Kategori: FiqihJenazah

Fiqh Jenazah: Tata cara Mengkafani Jenazah Lengkap

Pada tulisan kali ini kita akan membahas tentang tata cara mengkafani jenazah secara lengkap. Baik tata cara mengkafani jenazah laki-laki ataupun mengkafani jenazah perempuan.

Jenis Kain Kafan

Dalam mengkafani jenazah ada beberapa hal yang harus diperhatikan salah satunya adalah jenis kain kafan yang akan dipakaiakan untuk jenazah. Karena ada kain kafan yang haram dipakaiakan untuk laki-laki namun boleh dipakaikan untuk perempuan, ada pula jenis kain kafan yang makruh untuk dipakaikan kepada mayit. Untuk lebih jelasnya tentang jenis dan model kain kafan untuk jenazah adalah sebagai berikut:

  1. Wajib mengkafani Jenazah dengan kain yang boleh dipakai oleh mayit semasa hidup. Maka haram hukumnya jika mayat laki-laki dan khunsa (berkelamin ganda) menggunakan kain kafan jenis sutra.
  2. Makruh hukumnya menggunakan kain kafan jenis sutera untuk jenazah perempuan dan anak kecil
  3. Makruh hukumnya menggunakan kain kafan yang terlalu mahal karena dinilai terlalu berlebihan.
  4. Makruh hukumnya menggunakan kain kafan yang berwarna karena hal tersebut juga dinilai terlalu berlebihan.

Untuk jenis kain kafan yang akan di pakaikan kepada jenazah atau mayit juga perlu memperhatikan kondisi jenazah tersebut ketika ia wafat. Jika jenazah tersebut ketika meninggal dalam keadaan kaya maka sebaiknya menggunakan kain kafan yang bagus, jika jenazah tersebut meninggal dalam kondisi yang sederhana maka kain seyogyanya juga di kafani dengan kain kafan yang sederhana dan jika jenazah tersebut meninggal dalam kondisi miskin maka kain kafan yang digunakan sebaiknya juga disesuaikan dengan kondisi dan kemampuanya.

Minimal Mengkafani Jenazah / Mayit

Dalam mengkafani jenazah juga dikenal istilah minimal dan juga maksimal.

Untuk standar minimal dalam mengkafani jenazah cukup dengan menutup aurat jenazah tersebut dengan satu lembar kain

Maksimal Mengkafani Jenazah / Mayit

Untuk maksimal dalam mengkafani jenazah adalah dengan menggunakan tiga lapis kain baik untuk jenazah laki-laki atau perempuan dengan ukuran yang sama. Hal ini sesuai dengan hadits yang diriwayatkan oleh Imam Bukhari dan Imam Muslim:

“Rasulullah Shollallahu ‘Alihi wasallam dikafani dengan tiga lapis kain yamani yang berwarna putih tanpa gamis dan surban.

Kain Kafan Untuk Jenazah Perempuan

Bagi jenazah perempuan dan khunsa yang utama menggunakan lima lapis kain kafan sebagaimana kain yang dipakaiakan Rasulullah kepada putrinya Ummu Kultsum.

Lima lapis kain kafan untuk perempuan tersebut terdiri dari:
1. Kebaya
2. Baju kurung
3. Kerudung
4. 2 Lapis kain.

Kain Kafan Untuk Jenazah laki-laki

Jika jenazah laki-laki ingin dikafani dengan lima lapis maka ada dua cara.

1. Tiga lapis kain ditambah gamis dan surban
2. Dua lapis kain, satu izar (kain penutup tubuh antara pusar dan lutut, ditambah gamis dan surban.

Tata Cara Mengkafani Jenazah ( Mayat)

Berikut ini adalah tata cara mengkafani jenazah baik jenazah laki-laki ataupun perempuan.

  1. Sebelum Jenazah diangkat dari tempat pemandian, terlebih dahulu kita mempersiapkan kain kafan yang sudah di dibubuhi wewangian.
  2. Kemudian jenazah diletakkan diatasnya dengan terlentang dan di sedekapkan dengan halus dan pelan-pelan.
  3. Semua anggota sujud (Kening, kedua telapak tangan, kedua lutut, jari-jari kaki bagian bawah) dan lubang-lubang yang ada pada tubuh jenazah atau mayit seperti hidung, telinga, mata, mulut, Kelamin pria atau miss V ditutup dengan kapas yang telah diberi wewangian. Begitupun juga dengan sela-sela jari baik kaki ataupun tangan dan juga luka yang berlubang.
  4. Kemudian Pantat mayit diberi kain yang disobek ujungnya kemudian ditarik sampai pinggul lalu diikat, setelah memasukkan kapas yang diberi minyak wangi ke dalam belahan pantat.

Tata Cara Melipat Kain Kafan

Setelah hal-hal diatas selesai kita lakukan, sekarang saatnya menutup kain kafan jenazah. Adapun tata cara menutup kain kafan adalah sebagai berikut:

  1. Kain Kafan sebelah kiri
  2. Kain Kafan sebelah kanan
  3. Kain kafan sebelah kiri lagi, kemudian kain kafan sebelah kanan dan begitu seterusnya sampai selesai.
  4. Kemudian Ujung kain kafan yang ada di kepala dan kaki jenazah disatukan, kemudian di ikat erat dengan tali agar tidak lepas saat di bawa ke maqbaroh ( Makam).

Catatan seputar Mengkafani Jenazah

Tidak dibenarkan menuliskan ayat-ayat alqur’an atau Asma’ul A’dzom (Asma-Asma Allah) di atas kain kafan atau diatas kertas yang kemudian di masukkan kedalam kain kafan dari jenazah tersebut kecuali dalam penulisanya memakai ludah atau air.

Kain Kafan Yang Disunahkan

Sunnah bagi jenazah dikafani dengan kain kafan yang tebal, berwarna putih, bekas namun bersih dan tidak kurang dari tiga lapis kecuali jika jenazah atau mayit memiliki hutang yang lebih besar dari harta yang dimiliki dan ia di kafani dengan hartanya tersebut, maka bagi mayit tersebut cukup dengan menggunakan 1 lapis kain kafan saja.

Rekomendasi untuk anda:

Demikian tata cara mengkafani jenazah lengkap dengan kesunahan-kesunahanya. Semoga bermanfaat.

Wassalam…


Sumber Rujukan : Fikih IBadah panduan lengkap beribadah versi Ahlus Sunnah hal: 187-191.

Website Ini Menggunakan Cookies