Fiqh Sholat: Hukum dan Doa Setelah Tahiyat Akhir

Hukum dan doa setelah tahiyat akhir

Dalam Istilah Fikih Shalat adalah pekerjaan yang dilakukan mulai dari Takbiratul Ihram dan diakhiri dengan salam. Untuk panduan sholat lengkap, doa setelah sholat serta kesunahan di dalam sholat sudah kami bahas pada tulisan sebelumnya. Sekarang kita akan membahas tentang hukum dan doa Setelah Tahiyat Akhir.

Didalam sholat selain rukun yang wajib kita lakukan terdapat pula sunah-sunah yang dianjurkan untuk kita lakukan, ada sunah haiat ada pula sunah ab’adh.

Salah satu doa didalam sholat adalah membaca doa setelah tahiyat akhir atau sebelum salam. Banyak keterangan dalam kitab fiqih tentang hukum dan bacaan doa yang dibaca setelah tahiyat akhir, diantaranya adalah yang terdapat dalam kitab syarah safinatun Naja (Kasyifatus Saja).

Di dalam Syarah Safinatun Naja, Syaikh Nawawi Al-bantani menjelaskan kepada kita dengan perkataan sebagai berikut:

يسنّ الدعاء بعد التشهد الاخير بما شاء وافضله التعوذ من العذاب والفتن لخبر سليم : اذا تشهد احدكم فاليستعذ بالله من اربع فيقول اللهم انّى اعوذبك من عذاب القبر ومن عذاب النار ومن فتنة المحيا والممات ومن فتنة المسيح الدجال

“Disunnahkan membaca Doa setelah Tasyahud atau Tahiyat Akhir dengan doa yang dikehendaki. Yang paling utama adalah memohon perlindungan kepada dari siksa dan fitnah.

Baca Juga :  Terkait Ditolaknya Harlah NU, Ini Sikap Resmi GP Ansor Kota Jogja

Hal ini sesuai dengan Khabar yang disampaikan salim :“ Ketika Salah satu dari kalian tasyahud maka mintalah perlindungan dari Allah dari empat perkara, Maka Ucapkanlah ” Allahumma Inni A’udzubika min Adzabil qobri Wa Min Adzabin Nar Wamin Fitnatil Mahya Wal mamati Wa Min Fitnatil Masihid Dajjal””.

Dari keterangan di atas dapat kita ketahui bahwa hukum dari membaca doa setelah tahiyat akhir adalah sunah.

Doa Yang Di Baca Setelah Tahiyat Akhir

Kita dianjurkan berdoa setelah tahiyat akhir dengan doa yang kita bisa namun yang lebih utama adalah memohon perlindungan kepada Allah Subhanahu Wata’ala dari :
1. Adzab Qubur
2. Adzab Neraka
3. Dari Fitnah kehidupan
4. Dari Fitnah Setelah kita Mati
5. Dari Fitnah Dajjal

Adapun Doa yang mashur untuk dibaca adalah:

Doa Setelah tahiyat Akhir Arab

أَللَّهُمَّ إِنِّيْ أَعُوْذُ بِكَ مِنْ عَذَابِ الْقَبْرِ وَمِنْ عَذَابِ النَّارِ، وَمِنْ فِتْنَةِ الْمَحْيَا وَالْمَمَاتِ وَمِنْ فِتْنَةِ الْمَسِيْحِ الدَّجَّالِ

Doa Setelah Tahiyat Akhir Latin

Allâhumma innî a’ûdzubika min adzâbil qabri wa min ‘adzâbin nar, wa min fitnatil mahyâ wal mamât wa min fitnatil masîhid Dajjâl.

Arti Doa Setelah Tahiyat Akhir

Baca Juga :  Fiqih Shalat II : Kewajiban Setiap Muslim Untuk Mendirikan Shalat

Artinya, “Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari siksaan kubur, siksa api neraka, fitnah kehidupan dan kematian, serta berlindung dari fitnah dajjal”

Hukum Meninggalkan doa Setelah Tahiyat Akhir

Syaikh Sibromalisy berkata : “Makruh meninggalkan doa setelah Tahiyat Akhir karena doa tersebut lebih utama-utamanya perkara yang diwajibkan sebagian ulama.”

Syaikh Umairoh berkata: “Berkata Auza’i di dalam kitab Al-Quut, adapun al-Quut adalah kitab Syarah Minhaj. ” Doa ini (Doa setelah tahiyat) sangat dianjurkan karena karena benar-benar Shahih perintah tentang doa tersebut.””.

Beberapa kalangan mewajibkan untuk membaca doa tersebut seperti apa yang dilakukan oleh Imam Thawus, beliau memerintahkan Anaknya untuk mengulang shalat karena meninggalkan doa setelah tahiyat akhir.

Imam Syibramalisi juga menyampaikan bahwasanya kita dianjurkan untuk membaca doa setelah tahiyat akhir / sebelum salam dengan Doa tersebut sebagaimana Sabda Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wasallam untuk menjadikan Ta’awudz (Ta’awudz Empat) sebagai akhir dari Ucapan.

Wallahu ‘A’lam..