≡ Menu

Kisah Abu Yazid dan calon tetangganya disurga

in Hikmah
kisah sufi

Dikisahkan saat sufi agung Abu Yazid Al-busthami merasakan nikmatnya bermunajat kepada Allah, hatinya terasa lunak dan merasakan kenyamanan yang luar biasa sehingga membuat akalnya serasa terbang ke Arsyi dan melihat sebuah tempat yang indah disurga.

Dalam hati beliau mengatakan inilah tempat baginda Nabi Muhammad ﷺ , Betapa beruntungnya jika aku bisa bertetangga dengan yang mulia nabi ﷺ.

Setelah selesai dari munajatnya, beliau mendapatkan bisikan (hatif) yang mengatakan ” Sesungguhnya pelayan syaikh yang berada dinegeri seberang akan menjadi tetanggamu di surga”.

Karena dilanda penasaran, kemudian Abu Yazid bergegas pergi untuk mencari dan melihat calon tetangganya disurga tersebut sesuai dengan bisikan (hatif) yang ia terima dengan jarak tempuh kurang lebih 100 farsakh (1 farsah : 5km).

Sesampai dinegeri yang dimaksud Abu Yazid bertanya kepada penduduk setempat tentang pelayan syaikh yang akan menjadi tetangganya disurga.

“Aku melihat diwajahmu tanda-tanda orang shalih, untuk apa engkau mencari orang yang fasik dan peminum arak itu”. Jawaban penduduk dinegeri itu. Abu Yazid pun tersentak kaget.

Alangkah menyesal dan kecewanya Abu Yazid mendengar tentang sifat dan perilaku dari orang yang dicarinya yang akan menjadi tetangganya disurga, hatinya berkata: “Mungkin saja bisikan yang aku terima datangnya dari syaitan”.

Abu Yazid sempat ingin mengurungkan niatnya untuk mencari orang tersebut dan kembali ke negerinya namun setelah dipikir lagi keinginan untuk kembali ke negerinya diurungkan. “Aku sudah berjalan jauh ketempat ini dan aku tidak sempat melihat wajahnya?” tanyanya dalam hati.

Untuk mengobati rasa penasaranya kemudian Abu Yazid bertanya lagi kepada penduduk negeri tersebut : ” Tunjukkan kepadaku dimanakah rumah orang tersebut dan dimanakah aku bisa menemuinya?”.

“Dia biasanya sibuk mabuk-mabukan dengan teman-temanya ditempat itu”. Tunjuk orang-orang dinegeri tersebut.

Baca Juga :  Cerita Sebuah Foto

Kemudian Abu Yazid mendekati tempat minum-minum tersebut dan dilihatnya pelayan syaikh tersebut duduk diantara 40 orang yang sedang mabuk.

Setelah melihat sendiri apa yang dilakukan pemuda tersebut, Abu Yazid merasa putus asa dan beranjak pergi. Namun tiba-tiba dari kejauhan terdengar panggilan dari orang yang dicarinya tersebut. “Wahai Abu Yazid, Wahai Guru dari kaum muslimin setelah kau datang dari jauh dengan susah payah dan penuh rintangan, kenapa kau tidak menemui tetanggamu disurga ini. Kau sudah menemukanku, namun kenapa kau tidak mengucapkan salam kepadaku dan malah terburu-buru untuk pergi?”.

Abu Yazid pun heran dengan yang di ucapkan orang tersebut “Ini adalah perkara rahasia, kenapa dia bisa mengetahui semuanya?” gumamnya dalam hati.

“Tidak usah bingung dan heran wahai Syaikh, Sesungguhnya yang menyuruhmu kesini telah memberitahuku akan kedatanganmu, Masuklah dan duduklah sebentar bersamaku” pinta pemuda itu.

Kemudian Abu Yazid masuk ketempat orang tersebut dan duduk bersamanya. “Wahai Pemuda, jelaskan kepadaku tentang kejadian ini?” Tanya Abu Yazid.

Kemudian pemuda tersebut menjelaskan :” Tidak layak bagi seorang kekasih Allah itu masuk surga sendirian. Dulunya jumlah mereka (pemabuk) itu ada 80, kemudian aku bersungguh-sungguh untuk menyadarkanya. Dan Sadarlah mereka, kemudian mereka bertaubat dan mereka menjadi sahabat dan tetanggaku disurga. Dan sekarang masih adalah 40 orang dan itu tugasmu untuk menyadarkanya.”

ketika 40 pemabuk itu mendengar percakapan antara pemuda dan Abu yazid tersebut dan mengetahui bahwa yang dihadapan mereka adalah Abu Yazid, Guru Para Muslimin dan Penghulu para Sufi. Seketika 40 pemuda tersebut bertaubat dan mengikuti jalan para shalihin. Jadilah mereka 82 orang sahabat dan tetangga disurga.

Silahkan Bagikan Jika Bermanfaat: