Kategori: Shalat

Hukum, tata Cara dan Bacaan Sujud Syukur

Tulisan kali ini kita akan membahas tentang Sujud Syukur. Sujud Syukur adalah salah satu dari empat sujud yang disyariatkan, yakni sujud di dalam sholat, sujud sahwi, sujud tilawah dan yang terakhir adalah sujud syukur.

Selain karena empat hal yang sudah disebutkan, kita dilarang melakukan gerakan sujud dengan mengatasnamakan sujud.

Sebagai contoh kadang kita menemukan gerakan mirip dengan sujud yang dilakukan banyak orang setelah sholat, seperti gerakan mirip sujud yang dilakukan setelah sholat hajat. Gerakan-gerakan tersebut tidak boleh dilakukan atas nama sujud.

Jika kita melakukan atas nama sujud sama saja dengan kita melakukan ibadah yang tidak disyariatkan. Akan tetapi kita boleh melakukan gerakan tersebut dengan tujuan Tadzallul (merendahkan diri kepada Allah).

Pengertian Dan Dasar Hukum Sujud Syukur

Kembali pada topik tentang sujud syukur. Sebenarnya bagaimana pengertian sujud syukur, dan dasar hukum yang melandasi sujud syukur.

Pengertian Sujud Syukur

Definisi sujud syukur adalah Sujud yag dilakukan karena mendapatkan nikmat yang tak terduga atau terhindar dari hal buruk yang tidak kita inginkan.

Dasar Hukum (Dalil) Sujud Syukur

Dasar hukum atau dalil Pelaksanaan sujud syukur atas nikmat tak terduga atau terbebas dari musibah adalah Hadits Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wasallam berikut ini:

1. Hadits riwayat dari Imam Ahmad, Imam Abu Dawud, Imam Tirmidzi, Imam Ibnu Majah dari Abu Bakar
عَنْ ‏أَبِي بَكْرَةَ ،‏عَنْ النَّبِيِّ ‏‏صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ ‏ (‏أَنَّهُ كَانَ ‏‏إِذَا جَاءَهُ أَمْرُ سُرُورٍ أَوْ بُشِّرَ بِهِ خَرَّ سَاجِدًا شَاكِرًا لِلَّهِ

Artinya: Dari Abu Bakrah Radliyallahu ‘anhu, dari nabi Shollallahu ‘Alaihi Wasallam. (bahwasanya apabila beliau mendapatkan suatu perkara yang menyenangkan, maka beliau bersimpuh bersujud sebagai ungkapan rasa syukur kepada Allah”

2. Hadits riwayat Hakim, Baihaqi, dari Abdurrahman bin Auf

عَنْ عَبْدِ الرَّحْمَنِ بْنِ عَوْفٍ، أَنّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ: ” إِنِّي لَقِيتُ جَبْرَائِيلَ عَلَيْهِ السَّلامُ فَبَشَّرَنِي وَقَالَ: إِنَّ رَبَّكَ، يَقُولُ: مَنْ صَلَّى عَلَيْكَ صَلَّيْتُ عَلَيْهِ، وَمَنْ سَلَّمَ عَلَيْكَ سَلَّمْتُ عَلَيْهِ، فَسَجَدْتُ لِلَّهِ شُكْرًا

Artinya: Dari ‘Abdurrahmaan bin ‘Auf : Bahwasannya Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam pernah bersabda : “Aku bertemu dengan Jibriil ‘alaihis-salaam, lalu ia memberikan kabar gembira kepadaku dengan berkata : ‘Sesungguhnya Rabbmu telah berfirman : Barangsiapa yang mengucapkan shalawat kepadamu, maka aku akan mengucapkan shalawat kepadanya. Barangsiapa yang mengucapkan salam kepadamu, maka aku akan mengucapkan salam kepadanya’. (Mendengar hal itu), aku pun bersujud kepada Allah bersyukur kepada-Nya”

3. Hadits riwayat Abu Dawud, Baihaqi dari Saad bin Abi Waqqash

عَنْ عَامِرِ بْنِ سَعْدِ بْنِ أَبِىْ وَقَّاصٍ , عَنْ أَبِيْهِ قَالَ :(( خَرَجْنَا مَعَ رَسُوْلِ اللهِ صلى الله عليه وسلم مِنْ مَكَّةَ نُرِيْدُ الْمَدِيْنَةَ , وَلَمَّا كُنَّا قَرِيْبًا مِنْ عَزْوَرَ نَزَلَ ثُمَّ رَفَعَ يَدَيْهِ فَدَعَا اللهَ سَاعَةً ثُمَّ خَرَّ سَاجِدًا فَمَكَثَ طَوِيْلاً ثُمَّ قَامَ فَرَفَعَ يَدَيْهِ فَدَعَا اللهَ سَاعَةً ثُمَّ خَرَّ سَاجِدًا فَمَكَثَ طَوِيْلاً ثُمَّ قَامَ فَرَفَعَ يَدَيْهِ سَاعَةً ثُمَّ خَرَّ سَاحِدًا , ذَكَرَهُ أَحْمِدُ بْنِ صَالِحٍ ثَلاَثًا, قَالَ : إِنِّى سَئَلْتُ رَبِّىْ وَشَفَعْتُ لِأُمَّتِىْ فَأَعْطَانِىْ ثُلُثَ أُمَّتِىْ فَخَرَرْتُ سَاجِدًا شُكْرًا لِرَبِّىْ ثُمَُّ رَفَعْتُ رَأْسِىْ فَسَئَلْتُ رَبِّىْ لِأُمَّتِىْ فَأَعْطَانِىْ ثَلاَثُ أُمَّتِىْ فَخَرَرْتُ سَاجِدًا لِرَبِّى شُكْرًا, ثُمَّ رَفَعْتُ رَأْسِىْ فَسَئَلْتُ رَبِّىْ لِأُمَّتِىْ فَأَعْطَانِى الثُّلُثَ الأَخَرَ فَخَرَرْتُ سَاجِدًا لِرَبِّى

Artinya: dari Amir bin Sa’id bin Abi Waqqash r.a. dari ayahnya ia berkata: Kami pernah pergi bersama rasulullah Saw. dari Mekkah menuju Madinah. Ketika kami mendekati Azwara (sebuah bukit di Juhfah), beliau turun, kemudian mengangkat kedua tangannya lalu berdoa kepada Allah sesaat, setelah itu beliau bersimpuh untuk bersujud lama, kemudian berdiri lalu mengangkat kedua tangannya dan berdoa sesaat kepada Allah. Setelah itu bersimpuh lagi bersujud lama. Ahmd bin Shalih menyebutkannya tiga kali selanjutnya beliau bersabda: “Aku memohon kepada Tuhanku dan aku bela umatku, maka dia memberikan sepertiga untuk umatku, lalu aku bersimpuh bersujud sebagai rasa syukurku kepada Tuhanku, kemudian aku angkat kepalaku, aku mohonkan untuk umatku lalu dia memberikan sepertiga untuk umatku, maka akupun bersimpuh dan bersujud sebagai rasa syukurku kepada Tuhanku, kemudian aku angkat kepalaku, aku mohonkan kepada Tuhanku untuk umatku, lalu dia memberikan sepertiga yang lain, kemudian aku bersimpuh dan bersujud kepada Tuhanku

Masih Banyak lagi dalil yang berkaitan dengan disunnahkanya melakukan sujud syukur.

Sebab Disunnahkanya melakukan sujud syukur

Setelah kita mengetahui definisi dan dalil dari sujud syukur, sekarang kita akan membahas tentang penyebab sujud syukur tersebut boleh dilakukan.

Sebab Sujud Syukur

Sujud syukur boleh dilakukan karena adanya sebab-sebab berikut ini:

1. Sujud syukur boleh dilakukan sebab mendapatkan kenikmatan, Baik kenikmatan tersebut kita yang mendapatkanya, anak kita, orang tua kita atau orang mukmin secara keseluruhan.

Contoh: Lahirnya anak, Mendapatkan Kenaikan Gaji, Sembuh dari penyakit dan masih banyak lagi.

2. Sujud syukur boleh dilakukan saat kita terhindar dari musibah ata bahaya yang mengancam seperti tenggelam, kebakaran, mendapatkan pertolongan saat dianiaya seseorang dan masih banyak lagi contohnya.

3. Melihat orang yang terkena cobaan atau musibah secara fisik atau mental

4. Melihat orang yang melakukan kemaksiatan secara terang-terangan.

Point nomor 3-4 adalah wujud syukur kita kepada Allah Subhanahu wata’ala karena telah mentakdirkan kita tidak melakukan maksiat tersebut atau mendapatkan cobaan tersebut.

Dan untuk nomor empat sujud syukur yang kita lakukan sunnah untuk diperlihatkan kepada pelaku maksiat tersebut, harapanya adalah agar hati pelaku maksiat tersebut hatinya tersentuh dan mau bertaubat.

Syarat-Syarat Untuk Penyebab Sujud Syukur

Setelah kita mengatahui sebab-sebab melakukan sujud syukur kita juga harus tahu syarat-syarat dari sebab sujud syukur tersebut dilakukan.

Adapun Syarat-syarat untuk sebab disunnahkanya sujud syukur adalah sebagai berikut:

  1. Kenikmatan yang kita dapatkan tidak selalu terjadi, yakni kenikmatan tersebut datang secara tiba-tiba, contoh selamat dari musibah kebakaran. Apabila nikmat tersebut selalu terjadi maka tidak disunnahkan untuk melakukan sujud syukur, karena hal itu akan menuntut kita untuk melakukanya sepanjang usia. contoh : Nikmat Islam, Kaya, Sehat.
  2. Nikmat tersebut merupakan hal yang nampak. Jika nikmat yang kita dapatkan merupakan hal yang tidak nampak maka kita tidak disunnahkan untuk sujud syukur. contoh : Nikmat Bisa Ma’rifat kepada Allah.
  3. Kenikmatan yang kita peroleh hukumnya Halal. Contoh: Saat kita menang banyak dalam perjudian maka kita tidak disunnahkan untuk sujud syukur.

Memperlihatkan Sujud Syukur Kepada Orang Lain

Bagaimana Hukumnya memperlihatkan sujud syukur kepada orang lain? Pada dasarnya sunnah hukumnya memperlihatkan sujud syukur kepada orang lain selama orang yang melihat sujud syukur kita tidak akan tersinggung.

Contoh : Kita melakukan sujud syukur karena naik jabatan di depan orang yang dimutasi jabatanya.

Syarat Sujud Syukur Yang Harus Dipenuhi

Didalam melakukan sujud syukur ada syarat-syarat yang harus kita penuhi. Syarat sujud syukur tersebut sama dengan syarat sujud tilawah. Adapun syarat sujud syukur adala sebagai berikut:

Syarat Sujud Syukur

1. Suci dari Hadats dan Najis baik dari segi pakaian, tempat ataupun badan.
2. Menutup Aurat
3. Menghadap ke Arah Kiblat
4. Masuknya waktu sujud yaitu segera melaksanakan sujud setelah terjadinya nikmat atau terhindar dari musibah.

Cara Melakukan Sujud Syukur

Setelah kita memenuhi Syarat sujud syukur, Lantas bagaimana cara melakukan sujud syukur tersebut? Cara melakukan sujud syukur sama dengan cara melakukan sujud tilawah yakni:

1. Niat Sujud sujud Syukur Bersamaan dengan Takbir

Niat bersamaan dengan takbir pembuka sambil mengangkat kedua tangan. Berikut ini adalah Niat sujud syukur Latin, arab dan artinya.

Niat sujud syukur Arab
نَوَيْتُ سُجُوْدَ الشُّكْرِ سُنَّةً للهِ تَعَالَي
Niat Sujud Syukur Latin

Nawaitu Sujudas Syukri Sunnatal Lillahi Ta’ala

Arti Niat Sujud Syukur

“Saya niat sujud syukur sunnah karena Allah”

2. Takbir Untuk Sujud Tanpa Mengangkat Kedua Tangan

Kemudian takbir tanpa mengangkat kedua tangan sambil turun melaksanakan sujud syukur.

3. Melakukan Sujud Syukur Sebanyak Satu kali dengan membaca Doa Sujud syukur berikut ini.

Jika sujud sahwi yang kita lakukan seperti sujud pada umumnya sholat yakni dua kali, kalau sujud tilawah dan sujud syukur dilakukan sebanyak satu kali.

Doa sujud syukur Arab


سَجَدَ وَجْهِي لِلَّذِي خَلَقَهُ وَصَوَّرَهُ، وَشَقَّ سَمْعَهُ وَبَصَرَهُ، بِحَوْلِهِ وَقُوَّتِهِ للَّهُمَّ اكْتُبْنىِ بِهَا عِنْدَكَ أَجْرًا، وَاجْعَلْهَا لِي عِنْدَكَ ذُخْرًا، وَضَعْ عَنِّي بِهَا وِزْرًا، وَاقْبَلْهَا مِنِّي، كَمَا قَبِلْتَهَا مِنْ عَبْدِكَ دَاوُدَ عَلَيْهِ السَّلَامُ

Bacaan sujud Syukur Latin

“Sajada wajhiya lil ladzî khalaqahû wa shawwarahû wa syaqqa sam’ahû wa basharahû bi haulihî wa quwwatihî. Allâhummaktub lî bihâ ‘indaka ajraa, waj’alhâ lî ‘indaka dzukhran, wa dla’ ‘annî bihâ wizran, waqbalhâ minnî kamâ qabiltahâ min ‘abdika dâwuda ‘alaihissalâm.”

Arti Bacaan sujud Syukur

“Tubuhku bersujud kepada Dzat yang sudah menciptakanya, memberinya pendengaran dan penglihatan dengan daya dan kekuatanya. Ya Allah dengan bacaan ini catatkan pahala untukku disisi-Mu, jadikan sebagai Investasiku kepada-Mu, hapuskan dosa-dosaku, dan terimalah dariku sebagai mana engkau menerimanya dari hamba-Mu nabi Daud ‘Alaihis Salam.”

4. Bangun dari sujud sambil takbir tanpa mengangka tangan
5. Duduk Tanpa Membaca tahiyat
6. Salam

Selesailah sudah pelaksanaan sujud syukur. Dan perlu di ketahui setelah sujud syukur di sunahkan untuk bersedekah. Mengulang-ngulang sujud syukur sampai tidak terbatas juga tidak disunahkan kecuali ada perkara baru yang lebih penting dan menuntut seseorang tersebut melakukan sujud syukur.

Perbedaan Sujud Syukur, Sujud Tilawah Dan Sujud Sahwi

1. Sujud Tilawah dan Sujud Syukur dilakukan sebanyak 1 kali sedangkan sujud sahwi 2 kali.
2. Sujud Tilawah dan Sujud Sahwi boleh dilakukan di dalam sholat, sedangkan sujud syukur hanya boleh dilakukan diluar sholat.

Namun untuk sujud sahwi jika dilakukan di luar sholat maka jarak waktu antara salam dan melakukan sujud sahwi tidak boleh lama.

Sepertti yang di sampaikan oleh Imam Abu Zakariyya Yahya An-Nawawi dalam Al-Majmuk Juz:4, Hal:68) berikut ini.

(فرع) اتفق أصحابنا على تحريم سجود الشكر في الصلاة فان سجدها فيها بطلت صلاته بلا خلاف وقد صرح المصنف بهذا في مسألة سجدة ص ولو قرأ آية سجدة سجد بها للشكر ففي جواز السجود وجهان في الشامل والبيان وغيرهما أصحهما تحرم وتبطل صلاته وهما كالوجهين فيمن دخل المسجد لا لغرض آخر

“Ulama madzhab Syafi’i sepakat atas haramnya melaksanakan sujud syukur saat sedang shalat. Apabila hal itu dilakukan, maka shalatnya batal. Penulis kitab Muhadzab menjelaskan soal ini dalam kasus sajadah-nya Surah Shad apabila seseorang yang shalat membaca ayat sajadah lalu sujud syukur, maka dalam kebolehan sujud ada dua pendapat dalam kitab As-Shamil dan Al-Bayan dan lainnya. Yang paling sahih adalah haram dan batal shalatnya. Kedua pendapat sama dengan perbedaan pendapat dalam soal seseorang yang masuk masjid bukan untuk tujuan yang lain.”

Demikian yang dapat kami tulis berkaitan dengan Panduan dan atat cara sujud syukur, semoga bermanfaat.

Website Ini Menggunakan Cookies