≡ Menu

“Hubbul Wathon” Dalam kitab Manuskrip Syaikhona Kholil Bangkalan

in Ulama

Mereka yang tidak ingin NKRI ini rukun dan damai terus menerus menghasut masyarakat bahwa NKRI ini adalah Negara Thaghut, Negara Kafir, dan sejenisnya. Mereka berdalih bahwa mencintai Tanah Air tidak ada dalilnya

Dan Mirisnya tidak sedikit masyarakat kita yang terhasut oleh propaganda dari antek-antek HTI yang di tempat asalnya berdiri saja ditolak. Mereka ikut²an men-thaghutkan Negeri tempat mereka makan, minum dan nyaman saat beribadah.

Mereka seolah lupa bahwa kenikmatan-kenikmatan yang mereka rasakan saat ini tidak diperoleh dengan cara gratis akan tetapi penuh perjuangan dan darah. Mereka lupa akan nikmat yang sangat besarnya dari Allah Ta’ala.

Hasutan-hasutan yang dilakukan oleh begundal-begundal HTI ini kalau tidak segera dihentikan dengan tegas akan sangat membahayakan keberlangsungan NKRI tercinta ini.

Mereka terus  memprovokasi masyarakat dengan ungkapan Hubbul” Wathon Minal Iman tidak ada dalilnya”.

Termasuk Hadits Atau bukan bagi para ulama yang ‘Allamah (Sangat Alim) sudah tidak perlu diperdebatkan. Karena merekalah para pewaris nabi dan merekalah yang lebih memahami esensi dari sabda dan perilaku nabi.

Bahkan Syaikhona Kholil jauh hari sebelum NKRI ini lahir sudah menuliskan bahwa Cinta tanah Air sebagian Dari Iman.

KH. Ma’ruf Khazin dalam Facebooknya mengupload kitab manuskrip Syaikhona Kholil Bangkalan yang dibagian pinggir dari kitab manuskrip tertulis “Hubbul Authon Minal iman”. Untuk lebih jelasnya Berikut yang beliau tuliskan:

Data ini saya peroleh dari manuskrip kitab tulisan tangan Syaikhona Kholil Bangkalan, di bagian akhir dijelaskan penulisan tersebut adalah tahun 1308 H atau sekitar 1887 M, jauh sebelum Indonesia merdeka. Beliau inilah yang memberi isyarat kepada KH Hasyim Asy’ari untuk mendirikan organisasi para ulama yang kemudian bernama Nahdlatul Ulama.

Kalimatnya berbunyi:

حب الأوطان من الإيمان

“Mencintai Negeri-negeri adalah bagian dari iman”. Beliau tulis di bagian pinggir ringkasan kitab Fikih.

Saat ini beberapa manuskrip Syaikhona Kholil Bangkalan sedang diupayakan untuk ditulis ulang oleh salah satu Dzuriyah beliau di dekat kawasan Suramadu. Beberapa karya tulis beliau diantaranya meliputi ilmu Nahwu, termasuk Alfiyah Ibnu Malik, Qawaid I’rab, Isti’dad Al-Maut dan sebagainya.

Baca Juga :  Dawuh Para Ulama Sepuh 60 tahun lalu tentang KH. Maemun Zubair Muda
Silahkan Bagikan Jika Bermanfaat: