Kisah Harun Al-Rasyid Dan orang Yang Di dalam penjara

[rank_math_breadcrumb]
Kisah Islami : Harun Al-Rasyid dan Seseorang yang dipenjara

Kisah Islami yang penuh hikmah kali ini berkaitan dengan sebaik-baik penolong adalah Allah Subhanahu Wata’ala.

Pada kesempatan Kali ini, kami akan menceritakan kisah antara Raja Harun Al-Rasyid (salah satu Raja dari Dinasti Abbasiyah) dengan salah satu penghuni penjara. Dan Berikut ini kisahnya:

Dikisahkan bahwasanya beberapa orang prajurit memberitahukan kepada Harun Al-Rasyid bahwasanya mereka telah menangkap sepuluh orang perampok. Kemudian mereka memohon perintah kepada Raja Harun Al-Rasyid berkaitan dengan para perampok tersebut.

Raja Harun Al-Rasyid memerintahkan kepada para prajurit tersebut untuk menghadirkan kesepuluh perampok tersebut kehadapanya.

Ketika masih dalam perjalanan salah satu perampok berhasil melepaskan diri. Hal ini membuat para prajurit dilanda kebingungan. salah satu dari mereka berkata:

“Jika kita hanya membawa sembilan orang saja ke hadapan Raja, Pasti Raja akan menuduh kita telah mengambil harta dari perampok yang lari tadi dan menyembunyikan dia, Tentunya kita akan mendapatkan Hukuman dari Raja. Sebaiknya kita tangkap satu orang yang kita temukan di jalan sebagai ganti dari perampok yang kabur tadi ”.

Tiba-tiba saja lewat rombongan haji. Mereka pun mengambil satu orang dari rombongan haji tersebut dan dikumpulkan beserta dengan sembilan orang tangkapan mereka ebagai ganti perampok yang kabur.

Begitu mereka sampai kepada Khalifah, 10 orang tersebut langsung dijebloskan kedalam penjara. Akhirnya mereka mendekam di penjara untuk beberapa waktu.

Kemudian penjaga penjara bertanya kepada para perampok tersebut:

“Adakah keluarga ataupun kenalan kalian yang bisa membantu menolong dan menjamin kalian di hadapan sang raja?”

“Iya!” Jawab mereka.

Akhirnya para prajurit tersebut memerintahkan mereka untuk menemui saudara ataupun kenalan yang dapat menjamin mereka.

Baca Juga :  Kisah Islami 005: Ibnu Sirrin, Siang Tertawa Dan Malam Menangis

Kemudian para perampok tersebut menemui Raja dengan menyerahkan dari masing-masing orang sebanyak 10 ribu dirham sebagai jaminan.

Akhirnya para prajurit membebaskan semua perampok kecuali satu orang yang tidak lain adalah anggota rombongan haji yang mereka tangkap guna menggenapi jumlah tangkapan mereka. Dan tinggalah ia di dalam penjara sendirian.

Kemudian Penjaga penjara bertanya kepada orang tersebut:

“Adakah seseorang yang bisa menjaminmu?”

“Tidak” jawab orang tersebut.

Kemudian ia bertanya kepada penjaga penjara:

Andaikan aku menulis surat untuk khalifah apakah engkau bersedia menyampaikanya?”

“Iya, bisa!” Jawab penjaga penjara tersebut

Kemudian orang tersebut meminta kertas dan tinta kepada penjaga penjara tersebut dan menulis surat:

“Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pengasih dan Maha Penyayang.

Dari Hambamu yang hina dina ini Kepada Tuhanku Yang Maha Agung.

‘Amma Ba‘du:
Sesungguhnya Ada orang yang menolong para makhlukmu dari perbuatan dosa dan Aniaya yang mereka lakukan. Orang-orang tersebut menolong makhluk-makhluk mu di hadapan Raja. Dan Raja pun melepaskan mereka, Dan kini tinggal aku sendirian di dalam penjara.

Dan Engkau Wahai Tuhanku adalah Dzat yang menjadi saksi bagiku dan Yang Menjadi Penolongku.
Dan aku adalah hambamu yang tidak berbuat dosa”

Melihat tulisan tersebut, penjaga penjara tersebut berkata:

“Aku tidak berani menyampaikan suratmu kepada Raja, pikirkanlah kira-kira dimana aku bisa meletakkan suratmu itu”.

“Letakkanlah suratku di teras penjara saja” kata orang yang dipenjara tersebut.

Kemudian penjaga penjara tersebut meletakkan surat tersebut di teras penjara.

Baca Juga :  Sebab Taubat dan Wushulnya Dzun Nun Al mishri (Kisah Hikmah)

Ketika penjaga penjara meletakkan surat tersebut, tiba-tiba saja surat tersebut terbang ke langit.

Malam itu juga Raja Harun Al-Rasyid bermimpi melihat malaikat turun dari langit. Kemudian Malaikat tersebut mengambil Raja Harun Al-Rasyid dan membawanya ke angkasa. Kemudian Malaikat tersebut berkata kepada Raja Harun Al-Rasyid:

“Wahai Harun, Sembilan orang dari para makhluk tersebut telah mendapatkankan jaminan di depanmu, dan kau pun mengampuninya dan melepaskanya dari penjara, Dan sesungguhnya Sang Pencipta Yang Maha Mulia telah memberikan jamin kepada satu orang. Jika kamu tidak melepaskanya maka kamu akan mendapatkan Kehancuran!!!”.

Raja Harun Al-Rasyid kemudian terjaga dari mimpinya, Ia ketakutan dan kemudian memanggil semua penjaga penjara.

“Siapakah Orang yang kalian tahan?” tanya Raja kepada para penjaga tersebut.

Kemudian penjaga penjara menceritakan tentang satu orang yang ada didalam penjara tersebut.

“Hadirkan orang tersebut dihadapanku!!”. Perintah Raja kepada para penjaga penjara.

Kemudian laki-laki tersebut dihadapkan kepada Raja Harun Al-rasyid. Ketika sampai di hadapan Raja, Laki-laki tersebut di suguh dengan manisan dan Raja sendiri yang menyuapi laki-laki tersebut sampai kenyang.

Setelah itu laki-laki tersebut di bawa ke pemandian, diberikan perhiasan kepadanya, diberikan pula kepadanya 70 kendaraan dan 70 pelayan.

Kemudian Raja memerintahkan kepada prajuritnya untuk memberikan pengumuman yang isinya:

“Barangsiapa yang meminta pertolongan kepada makhluk, maka ia diberi 10 ribu dirham dan dia selamat. Dan Barangsiapa memohon pertolongan kepada Sang Pencipta maka lihatlah apa yang diberikan Harun Al-Rasyid kepadanya.”

Disarikan dari kitab An-Nawadir

Sekian.