Khutbah Idul Adha 2020 Tentang Qurban dan aturanya

Khutbah idul adha 2020 tentang kurban dan aturanya

Khutbah ke-1 Idul Adha Tentang Tata Tata Cara dan Aturan Kurban

اَللهُ أَكْبَرُ اَللهُ أَكْبَرُ اَللهُ أَكْبَرُ. اَللهُ أَكْبَرُ اَللهُ أَكْبَرُ اَللهُ أَكْبَرُ. اَللهُ أَكْبَرُ اَللهُ أَكْبَرُ اَللهُ أَكْبَرُ. اَللهُ أَكْبَرْ كَبِيْرًا وَالْحَمْدُ للهِ كَثِيْرًا وَسُبْحَانَ اللهِ بُكْرَةً وَأَصِيْلاً، لَاإِلهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ، صَدَقَ وَعْدَهُ وَنَصَرَ عَبْدَهُ وَأَعَزَّ جُنْدَهُ وَهَزَمَ الْأَحْزَابَ وَحْدَهُ، لاَإِلهَ إِلاَّ اللهُ وَاللهُ أَكْبَرُ، اَللهُ أَكْبَرُ وَللهِ اْلحَمْدُ.

اَلْحَمْدُ لِله, اَلْحَمْدُ لِله الَّذِى جَعَلَ يَوْمَ عِيْدِ الاَضْحَى يَوْمَ عِيْدِ الأكْبَرِ. وَيَوْمَ الْحَجِّ الأَفْخَرِ. وَشَعَائِرَ الدِّيْنِ اْلأَزْهَرِ. وَاَشْهَدُ أَنْ لٓا إِلٰهَ إِلَّا اللهُ وَاحْدَهُ لٓا شَرِيْكَ لَهُ شَهَادَةً تَكُوْنُ لَنَا ذُخْراً عِنْدَ الْعَزِيْزِ الْعَلِيْمِ. اِلَهُ اِبْتَلَى خَلِيْلَهُ اِبْرَاهِيْمَ عَلَيْهَ وَعَلَى نَبِيِّنَا اَفْضَلُ الصَّلَاةِ وَالتَّسْلِيْم. وَاَشْهَدُ اَنَّ سَيِّدَنَا وَنَبِيَّنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ الرَّؤُفُ الرَّحِيْم. صَلَّ اللهُ وَسَلَّمَ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ عَدَدَ مَخْلُوقَاتِهِ. اَلَّذِى ضَحَّى بِكَبْشَيْنِ اَمْلَحَيْنِ ذَبَحَهُمَا بِيَدِهِ اَحَدَهُمَا عَنْ نَفْسِهِ وَالْأخَرُعَنْ أُمَّتِهِ. وَعَلَى أٰلِهِ وَصَحَابَتِهِ وَأَتْبَاعِهِ وَعِتْرَتِهِ

اَمَّا بَعْدُ: فَيَا أَيُّهَا الْحَاضِرُوْنَ وَالْحَاضِرَاتْ رَحِمَكُمُ اللهُ وَغَفَرَ لَكُمْ. إِتَّقُوااللهَ مَااسْتَطَعْتُمْ وَتُوْبُوااِلَيْهِ وَاسْتَغْفِرُوْهُ وَاعْبُدُوْهُ وَاَطِيْعُوْهُ وَكَبِّرُوْااللهَ وَهَلِّلُوْهُ وَمَجِّدُوْهُ وَحَمِّدُوْهُ. وَضَحُّوااَيُّهَا الْأغْنِيَاءُ فَإِنَّهَا مِنَ الْأعْمَالِ الْمُنْجِيَةِ تُنْجِىْ صَاحِبَهَا مِنْ شَرِّ الدُّنْيَا وَالْأَخِرَةِ

Hadirin Jamaah sholat Idul Adha yang dimuliakan Allah…

Pada pagi yang penuh kebahagiaan ini mari kita tingkatkan Ketaqwaan kita kepada Allah Subhanahu Wata’ala, bertaubat atas segala dosa-dosa yang yang telah kita lakukan dan semoga kita termasuk hamba-hamba yang beruntung dan selalu dalam Ridha-Nya.

Dan mari kita kumandangkan takbir tiap-tiap selesai sholat baik setelah sholat fardhu maupun sholat sunnah sampai dengan akhir hari tasyriq, dan bagi saudara-saudara sekalian yang mampu untuk sudi melakukan ibadah qurban mulai dari hari nahr ini sampai dengan akhir hari tasyriq.

Sebagaimana yang telah disabdakan baginda nabi Muhammad Shollallahu ‘Alaihi Wasallam berikut ini sebagaimana yang terdapat dalam kitab Durotun Nasihin berikut ini:

مَنْ كَانَ لَهُ سَعَةٌ فَلَمْ يُضحِّ فَلْيَمُتْ إِنْ شٓاءَ يَهُوْدِيًّا وَإِنْ شَاءَ نَصْرَانِيّاً. وَفِى رِوَايَةٍ، مَنْ كَانَ لَهُ سَعَةٌ فَلَمْ يُضَحِّ فَلَا يَقْرُبَنَّ مُصَلَّانَا

“Barang siapa memiliki keluasan Rizki dan Tidak mau berkurban, maka matilah sekehandakmu, baik mau mati dalam keadaan yahudi ataupun nasrani.”

Dan dalam riwayat lain: “Barang siapa diberi keluasan Rizki dan Tidak mau berkurban, Maka jangan mendekati tempat sholat kami”

Jamaah Sholat Idul Adha yang dimuliakan Allah…

Adapun hukum berkurban adalah sunah kifayah muakadah, yakni kesunahan yang sangat dianjurkan dan cukup jika dilaksanakan oleh kepala keluarga. Dan menurut ulama madzhab hanafi hukum dari berkurban adalah Sunah Ain Muakkadah di mana kesunahan ini berlaku untuk tiap-tiap orang islam yang mampu.

Sedangkan Imam Abu hanifah sendir berpendapat bahwasanya hukum qurban adalah adalah wajib bagi mereka yang mukim dan memiliki kemampuan untuk melaksanakanya.

Adapun hewan-hewan yang bisa di jadikan qurban diantaranya adalah:

1. Kambing Gibas atau domba yang sudah lepas satu giginya atau sudah berusia satu tahun keatas

2. Kambing kacang, sejenis kambing jawa yang sudah lepas dua giginya atau sudah berumur dua tahun keatas.

Baca Juga :  Syarat Dalam Membaca Surat Al-Fatihah Ketika Sholat (Safinatun Najah)

3. Sapi atau kerbau yang sudah berumur 2 tahun ke atas

4. Onta yang sudah berumur lima tahun keatas.

Adapun untuk kurban kambing hanya berlaku satu kambing hanya untuk satu orang, jadi tidak sah kita berkurban kambing secara patungan. Apabila terjadi yang demikian maka kurban tersebut hanya menjadi sedekah, belum terhitung sebagai orang yang berkurban.

Sedangkan untuk Sapi, kerbau dan Onta berlaku untuk tujuh orang, Maka diperkenankan berkurban dengan cara patungan untuk hewan-hewan tersebut asalkan tidak lebih dari tujuh orang.

Jamaah sholat idul adha yang dimuliakan Allah…

Hendaknya kita berkurban dengan hewan terbaik dan tidak cacat, karena tidak sah hukumnya berkurban dengan hewan yang buta matanya dan terputus ekornya, Pincang kakinya, terputus telinganya walaupun hanya sebagian, hewan yang kurus yang menyebabkan hewan tersebut hilang akal dan Hewan yang berpenyakitan yang berdampak pada kurusnya hewan tersebut dan menyebabkan berkurangnya daging. Dan diperbolehkan untuk berkurban menggunakan Hewan yang pecah tanduknya, ataupun tidak bertanduk karena hal tersebut tidak akan mengurangi daging dari hewan kurban itu sendiri.

Jamaah sholat idul adha yang dimuliakan Allah…

Sunnah hukumnya bagi orang yang berkurban untuk ikut mencicipi daging kurbanya jika kurban tersebut ia tujukan untuk dirinya sendiri atau orang lain. Namun jika kurban tersebut ia niatkan untuk orang lain semisal untuk orang yang sudah meninggal yang sebelumnya berwasiat untuk disembelihkan hewan kurban, maka baginya tidak boleh ikut mencicipi daging kurban tersebut.

Untuk kurban nadzar wajib menyedekahkan semuanya termasuk tanduk dan kakinya, dan diharamkan bagi orang yang berkurban beserta orang-orang yang di nafkahi untuk ikut menikmati daging kurban tersebut.

Jamaah sholat idul adha yang dimuliakan Allah…

Kurban yang disedekahkan harus berupa daging, tidak boleh menyedekahkan qurban hanya kulitnya saja atau limpanya saja. Dan sudah dianggap cukup jika kita hanya menyedekahkan daging kurban tersebut hanya untuk satu orang fakir saja.

Bagi orang fakir boleh menjual daging sedekah kurban tersebut karena kepemilikan terhadap daging kurban tersebut statusnya adalah kepemilikan penuh, Hal ini berbeda dengan orang kaya, bagi orang kaya hanya boleh menikmati daging kurban tersebut atau menyedekahkan kembali.

Menurut Qaul Jadid, Bagi orang yang berkurban sunah, dianjurkan untuk ikut menikmati daging kurban tersebut sepertiga, dan yang dua pertiga disedekahkan berupa daging mentah. Dan di katakan bahwa yang sepertiga disedekahkan kepada orang-orang islam yang fakir, dan sepertiga sisanya dihadiahkan kepada orang-orang islam yang kaya. Dan bagi yang berkurban tidak diperbolehkan menjual sebagian dari kurbanya walaupun hanya berupa kulit. Diharamkan juga menjual daging kurban untuk membayar penjagal ataupun orang yang mengurusi kurban tersebut.

Jamaah sholat idul adha yang dimuliakan Allah…

Menurut imam Ramli diperbolehkan Niat kurban sekaligus niat aqiqah, Dan diperbolehkan juga untuk menghadiahkan pahala kurban untuk keluarganya atau orang lain. seperti ungkapan ” Pahala kurban ini aku tujukan untukku dan keluargaku” atau ungkapan-ungkapan lain yang sejenis.

Baca Juga :  Bingung Caranya Sholat Tarawih Dirumah, Begini Panduanya
Jamaah sholat idul adha yang dimuliakan Allah…

Semoga Allah Subhanahu Wata’ala memberikan kita panjang umur, kesehatan, keberkahan hidup dan ketaatan dalam menjalankan perintahNya dan senantiasa diberi kemampuan untuk menjauhi larangan-Nya. sehingga kita bisa bertemu kembali pada hari raya idul fitri ditahun-tahun mendatang dalam keadaan sehat dan penuh keberkahan.

Dan semoga Allah Subhanahu Wata’ala memberikan kita Keberkahan didalam umur, di dalam rizki dan anak-anak kita. Dan semoga kita termasuk hamba yang sa’adah, syahadah dan diakhir kehidupan diberi husnul khatimah. Allahumma Amiiin….

أَعُوذُ بِاللَّهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيمِ

 وَنَادَيْنَاهُ أَنْ يَا إِبْرَاهِيمُ قَدْ صَدَّقْتَ الرُّؤْيَا إِنَّا كَذَٰلِكَ نَجْزِي الْمُحْسِنِينَ

بَارَكَ الله لِي وَلَكُمْ فِى اْلقُرْآنِ اْلعَظِيْمِ، وَنَفَعَنِي وَإِيَّاكُمْ بِمَافِيْهِ مِنْ آيَةِ وَذِكْرِ الْحَكِيْمِ وَتَقَبَّلَ اللهُ مِنَّا وَمِنْكُمْ تِلاَوَتَهُ وَإِنَّهُ هُوَ السَّمِيْعُ العَلِيْمُ، وَأَقُوْلُ قَوْلِي هَذَا فَأسْتَغْفِرُ اللهَ العَظِيْمَ إِنَّهُ هُوَ الغَفُوْرُ الرَّحِيْم

Khutbah Ke-2 Idul Adha

اَللهُ أَكْبَرُ اَللهُ أَكْبَرُ اَللهُ أَكْبَرُ اَللهُ أَكْبَرُ اَللهُ أَكْبَرُ اَللهُ أَكْبَرُ اَللهُ أَكْبَرُ اَلْحَمْدُ للهِ عَلىَ إِحْسَانِهِ وَالشُّكْرُ لَهُ عَلىَ تَوْفِيْقِهِ وَاِمْتِنَانِهِ. وَأَشْهَدُ أَنْ لاَ اِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَاللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أنَّ سَيِّدَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ الدَّاعِي إلىَ رِضْوَانِهِ. اللهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وِعَلَى اَلِهِ وَاَصْحَابِهِ وَسَلِّمْ تَسْلِيْمًا كِثيْرًا

أَمَّا بَعْدُ فَياَ اَيُّهَا النَّاسُ اِتَّقُوااللهَ فِيْمَا أَمَرَ وَانْتَهُوْا عَمَّا نَهَى وَاعْلَمُوْا أَنَّ اللهَ أَمَرَكُمْ بِأَمْرٍ بَدَأَ فِيْهِ بِنَفْسِهِ وَثَـنَى بِمَلآ ئِكَتِهِ بِقُدْسِهِ وَقَالَ تَعاَلَى إِنَّ اللهَ وَمَلآئِكَتَهُ يُصَلُّوْنَ عَلىَ النَّبِى يآ اَيُّهَا الَّذِيْنَ آمَنُوْا صَلُّوْا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوْا تَسْلِيْمًا.

اللهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلِّمْ وَعَلَى آلِ سَيِّدِناَ مُحَمَّدٍ وَعَلَى اَنْبِيآئِكَ وَرُسُلِكَ وَمَلآئِكَةِ اْلمُقَرَّبِيْنَ وَارْضَ اللّهُمَّ عَنِ اْلخُلَفَاءِ الرَّاشِدِيْنَ أَبِى بَكْرٍ وَعُمَر وَعُثْمَان وَعَلِى وَعَنْ بَقِيَّةِ الصَّحَابَةِ وَالتَّابِعِيْنَ وَتَابِعِي التَّابِعِيْنَ لَهُمْ بِاِحْسَانٍ اِلَى يَوْمِ الدِّيْنِ وَارْضَ عَنَّا مَعَهُمْ بِرَحْمَتِكَ يَا اَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ اَللهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُؤْمِنِيْنَ وَاْلمُؤْمِنَاتِ وَاْلمُسْلِمِيْنَ وَاْلمُسْلِمَاتِ اَلاَحْيآءُ مِنْهُمْ وَاْلاَمْوَاتِ

اللهُمَّ أَعِزَّ اْلإِسْلاَمَ وَاْلمُسْلِمِيْنَ وَأَذِلَّ الشِّرْكَ وَاْلمُشْرِكِيْنَ وَانْصُرْ عِبَادَكَ اْلمُوَحِّدِيَّةَ وَانْصُرْ مَنْ نَصَرَ الدِّيْنَ وَاخْذُلْ مَنْ خَذَلَ اْلمُسْلِمِيْنَ وَ دَمِّرْ أَعْدَاءَالدِّيْنِ وَاعْلِ كَلِمَاتِكَ إِلَى يَوْمَ الدِّيْنِ. اللهُمَّ ادْفَعْ عَنَّا اْلبَلاَءَ وَاْلوَبَاءَ وَالزَّلاَزِلَ وَاْلمِحَنَ وَسُوْءَ اْلفِتْنَةِ وَاْلمِحَنَ مَا ظَهَرَ مِنْهَا وَمَا بَطَنَ عَنْ بَلَدِنَا اِنْدُونِيْسِيَّا خآصَّةً وَسَائِرِ اْلبُلْدَانِ اْلمُسْلِمِيْنَ عآمَّةً يَا رَبَّ اْلعَالَمِيْنَ. رَبَّنَا آتِناَ فِى الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِى اْلآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ.

رَبَّنَا ظَلَمْنَا اَنْفُسَنَاوَاِنْ لَمْ تَغْفِرْ لَنَا وَتَرْحَمْنَا لَنَكُوْنَنَّ مِنَ اْلخَاسِرِيْنَ. عِبَادَاللهِ ! إِنَّ اللهَ يَأْمُرُ بِاْلعَدْلِ وَاْلإِحْسَانِ وَإِيْتآءِ ذِي اْلقُرْبىَ وَيَنْهَى عَنِ اْلفَحْشآءِ وَاْلمُنْكَرِ وَاْلبَغْي يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُوْنَ وَاذْكُرُوا اللهَ اْلعَظِيْمَ يَذْكُرْكُمْ وَاشْكُرُوْهُ عَلىَ نِعَمِهِ يَزِدْكُمْ وَلَذِكْرُ اللهِ أَكْبَرْ

Demikian Khutbah Idul Adha Terbaru tentang Aturan dan tata cara kurban.

Pilihan Lain Khutbah Idul Adha terbaru 2020 Tentang Pandemi, Haji dan Qurban (Bahasa Jawa)

Wassalam…