeluarkan sang Ibu dari liang kubur tersebut dan mereka berdua pulang ke rumah.

Tidak berselang lama, Kabar tentang dirinya yang keluar dari dunia (Dikubur) demi memenuhi nadzar menjadi mashur.

Banyak orang berziarah kepada ibu tersebut dan salah satunya adalah suami dari wanita yang meminta pertolongan saat di dalam kubur.

Diceritakan kepada suami dari wanita yang ada di alam kubur tersebut tentang keadaan istrinya, dan disampaikan pula permohonan istrinya barangkali suaminya mau memberikan ridlanya.

Baca Juga :  Kisah Islami 001 : Ibadahnya Orang-Orang Shalih

Mendengar kisah dari Ibu tersebut, hatinya luluh dan iapun memberikan ridlanya Kepada Istrinya yang sudah tiada.

Ketika Ibu dari pemuda tersebut tidur ia melihat wanita yang meminta pertolongan kepadanya saat di alam kubur berkata:

“Sebab dirimu, aku terbebas dari siksaan yang menimpaku dan Semoga Allah Ta’ala mengampuni semua kesalahanmu dan Selalu memberikan kebaikan Kepadamu”


Dari kisah diatas dapat kita petik banyak hikmah diantaranya:

Pentingnya saling pengertian antara suami Istri agar tercipta sebuah keluarga yang harmonis, tidak hanya di dunia saja, namun juga kelak di Akhirat.

Ridho dari suami untuk para Istri adalah hal pokok. Seberapa taatnya seorang istri namun ketika ia keluar dari dunia tanpa mendapatkan Ridha dari suami tidak ada jaminan baginya untuk selamat dari siksaan.

Maka bagi seorang istri harus pintar-pintar dalam mencari Ridla dari Suami. Sebuah pengingat ketika seorang istri sedang dalam keadaan marah kepada suami agar tidak berlarut-larut kami cantumkan sabda Rasulullah Shallallahu Alaihi Wa Sallam:

وعن أم سلمة رضي الله عنها، قالت قال رسول الله – صلى الله عليه وسلم أيما امرأة ماتت، وزوجها عنها راض دخلت الجنة رواه الترمذي، وقال حديث حسن

Artinya, “Dari Ummu Salamah RA, ia berkata bahwa Rasulullah SAW, ‘Perempuan mana saja yang meninggal dunia, sedangkan suaminya bersikap ridha atasnya, niscaya ia masuk surga,’” (HR At-Tirmidzi).

Dan bagi seorang suami jangan semena-mena memperlakukan istri, terkadang seorang istri berani kepada suami bukan karena ia buruk dalam prilakunya akan tetapi bisa juga disebabkan perlakuan seorang suami tersebut yang burung dan kurang bijaksana.

Bukankah kita ingin menjadi umat yang dapat meneladani dan selalu mengikuti sunah Baginda nabi. Alangkah baiknya jika seorang suami selalu memegangi Sabda Baginda nabi berikut ini:

 خيركم خيركم لأهله، وأنا خيركم لأهلي 

“Sebaik-baik kalian adalah yang terbaik sikapnya terhadap keluarga. Dan aku adalah yang terbaik di antara kalian terhadap keluargaku.” (HR Ibnu Majah)