Fiqih Qurban 4: Hukum Memakan Daging Kurban Sendiri

Hukum Memakan daging Qurban Sendiri

Banyak orang yang berkurban tidak mau memakan daging kurban sendiri. Tentunya dengan berbagai alasan. Ada juga yang beranggapan tidak berani memakan daging kurban sendiri karena takut hal tersebut tidak diperbolehkan.

Seperti kita ketahui bahwa setelah pelaksanaan sholat idul adha kita melaksanakan penyembelihan hewan kurban, karena waktu tersebut adalah salah satu waktu yang paling utama untuk menyembelih daging kurban.

Sebenarnya Bagaimana Hukumnya memakan daging kurban sendiri? Benarkah tidak diperbolehkan?

Untuk menjawab pertanyaan di atas harus kita ketahui terlebih dahulu dari jenis kurban yang dilakukan. Apakah kurban yang dilakukan termasuk jenis kurban wajib atau sunah?

Hukum asal dari berkurban adalah sunah muakad yakni sunah yang dikukuhkan, namun ada juga hukum dari berkurban adalah wajib. Untuk mengetahui hukum dari kurban yang anda lakukan silahkan baca tulisan yang ada pada halaman di bawah ini.

Baca Juga :  Fiqih Qurban 6: Ingin Berkurban? Perhatikan Syarat Hewan Kurban Berikut

Fiqih Qurban 1: Pengertian, Hukum dan Kurban Nadzar

Setelah mengetahui kurban anda termasuk kurban yang sifatnya wajib atau sunah baru kita membahas tentang hukum memakan daging kurban sendiri.

Bagaimana Hukum Memakan daging Kurban Sendiri

Dalam Kitab Fathul Qarib di jelaskan bahwa kita tidak boleh untuk memakan daging kurban sendiri jika itu termasuk kurban wajib (Nadzar), kita wajib untuk mensedekahkan semuanya.

Berbeda Hukumnya jika kurban yang kita lakukan adalah kurban sunah, Jika kurban yang kita lakukan adalah kurban sunah menurut qaul jadid kita diperbolehkan untuk memakan sepertiga dari daging kurban kita sendiri, dan 2/3 harus disedekahkan. Ini pendapat Imam Nawawi dalam kitab Tashih-At-Tanbih.

Ada yang mengatakan 1/3 Daging kurbannya disedekahkan kepada kaum muslimin yang Kaya dan 1/3 lainnya disedekahkan kepada kaum muslimin yang tidak mampu.

Baca Juga :  Sah kah Jika Usia Hewan Kurban Belum Cukup?

Namun Imam nawawi dalam kitab Raudhah dan kitab asalnya tidak mengunggulkan salah satu dari dua pendapat tersebut.

(ولا يأكل المضحي شيئاً من الأضحية المنذورة) بل يجب عليه التصدق بجميع، فلو لحمها أخره فتلفت لزمه ضمانها (ويأكل من الأضحية المتطوع بها) ثلثاً على الجديد وأما الثلثان فقيل يتصدق بهما، ورجحه النووي في تصحيح التنبيه. وقيل يهدي ثلثاً للمسلمين الأغنياء ويتصدق بثلث على الفقراء من لحمها ولم يرجح النووي في الروضة وأصلها شيئاً من هذين الوجهين

Setelah membaca keterangan diatas dapat kita ketahui bahwa diperbolehkan memakan daging kurban sendiri selama bukan kurban Nadzar.

Perlu diperhatikan pula bahwa daging kurban Nadzar jika pembagian dagingnya ditunda dan menyebabkan daging tersebut rusak, wajib bagi yang berkurban untuk menggantinya. Jadi jika kurban yang dilakukan adalah kurban nadzar sebaiknya segera ditasarufkan agar tidak terjadi kerusakan pada daging kurban tersebut.

Wallahu ‘A’lam.