Fiqih Qurban 2: Hewan yang tidak sah untuk kurban

Hewan yang tidak sah untuk kurban
Hewan yang tidak sah untuk Qurban

Yang terlintas dalam benak saya ketika menulis artikel ini. Mungkin kebiasaan Lama yang selalu berburu daging kurban setelah sholat idul adha membekas sampai sekarang.

Terlepas dari kisah masa remaja yang sangat menyenangkan dan tak mungkin terulang (teringat nasehat imam ghazali, sesuatu yang terjauh adalah masa lalu), disini saya akan membagikan sedikit ilmu tanpa bermaksud menggurui tentang hewan yang tidak sah untuk dijadikan kurban.

Layak Dibaca: Fiqih Qurban 1, Pengertian Qurban, Hukum Qurban dan Kurban Nadzar

Karena beberapa cacat yang menetap pada hewan atau cacat yang timbul karena kesalahan dalam memperlakukan hewan kurban berakibat hewan kurban tersebut menjadi tidak sah dipakai untuk Berkurban.

Sebagaimana sabda Rasulullah shallallâhu ‘alaihi wasallam yang diriwayatkan dari al-Barra bin Azibradliyallâhu ‘anh:

 أَرْبَعٌ لَا تَجُوزُ فِي الْأَضَاحِيِّ فَقَالَ الْعَوْرَاءُ بَيِّنٌ عَوَرُهَا وَالْمَرِيضَةُ بَيِّنٌ مَرَضُهَا وَالْعَرْجَاءُ بَيِّنٌ ظَلْعُهَا وَالْكَسِيرُ الَّتِي لَا تَنْقَى

“Ada empat macam hewan yang tidak sah dijadikan hewan kurban, “(1) yang (matanya) jelas-jelas buta, (2) yang (fisiknya) jelas-jelas dalam keadaan sakit, (3) yang (kakinya) jelas-jelas pincang, dan (4) yang (badannya) kurus lagi tak berlemak.” (Hadits Hasan Shahih, riwayat al-Tirmidzi: 1417 dan Abu Dawud: 2420).

Baca Juga :  Bagaimana Hukum Menelan Dahak Saat Puasa?

Selain empat cacat diatas, sebagian ulama’ ada yang menambahkan hewan kurban yang anggota badannya ada yang terpotong, misalnya kuping, ekor atau anggota badan yang lain, tidak sah menggunakan hewan tersebut sebagai kurban.

Layak Dibaca: Fikih Qurban 3, Waktu Terbaik Untuk Menyembelih Qurban

Sedangkan untuk hewan yang patah tanduknya atau hewan yang belum tumbuh atau juga tidak bertanduk maka boleh dijadikan hewan kurban, karena hal ini tidak mengurangi daging hewan kurban, sebagaimana penjelasan dalam Kitab Kifayatul Akhyar:

ويجزئ مكسور القرن، وكذا الجلحاء وهي التي لم يخلق لها قرن، لأن ذلك كله لايؤثر في اللحم فأشبه الصوف

Cukuplah berkurban dengan hewan yang patah tanduknya, begitu juga hewan yang belum tumbuh atau tidak bertanduk, karena hal itu tidaklah berpengaruh pada daging hewan kurban, seperti halnya bulu.

Dari keterangan diatas dapat kita ambil satu kesimpulan bahwa hewan-hewan yang tidak sah untuk dijadikan Kurban adalah sebagai berikut:

Baca Juga :  Fiqih Shalat VII : Sunnah Haiat didalam Shalat

1. Hewan yang buta salah satu matanya
2. Hewan yang pincang salah satu kakinya, walaupun pincangnya itu terjadi ketika akan disembelih, yaitu ketika dirubuhkan dan ia bergerak dengan sangat kuat.
3. Hewan yang sakit
Seperti sakit yang tampak jelas yang menyebabkan kurus dan dagingnya rusak.
4. Hewan yang sangat kurus hingga menyebabkan hilang akalnya.
5. Hewan yang terputus sebagian atau seluruh telinganya.
6. Hewan yang terputus sebagian atau seluruh ekornya.

Sedangkan Untuk hewan yang dikebiri tidak merusak syarat sahnya hewan Kurban karena tidak mengurangi akan kualitas dagingnya.

Jika anda terlanjur membeli binatang kurban namun tidak memenuhi syarat sah untuk dijadikan tunggangan akhirat alangkah lebih baiknya kita sate bersama-sama 🙂

Sekian.