Khutbah Jum’at : Bagaimana Seorang Mukmin Menyikapi Pandemi Covid 19

KHUTBAH MENYIKAPI VIRUS CORONA

Khutbah jum'at: sikap seorang mukmin dalam menyikapi covid 19

khutbah 1

الْحَمْدُ لله الْحَمِيْدِ فِيْ وَصْفِهِ وَفِعْلِهْ ، الْحَكِيْمِ فِيْ خَلْقِهِ وَأَمْرِهِ ، الرَّحِيْمِ فِيْ عَطَائِهِ وَمَنْعِهِ ، الْمَحْمُوْدِ فِيْ خَفْضِهِ وَرَفْعِهِ ، الْخَافِضِ وَالرَّافِعِ بِمُصِيْبَتِهِ ، أَشْهَدُ أَنْ لاَ إلٰهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ فِيْ كَمَالِهِ وَمَجْدِهْ ، وَأَشْهَدُ أَنْ سَيِّدَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ ، أَفْضَلُ مُرْسَلٍ مِنْ عِنْدِهِ ، اللهم صَلِّ وَسَلِّمْ وَبَارِكْ وَتَرَحَّمْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ أَفْضَلِ خَلْقِهْ ، وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَجُنْدِهِ ، وَالتَّابِعِيْنَ وَتَابِعِيْهِمْ إِلَى يَوْمِ وَعْدِهِ
:أَمَّا بَعْدُ
فَيَآ أَيُّهَا الْحَاضِرُوْنَ ، اِتَّقُوا اللهَ تَعَالَى حَقَّ تُقَاتِهِ وَلاَ تَمُوْتُنَّ إِلاّ وَأَنْتُمْ مُسْلِمُوْنَ

Hadirin jama’ah jum’ah Rohimakumulloh.

Marilah kita terus berusaha meningkatkan kualitas keimanan dan ketaqwaan kita kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala dengan melaksanakan semua perintah-perintah-Nya dan menjauhi semua laranga-larangan-Nya, karena dengan cara inilah Insya Allah kita akan mendapatkan keselamatan baik di dunia ini terlebih lagi kelak di alam akhirat.

Hadirin jama’ah jum’ah Rohimakumulloh.

Sebagaimana telah kita ketahui bersama dari berbagai media informasi bahwa pada saat ini negara kita sudah dinyatakan sebagai daerah yang telah terjangkit virus corona, ada beberapa saudara-saudara kita yang sudah terjangkit, bahkan sudah ada yang meninggal dunia karena virus ini, untuk itu kita ucapkan inna lillahi wainna ilaihi rohi’un.

Dan dalam menghadapi Virus ini, Pemerintah kita sudah mengambil langkah-langkah tepat yaitu meliburkan kegiatan belajar mengajar di sekolah selama 14 hari dan menghimbau kepada semua masyarakat termasuk kita agar sebisa mungkin tidak melakukan kegiatan di luar rumah dan tidak melakukan kegiatan-kegiatan yang melibat banyak masa, kebijakan ini bertujuan memutus mata rantai penyebaran virus ini yang memang mudah menular melalui interaksi dan kontak fisik dengan orang yang telah terjangkit.

Hadirin jama’ah jum’ah Rohimakumulloh.

Sikap kita sebagai orang-orang yang beriman kepada Allah dan sebagai warga negara yang baik adalah :

Pertama : menyaikini sepenuhnya bahwa datangnya virus corona atau covid 19 adalah atas kehendak dan kekuasaan Allah Subhanahu Wa ta’ala semata, dan tidak ada sesuatupun yang dapat memberikan kemanfaatan dan kemudlorotan kepada kita tanpa izin Allah Subahanu Wa Ta’ala Dzat yang maha pengasih dan penyayang terhadap hamba-hambanya.

Baca Juga :  Khutbah Jum'at : Keutamaan Istighfar dan Puasa Dibulan Rajab

Kayakinan ini penting agar kontruksi keimanan kita tidak goyah, bahkan lebih dari pada itu agar keimanan, ketaqwaan dan katawakkalan kita kepada Allah justru semakin meningkat. Hal ini sebagaimana difirmankan oleh Allah Subhanahu Wa Ta’ala.

مَا أَصَابَ مِنْ مُصِيبَةٍ إِلَّا بِإِذْنِ اللهِ وَمَنْ يُؤْمِنْ بِاللهِ يَهْدِ قَلْبَهُ وَاللهُ بِكُلِّ شَيْءٍ عَلِيْمٌ [التغابن: 11

Tidak ada musibah yang menimpa, kecuali atas izin Allah dan barang siapa beriman kepada Allah, niscaya Allah akan memberi petunjuk kepada hatinya, Dan Allah Maha Mengetahui segala sesuatu. [At-taghobun : 11]

Dan meyakini bahwa kemudlorotan apapun tidak akan mampu kita tangkal kecuali atas kehendak dan kekusaan Allah pula, sebagaimana Allah telah berfirman :

وَإِنْ يَمْسَسْكَ اللهُ بِضُرٍّ فَلَا كَاشِفَ لَهُ إِلَّا هُوَ وَإِنْ يَمْسَسْكَ بِخَيْرٍ فَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ [الأنعام:17]

Dan jika Allah menimpakan suatu kemudlorotan, maka tidak ada yang dapat menghilangkannya melainkan Dia, dan jika Allah mendatangkan kebaikan kepadamu maka Dia maha kuasa atas segala sesuatu. [Al-an’am : 17]

Dan meyakini bahwa pada hakikatnya tidak ada penyakit menular tanpa kehendak kekuasaan Allah, sebagaimana Nabi Shollallohu ‘alaihi wasallama telah bersabda :

قَالَ رَسُوْلُ اللهِ صلى الله عليه وسلم : «لَا عَدْوَى وَلَا طِيَرَةَ وَلَا هَامَّةَ وَلَا صفَرَ، وفِرَّ مِنَ الْمَجْذُوْمِ كَمَا تَفِرُّ مِنَ الْأَسَدِ». رواه البخاري


Rasulullah Shallallahu ‘alaihi Wa sallama bersabda : tidak penyakit menular, tidak ada cacing dalam perut dapat membunuh manusia, dan tidak ada tanda kesialan dari burung hantu. Dan larilah dari penderita penyakit lepra sebagaimana larimu dari kejaran singa.

Hadirin jama’ah jum’ah Rohimakumulloh.

Sikap kedua adalah : melakukan upaya pencegahan malalui cara-cara batiniyah atau cara-cara langit, di antaranya adalah mengamalkan wirid yang telah ditunjukkan oleh Nabi Shollallahu ‘alaihi wa sallama dalam salah satu sabdanya :

قَالَ النَّبِيُّ صلى الله عليه وسلّم: «مَنْ قَالَ حِينَ يُمْسِي: [ بِسْمِ اللهِ الَّذِي لاَ يَضُرُّ مَعَ اسْمِهِ شَيْءٌ فِي الأَرْضِ وَلاَ فِي السَّمَاءِ، وَهُوَ السَّمِيعُ الْعَلِيمُ ] ثَلاَثَ مَرَّاتٍ لَمْ يُصِبْهُ فَجْأَةُ بَلاَءٍ حَتَّى يُصْبِحَ، وَمَنْ قَالَهَا حِينَ يُصْبِحُ ثَلاَثَ مَرَّاتٍ لَمْ يُصِبْهُ فَجْأَةُ بَلاَءٍ حَتَّى يُمْسِيَ»
(رواه أبو داود وغيره)

Baca Juga :  Syarat Dan Rukun Khutbah Jum'at


Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallama bersabda : barang siapa pada sore hari membaca

[ بِسْمِ اللهِ الَّذِي لاَ يَضُرُّ مَعَ اسْمِهِ شَيْءٌ فِي الأَرْضِ وَلاَ فِي السَّمَاءِ، وَهُوَ السَّمِيعُ الْعَلِيمُ ]


Sebanyak tiga kali maka ia tidak akan tertimpa cobaan apapun yang datang mendadak sampai besok paginya, dan barang siapa membacanya pada bagi hari sebanyak tiga kali maka tidak akan tertimpa cobaan apapun sampai sore harinya.

Ataupun dengan doa-doa keselamatan yang lain.

Hadirin jama’ah jum’ah Rohimakumulloh.

Adapun upaya pencegahan dengan cara lahiriyah adalah dengan cara mengikuti anjuran pemerintah yaitu mengurangi sebisa mungkin interaksi atau kontak fisik dengan orang-orang lain yang diduga kuat telah terjangkit virus corona dengan cara tidak keluar rumah jika tidak sangat penting dan tidak mengadakan kegiatan yang melibatkan orang banyak.


Dan cara ini sudah sesuai dengan sabda Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallama di atas


« وفِرَّ مِنَ الْمَجْذُوْمِ كَمَا تَفِرُّ مِنَ الْأَسَدِ»

Dan larilah kamu dari penderita penyakit lepra sebagaimana larimu dari kejaran singa.

Namun demikian anjuran mengurangi kontal fisik dengan orang lain ini tidak sampai menggugurkan kewajiban sholat jum’at atau kesunnahan sholat jama’ah kecuali diwilayah-wilayah yang oleh pihak-pihak yang berkompeten telah dinyatakan sangat berbahaya.

Hadirin jama’ah jum’ah Rohimakumulloh.

Semoga kita semua dihindarkan dari wabah virus corona ini, dan suadara-saudara kita yang sudah terjangkit semoga segera diberi kesembuhan dan virus corona segera dihilangkan oleh Allah Subhanahu dari muka bumi ini amin ya robbal alamin.

أَعُوْذِ بِاللهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيْمِ ، بِسْمِ اللهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ
وَمَا أَصَابَكُمْ مِنْ مُصِيبَةٍ فَبِمَا كَسَبَتْ أَيْدِيكُمْ وَيَعْفُو عَنْ كَثِيرٍ
بَارَكَ اللهُ لِيْ وَلَكُمْ فِيْ الْقُرْآنِ الْعَظِيْمِ وَنَفَعَنِيْ وَإِيَّاكُمْ بِمَا فِيْهِ مِنَ الذِّكْرِ وَالآيَاتِ الْحَكِيْمِ ، وَاسْتَغْفِرُوْهُ إِنَّهُ هُوَ الْغَفُوْرُ الرَّحِيْمُ


Sumber : Kyai Ali Ramzi (LBM NU JATIM)

Editor : Miftah