Nasehat Untuk Ust. Evie Effendi yang Mengusik Amaliyah Aswaja

Ust. Evie Effendi, yang beberapa waktu lalu sempat viral dengan ceramahnya yang mengatakan Nabi Muhammad Shollallahu ‘Alaihi Wasallam Pernah tersesat Kali ini ia berulah lagi dengan videonya yang viral bahwa dalil amaliyah Nisfu Sya’ban yang nota bene diamalkan oleh Sebagian Besar Umat Islam Dunia dituduhnya bermasalah.

Dalil nisfu sya'ban yang dikatakan bermasalah oleh ust. Evie Effendi

Tidak hanya itu, Ust.Evie effendi juga mengatakan bahwa bacaan Rabbighfirli setelah Fatihah adalah bid’ah.

Benarkah Dalil Nisfu Sya’ban Bermasalah?

Dalam halaman Facebooknya, salah satu Direktur Aswaja NU Jatim KH. Ma’ruf khazin memberikan bantahan-bantahan sekaligus Nasehat kepada Ust. Evie Effendi untuk lebih fokus kepada dakwah hijrahnya dari pada membahas khilafiyah.

Berikut ini Nasehat untuk Ust.Evie Effendi dan Pernyataan Kyai Ma’ruf Khazin Tentang Dalil Nisfu Sya’ban Dan Membaca Rabbighfirli setelah membaca surat Al-fatihah.

“Saran saya Ustadz Evie fokus saja dakwah kepada pemuda hijrah, tidak perlu membahas tema-tema khilafiyah di antara umat Islam. Terlebih lagi ketika mengutip dari sumber rujukannya tidak akurat.

Saya tidak akan berdebat dengan beliau soal hadis, karena saya melihat nyaris ‘tidak ada yang ilmiah’ dari penjelasan beliau. Beliau hanya taklid kepada Syekh Albani. Taklidnya pun tidak menyeluruh membaca kitab-kitab beliau. Saya hanya merespon isu yang beliau sebarkan. Sebab jika tidak ada klarifikasi ilmiah maka mereka yang tidak tahu akan menganggap bahwa perkataan Ust Evie tersebut benar, padahal salah.

Hadis Nishfu Sya’ban.

Menurut Ust Evie yang mengutip dari Syekh Albani dalam Kitab Silsilah Dhaifah bahwa hadis tentang Nishfu Sya’ban adalah dhaif.

Lha salahnya kok cuma baca kumpulan hadis dhaif Syekh Albani saja, Ust? Beliau juga punya kitab Silsilah Shahihah (kumpulan hadis Sahih versi Syekh Albani). Berikut saya kutipkan pernyataan beliau:

عَنْ مُعَاذِ بن جَبَلٍ عَن ِالنَّبِيِّ صلى الله عليه وسلم قَالَ يَطَّلِعُ اللهُ عَزَّ وَجَلَّ عَلَى خَلْقِهِ لَيْلَةَ النِّصْفِ مِنْ شَعْبَانَ فَيَغْفِرُ لِجَمِيْعِ خَلْقِهِ إِلاَّ لِمُشْرِكٍ أَوْ مُشَاحِنٍ

Baca Juga :  Tuntunan Sholat Tahiyatul Masjid

“Rasulullah Saw bersabda: “Sesungguhnya Allah memperhatikan hambanya (dengan penuh rahmat) pada malam Nishfu Sya’ban, kemudian Ia akan mengampuni semua makhluk-Nya kecuali orang musyrik dan musyahin (orang yang hatinya ada kebencian antar sesama umat Islam)”.

قَالَ الْأَلْبَانِي فِي ” السِّلْسِلَةِ الصَّحِيْحَةِ ” 3 / 135 : حَدِيْثٌ صَحِيْحٌ ، رُوِيَ عَنْ جَمَاعَةٍ مِنَ الصَّحَابَةِ مِنْ طُرُقٍ مُخْتَلِفَةٍ يَشُدُّ بَعْضُهَا بَعْضًا وَهُمْ مُعَاذُ بْنُ جَبَلٍ وَأَبُوْ ثَعْلَبَةَ الْخُشَنِي وَعَبْدُ اللهِ بْنُ عَمْرٍو وَأَبُوْ مُوْسَى الْأَشْعَرِي وَأَبُوْ هُرَيْرَةَ وَأَبُوْ بَكْرِ الصِّدِّيْقُ وَعَوْفُ بْنُ مَالِكٍ وَعَائِشَةُ .

Syekh Al-Albani berkata: “Ini adalah HADIS SAHIH. Diriwayatkan dari banyak sahabat dengan jalur riwayat yang berbeda-beda, yang saling menguatkan. Mereka adalah Muadz bin Jabal, Abu Tsa’labah al-Khusyani, Abdullah bin Amr, Abu Musa al-Asy’ari, Abu Hurairah, Abu Bakar ash-Shiddiq, Auf bin Malik dan Aisyah” (as-Silsilah ash-Shahihah 3/135)

Makanya sebelum mempelajari pendapat seseorang secara utuh dan menyeluruh sebaiknya jangan disampaikan dulu. Andaikan Syekh Albani berada di pengajian anda dan mendengarkan ceramah anda saya yakin beliau protes: “Ust Evie, kau baca dulu kitab saya Silsilah Shahihah, Sahih Al-Jami’ no hadis 2700 dan 7717, Sahih At-Targhib no hadis 1026, Sahih Ibni Majah no hadis 1390”.

Benarkah Membaca Rabbighfirli setelah Fatihah Bid’ah?

Doa Robbi ighfir li Setelah Fatihah

Berikutnya soal doa setelah Fatihah dan sebelum Amin. Menurut Ust Evie adalah Bid’ah. Mari kita belajar lagi dalil dan riwayatnya:

ﻭﻋﻦ ﻭاﺋﻞ ﺑﻦ ﺣﺠﺮ «ﺃﻧﻪ ﺳﻤﻊ ﺭﺳﻮﻝ اﻟﻠﻪ – ﺻﻠﻰ اﻟﻠﻪ ﻋﻠﻴﻪ ﻭﺳﻠﻢ – ﺣﻴﻦ ﻗﺎﻝ: {ﻏﻴﺮ اﻟﻤﻐﻀﻮﺏ ﻋﻠﻴﻬﻢ ﻭﻻ اﻟﻀﺎﻟﻴﻦ} ﻗﺎﻝ: ﺭﺏ اﻏﻔﺮ ﻟﻲ ﺁﻣﻴﻦ».

Dari Wail bin Hujr bahwa ia mendengar ketika Rasulullah shalallahu alaihi wasallam membaca ayat ke 7 dari surat Fatihah Nabi membaca “Ya Tuhanku, ampunilah aku. Amin”

Baca Juga :  Doa Saat Turun Hujan, Angin Besar Dan Awan Hitam

ﺭﻭاﻩ اﻟﻄﺒﺮاﻧﻲ ﻭﻓﻴﻪ ﺃﺣﻤﺪ ﺑﻦ ﻋﺒﺪ اﻟﺠﺒﺎﺭ اﻟﻌﻄﺎﺭﺩﻱ ﻭﺛﻘﻪ اﻟﺪاﺭﻗﻄﻨﻲ ﻭﺃﺛﻨﻰ ﻋﻠﻴﻪ ﺃﺑﻮ ﻛﺮﻳﺐ ﻭﺿﻌﻔﻪ ﺟﻤﺎﻋﺔ ﻭﻗﺎﻝ اﺑﻦ ﻋﺪﻱ: ﻟﻢ ﺃﺭ ﻟﻪ ﺣﺪﻳﺜﺎ ﻣﻨﻜﺮا

HR Thabrani, di dalamnya ada perawi Ahmad bin Abdul Jabbar Atharidi, dinilai tsiqah (terpercaya) oleh Daruquthni dan dipuji oleh Abu Kuraib. Ia dinilai dlaif oleh segolongan ulama. Ibnu Adi berkata: Aku tidak menemukan baginya hadis Munkar.

Penjelasan tambahan disampaikan oleh ulama Syafi’iyah:

ﻳﺴﺘﺜﻨﻰ ﻣﻦ اﻟﺘﻠﻔﻆ ﺑﺸﺊ اﻟﺘﻠﻔﻆ ﺑﺮﺏ اﻏﻔﺮ ﻟﻲ، ﻓﺈﻧﻪ ﻻ ﻳﻀﺮ ﻟﻠﺨﺒﺮ اﻟﺤﺴﻦ: ﺃﻧﻪ – ﺻﻠﻰ اﻟﻠﻪ ﻋﻠﻴﻪ ﻭﺳﻠﻢ – ﻗﺎﻝ ﻋﻘﺐ (ﻭﻻ اﻟﻀﺎﻟﻴﻦ) : ﺭﺏ اﻏﻔﺮ ﻟﻲ.

Larangan mengucapkan kalimat di dalam shalat mengecualikan doa Robbighfir Li. Ini boleh berdasarkan hadis Hasan bahwa setelah membaca ayat Fatihah Nabi membaca doa Robbighfir Li.

ﻭﻗﺎﻝ ﻋ ﺷ : ﻭﻳﻨﺒﻐﻲ ﺃﻧﻪ ﻟﻮ ﺯاﺩ ﻋﻠﻰ ﺫﻟﻚ: ﻭﻟﻮاﻟﺪﻱ ﻭﻟﺠﻤﻴﻊ اﻟﻤﺴﻠﻤﻴﻦ. ﻟﻢ ﻳﻀﺮ ﺃﻳﻀﺎ. اﻩ.

Ali Syibramulisi berkata: Dianjurkan menambah doa “Dan untuk kedua orang ku dan semua umat Islam”. Hal ini juga tidak apa-apa” (Hasyiatul Jamal 1/173)

Membaca doa secara khusus di dalam shalat juga diamalkan oleh seorang ulama Mujtahid 4 Madzhab. Imam Ahmad berkata:

إني لأدعو الله للشافعي في صلاتي منذ أربعين سنة، أقول اللهم اغفرلي ولوالدي ولمحمد بن إدريس الشافعي

Artinya, “Aku berdoa kepada Allah untuk Syafi’i dalam shalatku selama empat puluh tahun. Aku berdoa, ‘Ya Allah ampunilah aku, kedua orang tuaku, dan Muhammad bin Idris As-Syafi’i.’” (Al-Baihaqi, Manaqib Al Imam Asy-Syafii 255)

Untuk pembahasan Dalil-Dalil Nisfu sya’ban secara panjang lebar serta amalan apa yang dilakukan pada malam nishfu sya’ban silahkan anda lihat disini.

Semoga Nasehat Diatas bisa membuat Ust. Evie Effendi lebih introspeksi diri dan makin giat untuk belajar sebelum berdakwah, apalagi membahas urusan khilafiyah.

Sekian.