Fiqih Qurban 6: Ingin Berkurban? Perhatikan Syarat Hewan Kurban Berikut

satu ekor kambing kurban untuk berapa orang

Mendekati idul adha banyak orang menawarkan hewan kurban kepada kita, namun sebelum kita menawarnya ada baiknya kita memahami terlebih dahulu syarat-syarat hewan kurban, Apakah hewan kurban sudah memenuhi ketentuan kurban yang benar sebagaimana yang akan kami jelaskan di bawah ini.

Kita mengetahui bahwasanya ibadah qurban termasuk salah satu ibadah yang ketentuanya sudah diatur oleh syara’, dan salah satu ketentuan yang ada di dalamnya adalah syarat hewan yang akan kita jadikan kurban.

Jika sebelumnya sudah kita bahas tentang hewan yang tidak sah untuk dijadikan sebagai kurban, sekarang kita akan membahas tentang batas minimal usia dari hewan kurban.

Batas Usia Hewan Kurban

Di dalam kitab fathul qarib di jelaskan tentang hewan bisa mencukupi untuk dijadikan sebagai kurban jika usianya memenuhi syarat berikut:

(ويجزىء فيها الجذع من الضأن) وهو ما له سنة وطعن في الثانية (والثني من المعز) وهو ماله سنتان وطعن في الثالثة (والثني من الإبل) ما له خمس سنين وطعن في السادسة (والثني من البقر) ما له سنتان وطعن في الثالثة

Batas Usia hewan yang mencukupi untuk dijadikan sebagai hewan kurban adalah sebagai berikut:

  1. Untuk domba jika sudah berusia 1 tahun dan masuk pada usia 2 tahun
  2. Kambing kacang seperti kambing jawa jika sudah berusia 2 tahun dan masuk ke usia 3 tahun
  3. Onta At-Tsaniyah jika sudah berusia 5 tahun dan memasuki usia 6 tahun
  4. Sedangkan untuk sapi at-tsaniyah jika sudah berusia 2 tahun dan memasuki usia 3 tahun.

Selain Syarat-syarat diatas kita juga harus tahu tentang batasan satu hewan kurban bisa mencukupi untuk berapa orang. Jangan sampai misalnya kita berkurban kambing namun diniatkan untuk 7 orang.

Batasan maksimal tersebut sebagaimana Keterangan ini bisa ditemukan dari riwayat sahabat Jabir RA ketika bersama Rasulullah SAW di Hudaibiyah yang menyembelih seekor sapi untuk tujuh orang.

روى جابر رضي الله عنه قال نحرنا مع رسول الله صلى الله عليه وسلم بالحديبية البدنة عن سبعة والبقرة عن سبعة رواه مسلم

Artinya, “Sahabat Jabir RA bercerita, ‘Kami menyembelih seekor unta untuk tujuh orang dan seekor sapi untuk tujuh orang bersama Rasulullah SAW di Hudaibiyyah,’” (HR Muslim).

dari Hadits diatas kiranya cukup bagi kita betapa pentingnya mengetahui batasan hewan kurban tersebut.

Mengenai batasan berapa 1 ekor hewan kurban untuk berapa orang, Syaikh Ibnu Qasim Al-Ghazi Dalam kitab fathul qarib menjelaskan sebagai berikut:

Baca Juga :  Cara Memberi Nama Anak Yang Bagus

(وتجزىء البدنة عن سبعة) اشتركوا في التضحية بها (و) تجزىء (البقرة عن سبعة) كذلك (و) تجزىء (الشاة عن) شخص (واحد) وهي أفضل من مشاركته في بعير

  1. Satu Ekor unta dapat mencukupi untuk 7 orang secara bersama-sama didalam berkurban
  2. Kemudian untuk satu ekor sapi juga bisa mencukupi untuk 7 orang sebagaimana onta
  3. Sedangkan untuk satu ekor kambing hanya mencukupi untuk satu orang.

Bagaimana Hukum berkurban satu ekor kambing untuk satu keluarga?

Rasulullah SAW pernah menyembelih satu hewan kurban yang diperuntukkan untuk dirinya dan umatnya yang demikian banyak itu. Hal ini bisa diketahui dari doa yang dibaca Rasulullah saat Beliau menyembelih hewan kurbannya sebagai berikut.

اَللَّهُمَّ هَذَا عَنْ مُحَمَّدٍ وَعَنْ أُمَّةِ مُحَمَّدٍ

Artinya, “Tuhanku, terimalah kurbanku ini untukku dan umatku.”

Pendapat Ulama tentang hadits diatas adalah Bentuk sayang dan kepedulian Rasulullah terhadap umatnya dengan menyertakan umatnya dalam pahala kurban kambing yang Beliau sembelih. Sedangkan kurbannya itu sendiri hanya diperuntukkan bagi Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam.

Dengan kurban Rasulullah, gugurlah tuntutan ibadah kurban terhadap semua orang. Dari sini ulama menyimpulkan bahwa hukum ibadah kurban itu pada dasarnya sunah kifayah yang bila dikerjakan oleh salah seorang dari mereka, maka tuntutan berkurban dari mereka sudah memadai.

Karenanya para ulama sepakat bahwa satu kambing hanya bisa diperuntukkan kurban bagi satu orang.

Imam An-Nawawi menyebutkannya sebagai berikut.

 تجزئ الشاة عن واحد ولا تجزئ عن أكثر من واحد لكن إذا ضحى بها واحد من أهل البيت تأدى الشعار في حق جميعهم وتكون التضحية في حقهم سنة كفاية وقد سبقت المسألة في أول الباب

Artinya, “Seekor kambing qurban memadai untuk satu orang, dan tidak memadai untuk lebih dari satu orang. Tetapi kalau salah seorang dari anggota keluarga berkurban dengan satu ekor, maka memadailah syiar Islam di keluarga tersebut. Ibadah kurban dalam sebuah keluarga itu sunah kifayah. Masalah ini sudah dibahas di awal bab,” (Lihat An-Nawawi, Al-Majmu’ Syarhul Muhadzdzab, juz 8, halaman 397).

Seperti yang kami kutip dari NU online, Ibnu Hajar lebih eksplisit dalam mengulas praktik kurban yang dilakukan oleh Rasulullah SAW. Menurutnya, kurban memang untuk satu orang. Tetapi orang yang berkurban dapat berbagi pahala kepada orang lain.

 تُجْزِئُ ( الشَّاةُ ) الضَّائِنَةُ وَالْمَاعِزَةُ ( عَنْ وَاحِدٍ ) فَقَطْ اتِّفَاقًا لَا عَنْ أَكْثَرَ بَلْ لَوْ ذَبَحَا عَنْهُمَا شَاتَيْنِ مُشَاعَتَيْنِ بَيْنَهُمَا لَمْ يَجُزْ ؛ لِأَنَّ كُلًّا لَمْ يَذْبَحْ شَاةً كَامِلَةً وَخَبَرُ اللَّهُمَّ هَذَا عَنْ مُحَمَّدٍ وَأُمَّةِ مُحَمَّدٍ مَحْمُولٌ عَلَى التَّشْرِيكِ فِي الثَّوَابِ وَهُوَ جَائِزٌ وَمِنْ ثَمَّ قَالُوا لَهُ أَنْ يُشْرِكَ غَيْرَهُ فِي ثَوَابِ أُضْحِيَّتِهِ وَظَاهِرُهُ حُصُولُ الثَّوَابِ لِمَنْ أَشْرَكَهُ وَهُوَ ظَاهِرٌ إنْ كَانَ مَيِّتًا قِيَاسًا عَلَى التَّصَدُّقِ عَنْهُ وَيُفَرَّقُ بَيْنَهُ وَبَيْنَ مَا يَأْتِي فِي الْأُضْحِيَّةِ الْكَامِلَةِ عَنْهُ بِأَنَّهُ يُغْتَفَرُ هُنَا لِكَوْنِهِ مُجَرَّدَ إشْرَاكٍ فِي ثَوَابِ مَا لَا يُغْتَفَرُ ثُمَّ رَأَيْت مَا يُؤَيِّدُ ذَلِكَ وَهُوَ مَا مَرَّ فِي مَعْنَى كَوْنِهَا سُنَّةَ كِفَايَةٍ الْمُوَافِقُ لِمَا بَحَثَهُ بَعْضُهُمْ أَنَّ الثَّوَابَ فِيمَنْ ضَحَّى عَنْهُ وَعَنْ أَهْلِ بَيْتِهِ لِلْمُضَحِّي خَاصَّةً لِأَنَّهُ الْفَاعِلُ كَالْقَائِمِ بِفَرْضِ الْكِفَايَةِ 

Baca Juga :  Kapan Memulai Takbir Idul Adha?

Artinya, “(Seekor kambing) baik domba maupun kambing kacang itu memadai untuk kurban (satu orang) saja berdasarkan kesepakatan ulama, tidak untuk lebih satu orang. Tetapi kalau misalnya ada dua orang menyembelih dua ekor kambing yang membaur sebagai kurban bagi keduanya, maka tidak boleh karena masing-masing tidak menyembelihnya dengan sempurna.

Hadits ‘Tuhanku, inilah kurban untuk Muhammad dan umat Muhammad SAW,’ mesti dipahami sebagai persekutuan dalam pahala. Ini boleh saja. Dari sini para ulama berpendapat bahwa seseorang boleh menyertakan orang lain dalam pahala kurbannya. Secara tekstual, pahala itu didapat bagi orang menyertakan orang lain. Ini jelas, meskipun orang yang disertakan itu sudah wafat. Hal ini didasarkan pada qiyas sedekah atas mayit. Tentu harus dibedakan antara sedekah biasa dan ibadah kurban sempurna. Karena di sini sekadar berbagi pahala kurban dibolehkan.

Saya melihat dalil yang memperkuat pernyataan ini seperti pernah dijelaskan di mana hukum ibadah kurban adalah sunah kifayah. Hal ini sejalan dengan bahasan sejumlah ulama yang menyebutkan bahwa pahala orang yang berkurban untuknya dan keluarganya itu sejatinya untuk dirinya sendiri. Karena, orang pertama lah yang berkurban, sama halnya dengan orang yang menunaikan ibadah fardhu kifayah,” (Lihat Ahmad bin Hajar Al-Haitami, Tuhfatul Muhtaj fi Syarhil Minhaj, Beirut, Darul Kutub Al-Ilmiyah, cetakan keempat, tahun 2011, juz 4, halaman 354-355).

Lantas bagaimana saat membeli hewan qurban ternyata usianya masih kurang dari ketentuan-ketentuan diatas? Untuk hal tersebut anda bisa melihat tulisan kami disini.

Demikian sedikit ulasan tentang syarat -Syarat Hewan kurban dan batasan 1 hewan kurban untuk berapa orang. Semoga bermanfaat.