Hukum Dan Tata Cara Melaksanakan Sholat Id

Hukum, panduan tata cara sholat id lengkap

Dalam rangka mencegah berkembangnya virus corana (Covid-19) Pemerintah melalui Kemenag memberikan himbauan kepada warga masyarakat yang beragama islam untuk melaksanakan sholat tarawih dan shalat idul fitri. di rumah. Dan tentunya hal ini dilakukan, karena pemerintah tidak ingin ada tambahan korban baru dalam kasus covid-19.

Tentunya hal ini menjadikan kita yang belum bisa dan terbiasa untuk menjadi imam dadakan dalam keluarga menjadi bingung, Bagaimana tata cara sholat id yang benar? atau kita yang hanya sekedar menjadi makmum dan kurang paham dengan cara sholat id tentunya butuh untuk belajar.

Disini mari kita belajar bersama bagaimana tata cara melakukan sholat id yang benar sesuai dengan yang diajarkan para kyai, asatidz dan para salaf terdahulu.

Hukum Melaksanakan Sholat Idul fitri / Sholat idul adha

Mengutip Dari Karya Syaikh Nawawi Al-bantani dalam Tsimarul Yani’ah Syarah Riyadhul Badi’ah bahwa hukum melaksanakan sholat id adalah Sunah muakad menurut Madzhab Syafi’i, sedangkan menurut madzhab Hanbali Hukum melaksanakan Sholat Id adalah Fardhu Kifayah, sedangkan menurut pendapat dari Madzhab Hanafi Hukum melaksanakan sholat id adalah Fardhu ‘Ain.

Bagi Kaum wanita melaksanakan sendirian dirumah lebih Utama, berbeda dengan kaum laki-laki, Untuk laki-laki yang lebih utama melaksanakan sholat id di Masjid apabila masjid tersebut mampu untuk menampung Jama’ah namun apabila tidak Masjid tersebut tidak mampu menampung dan efeknya adalah jama’ah akan berdesak-desakan, maka Sholat Id di lapangan lebih utama.

Tata cara Pelaksanaan Sholat Id

Dalam pelaksanaanya, sholat id hampir sama dengan sholat sunah yang lainya, yang membedakan adalah setelah takbiratul ihram, kita melakukan takbir lagi sebelum membaca Suratul fatihah.

Panduan pelaksanaan Sholat Idul Fitri adalah sebagai berikut:

1. Niat

Niat dilakukan dalam hati dan bersamaan dengan takbiratul Ihram, Adapun untuk Pelafalan Niat hukumnya sunah, yang penting ada niat dalam hati untuk mengerjakan sholat Idul Fitri maupun sholat idul Adha.

Baca Juga :  Hukum Mengunyah Makanan Untuk Bayi Saat Puasa?
Lafal Niat Menjadi Imam sholat Idul Fitri:

اُصَلِّى سُنَّةً لِعِيْدِ الفِطْرِ رَكْعَتَيْنِ مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ أَدَاءً إِمَامًا للهِ تَعَالَى

Lafal Niat Menjadi Imam Sholat idul Fitri Latin:

Ushalli sunnatan li Idil Fitri rak‘atayni mustaqbilal qiblati adā’an imāman lillāhi ta‘ālā.

Artinya: “AkuMenyengaja shalat sunnah Idul Fitri dua rakaat menghadap kiblat secara ada’ dengan sebagai imam karena Allah ta’ala.”

Lafal Niat Menjadi Makmum Sholat Idul Fitri

اُصَلِّى سُنَّةً لِعِيْدِ الفِطْرِ رَكْعَتَيْنِ مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ أَدَاءً مَأْمُوْمًا لِلهِ تَعَالَى

Lafal Niat Menjadi Makmum Sholat Idul Fitri Latin :

Ushalli sunnatan li Idil Fitri rak‘atayni mustaqbilal qiblati adā’an ma’mūman lillāhi ta‘ālā.

Artinya, “Aku menyengaja sholat sunnah Idul Fitri dua rakaat dengan menghadap kiblat, tunai sebagai makmum karena Allah Ta’ala.”

2. Takbiratul Ihram

Dalam pelaksanaanya tidak berbeda dengan takbir sholat sunah ataupun sholat wajib. Kemudian setelah membaca doa iftitah disunahkan untuk takbir lagi dengan mengangkat tangan sebanyak tujuh kali. Dan disela-sela takbir membaca :

سُبْحَانَ اللهِ وَالْحَمْدُ لِلهِ وَلاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَاللهُ أَكْبَرُ

Subhanallahi Wal Hamdulillahi Wa Laaa Ilaaha Illallahu Wallahu Akbar

Artinya: “Maha Suci Allah, segala puji bagi Allah, tiada tuhan selain Allah, Allah maha besar.”

Pada Rakaat kedua juga disunnahkan untuk membaca takbir lagi sebanyak 5 kali dengan Cara dan redaksi takbir sama dengan takbir rakaat awal.

3. Membaca Surat Al-fatihah

Setelah membaca Surat fatihah pada rakaat pertama disunnahkan membaca surat “Qaf” dan setelah fatihah pada rakaat kedua membaca surat ” Iqtarobas sa’at” atau membaca surat “Al-A’la Pada rakaat Pertama dan membaca Surat “Ghasyiyah” pada rakaat kedua.

Baca Juga :  Terkait Doa Buka Puasa "Allahumma Laka Sumtu" Yang Dituduh Bid'ah

4. Rukuk

Bacaan sama dengan rukuk sholat wajib

5. I’tidal

Bacaan sama seperti bacaan rukuk pada umumnya

6. Sujud

Bacaan sama dengan bacaan sujud Pada Umumnya

7. Duduk diantara 2 sujud

Bacaanya sama dengan bacaan duduk diantara 2 sujud pada umumnya

8. Sujud

Bacaanya sama dengan Bacaan sujud pada umumnya

9. Berdiri lagi pada rakaat kedua.

Pada rakaat kedua juga sama, yang membedakan adalah setelah takbiratul ihram pada rakaat pertama takbir lagi sebanyak 7 kali sedangkan pada rakaat kedua sebanyak 5 kali. kemudian dilanjutkan dengan membaca surat fatihah, rukuk, i’tidal, sujud, duduk diantara dua sujud, sujud lagi, tahiyyat kemudian salam.

Untuk bacaan-bacaan sholat lengkap bisa dilihat disini.

Setelah sholat id selesai dilaksanakan, baru kemudian khutbah, berbeda dengan sholat jum’at. namun khutbah tersebut dilaksanakan jika kita dalam melaksanaan sholat id dilakukan secara berjamaah.

Takbir tambaan 7 kali pada rakaat pertama & 5 kali pada rakaat kedua Hukumnya adalah sunnah, maka jika kita tertinggal dalam takbir atau kita lupa dalam melakukanya tidak akan membatalkan sholat id yang kita kerjakan.

Penutup

Dengan mengetahui tata cara sholat id kita setidaknya siap jika memang benar-benar didaulat untuk menjadi imam shalat id ataupun menjadi makmum yang benar-benar paham dengan tata cara sholat id. Dan semoga sebelum ramadhan tiba pandemi covid-19 (corona) ini sudah hilang dan kita bisa menjalani ramadhan hari Raya Idul Fitri seperti biasanya.

Sekian, semoga Bermanfaat.