Dalil Membalik Telapak Tangan Saat Melakukan Qunut Nazilah?

Hukum membalik telapak tangan saat qunut nazilah

Bagi kalangan Madzhab syafi’i melakukan doa qunut adalah bagian dari sunnah ab’adh didalam sholat subuh. Sehingga sangat dianjurkan melakukan sujud sahwi jika lupa untuk melakukan doa qunut.

Yang kadang membuat seseorang bertanya-tanya kenapa saat melakukan qunut nazilah, kok cara berdoanya dengan membalik telapak tangan? Apakah ada dasarnya berdoa dengan cara membalik telapak tangan?

Dari pada penasaran, berikut dasar melaksanakan doa qunut dengan cara membalik telapak tangan.

Membalik telapak tangan saat Melakukan Qunut Nazilah

Tangan Dibalik saat Doa Tolak Bala atau Minta Turun Hujan hukumnya sunnah. Dalam Sahih Muslim (#895) diriwayatkan:

أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ اسْتَسْقَى، فَأَشَارَ بِظَهْرِ كَفَّيْهِ إِلَى السَّمَاءِ

Artinya: Bahwasanya Nabi pernah memohon hujan, lalu beliau menunjuk dengan kedua punggung tangannya menghadap ke arah langit.

Dalam mengomentari hadits di atas Imam Nawawi dalam Syarah Muslim 6/190 berkata:


قوله إن النبي صلى الله عليه وسلم استسقى فأشار بظهر كفيه إلى السماء قال جماعة من أصحابنا وغيرهم السنة في كل دعاء لرفع بلاء كالقحط ونحوه أن يرفع يديه ويجعل ظهر كفيه إلى السماء

Artinya: Menurut sebagian kalangan ulama madzhab Syafi’i dan lainnya, sunnah membalik tangan dan menjadikan punggung tangan menghadap ke langit pada setiap doa untuk menghilangkan bala, paceklik, dan semacamnya

Ibnu Hajar Al-Asqolani dalam Fathul Bari Syarah Bukhari, 2/158 menyatakan


قال العلماء السنة في كل دعاء لرفع البلاء أن يرفع يديه جاعلا ظهور كفيه إلى السماء وإذا دعا بسؤال شيء وتحصيله أن يجعل كفيه إلى السماء انتهى وقال غيره الحكمة في الإشارة بظهور الكفين في الاستسقاء دون غيره للتفاؤل بتقلب الحال ظهرا لبطن كما قيل في تحويل الرداء أو هو إشارة إلى صفة المسئول وهو نزول السحاب إلى الأرض

Artinya: Para ulama berkata: “Yang sunnah pada setiap berdoa untuk menghilangkan bala adalah mengangkat kedua tangan dengan menjadikan punggung kedua telapak tangan menghadap ke langit. Apabila berdoa untuk meminta dan menghasilkan sesuatu maka hendaknya kedua telapk tangan yang dihadapkan ke langit.” Ulama lain berkata: “Hikmah isyarah punggung tangan dalam berdoa meminta hujan, tidak yang lain, adalah karena untuk tafaul berbaliknya keadaan dari punggung tangan ke telapak tangan sebagaimana dikatakan dalam merubah selendang atau ia merupakan isyarat pada sifat yang diminta yaitu turunnya mendung ke bumi.”

Dalam redaksi yang lain riwayat yang disampaikan oleh Al-Hafiz Jalaluddin Abdurrahman As-Suyuthi dalam Kitabnya Fadl Al-Wia’ sebagai berikut:

قال الامام احمد ﺣﺪﺛﻨﺎ ﺧﻼﺩ ﺑﻦ اﻟﺴﺎﺋﺐ اﻷﻧﺼﺎﺭﻱ ﺃﻥ اﻟﻨﺒﻲ ﺻﻠﻰ اﻟﻠﻪ ﻋﻠﻴﻪ ﻭﺳﻠﻢ ﻛﺎﻥ اﺫا ﺳﺄﻝ ﺟﻌﻞ ﺑﺎﻃﻦ ﻛﻔﻴﻪ اﻟﻴﻪ ﻭاﺫا اﺳﺘﻌﺎﺫ ﺟﻌﻞ ﻇﻬﻮﺭﻫﺎ اﻟﻴﻪ

Artinya: “Imam Ahmad berkata bahwa Khallad bin Saib menceritakan kepada kami, bahwa jika Nabi shalla Allahu alaihi wa sallama berdoa, maka Nabi menjadikan bagian dalam tangannya (menghadap) ke atas. Dan jika Nabi minta perlindungan maka Nabi menjadikan bagian luar tangannya (menghadap) ke atas.”

Hadis ini diberi penilaian oleh Al-Hafidz Al-Haitsami:

ﺭﻭاﻩ ﺃﺣﻤﺪ ﻣﺮﺳﻼ، ﻭﺇﺳﻨﺎﺩﻩ ﺣﺴن

Artinya: “Diriwayatkan oleh Ahmad secara Mursal, sanadnya hasan”

Dari keterangan diatas dapat kita ketahui bahwa membalik telapak tangan saat qunut nazilah memiliki dalil yang sangat jelas. Dan mengutip dari Kitab Fathul Bari alasan membalik telapak tangan adalah tafa’ulan berbaliknya keadaan.