≡ Menu

Cara Wudhu Yang Benar

in Bersuci, FIQIH
cara wudhu yang benar

Pada artikel sebelumnya sudah kita bahas tentang Jenis dan macamnya air, baik itu air yang bisa dipakai untuk bersuci maupun yang tidak bisa dipakai untuk bersuci. Sekarang kita lanjutkan dengan pembahasan selanjutnya tentang tata cara wudhu yang benar sesuai dengan Madzhab Imam syafi’i.

Sudah menjadi keniscayaan bahwasanya wudhu merupakan salah satu kunci pokok dalam kita melaksanakan ibadah. Baik itu yang wajib seperti shalat lima waktu ataupun ibadah sunnah seperti membaca alqur’an dan lainya. Jika wudhu kita rusak maka rusak pula ibadah kita.

Untuk melaksanakan shalat kita diperintahkan untuk wudhu. Hal itu sesuai dengan Firman Allah dalam Alqur’an  surat almaidah ayat 6 :

يَاأَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا إِذَا قُمْتُمْ إِلَى الصَّلَاةِ فَاغْسِلُوا وُجُوهَكُمْ وَأَيْدِيَكُمْ إِلَى الْمَرَافِقِ وَامْسَحُوا بِرُءُوسِكُمْ وَأَرْجُلَكُمْ إِلَى الْكَعْبَيْنِ

Artinya :

“Wahai orang-orang yang beriman! Apabila kamu hendak melaksanakan shalat, maka basuhlah wajahmu dan tanganmu sampai ke siku, dan usaplah kepalamu dan (basuh) kedua kakimu sampai ke kedua mata kaki.”

Jika kita sudah mengetahui pentingnya wudhu  tentunya kita ingin wudhu kita sempurna, Jangan sampai kita beribadah selama bertahun-tahun ternyata rusak karena faktor wudhu yang salah.

FARDLU WUDHU :

فروض الوضوء ستة : الأول النية الثاني غسل الوجه الثالث غسل اليدين مع المرفقين الرايع مسح شيئ من الرأس الخامس غسل الرجلين مع الكعبين السادس الترتيب

Artinya: “Fardhunya wudhu ada enam: (1) niat, (2) membasuh wajah, (3) membasuh kedua tangan beserta kedua siku, (4) mengusap sebagian kepala, (5) membasuh kedua kaki beserta kedua mata kaki, (6) tertib,” (Kasyifatus saja ‘ala Safînatun Najâ, Thoha Putra, Semarang, halaman 18).

Tata cara wudhu yang benar seperti yang sudah dijelaskan dalam kitab Safinatun naja fi ushuliddin walfiqhi adalah sebagai Berikut :

1. NIAT

Dalam pelaksanaanya Niat harus bersamaan dengan Membasuh wajah. karena membasuh wajah adalah fardhu pertama yang dilakukan.

النية : قصد الشيء مقترنا بفعله ، ومحلھا القلب والتلفظ بھا سنة ، ووقتھا عند غسل
أول جزء من الوجه
Anniyyatu Qoshdu Asy-Syaii Muqtarinan Bifi’lihi . Wa Mahalluhaa Al-Qolbu . Wattalaffuzhu Bihaa Sunnatun . Wa Waqtuhaa ‘Inda Ghosli Awwali Juz’in Minal wajhi. (Syarh Kasyifatussaja ala safinatunnaja fi ushuliddiin wal Fiqh, Hal. 19, Cetakan Thoha Putra).
Niat adalah menyengaja sesuatu bersamaan dengan pekerjaannya, adapun tempatnya niat didalam hati sedangkan mengucapkan dengan lisan itu sunnah. Waktu niat ketika membasuh wajah.

adapun niat wudhu bagi yang berhadats adalah :

نَوَيْتُ الْوُضُوْءَ لِرَفْعِ الْحَدَثِ الْاَصْغَرِ فَرْضًا لِلهِ تَعَالَى

Niat diatas kita lakukan saat kita memiliki hadats dan tidak memiliki penyakit daimul hadats seperti Beser ataupun istihadhoh bagi wanita. Jika kita memiliki penyakit beser ataupun istihadloh maka niatnya adalah Berniat untuk diperbolehkannya melakukan shalat atau ibadah lain yang tidak bisa dilakukan kecuali dalam keadaan suci. contoh niat seorang yang istihadhoh untuk menjalankan shalat adalah seperti dibawah ini:

Baca Juga :  Pembagian Najis Dan cara Mensucikanya

نَوَيْتُ الْوُضُوْءَ لِاسْتِبَاحَةِ الصّلاَةِ لِلهِ تَعَالَى

Atau untuk orang yang ingin memperbarui wudhunya cukup dengan niat:

نَوَيْتُ الْوُضُوْءَ

2. Membasuh wajah

Sebagai batasan wajah, panjangnya adalah antara tempat tumbuhnya rambut sampai dengan dagu (tempat tumbuhnya jenggot). Sedangkan lebarnya adalah antara kedua telinganya. Termasuk wajah adalah berbagai rambut yang tumbuh di dalamnya seperti alis, bulu mata, kumis, jenggot, dan godek. Rambut-rambut tersebut wajib dibasuh bagian luar dan dalamnya beserta kulit yang berada di bawahnya meskipun rambut tersebut tebal, karena termasuk bagian dari wajah. tetapi tidak wajib membasuh bagian dalam rambut yang tebal bila rambut tersebut keluar dari wilayah wajah

3. Membasuh Kedua Tangan Sampai Siku

Fardhu wudhu yang ke 3 adalah membasuh kedua tangan sampai siku. Apabila tangannya terputus, maka tetap wajib membasuhnya. Hal ini tentu masih tergantung sampai di mana bagian tangannya yang putus. Bila berada di bawah siku maka wajib membasuh sisa yang putus sampai dengan siku. Bila putus sampai di atas siku, maka tidak wajib membasuh ujung bagian yang putus, tetapi hal itu disunnatkan.

4. Mengusap Sebagian Kepala

Dalam mengusap sebagian kepala Dianggap cukup bila dalam mengusap kepala ini dengan cara membasuhnya, meneteskan air, atau meletakkan tangan yang basah di atas kepala tanpa menjalankannya.

Diperbolehkan memilih rambut yang diinginkan,asalkan masih dalam lingkup kepala. Jadi, bila rambutnya panjang sampai melebihi batas kepala, maka tidak cukup membasuh ujungnya yang berada luar batas kepala.

5. Membasuh Kedua Kaki Hingga Kedua Mata Kaki

Dalam membasuh kaki, Kedua kaki dibasuh sampai dengan mata kaki. Orang yang terpotong telapak kakinya maka wajib membasuh bagian yang tersisa. Sedangkan bila bagian yang dipotong di atas mata kaki maka tidak ada kewajiban membasuhnya, akan tetapi disunahkan membasuh anggota badan yang tersisa.

6. Tertib

Yang dimaksud dengan tertib disini adalah Berurutan dalam pelaksanaan rukun wudhu mulai dari membasuh wajah sampai dengan membasuh mata kaki.

Didalam wudhu juga memiliki banyak kesunnahan. kesunahan-kesunahan dalam wudhu akan kami jelaskan Insya Allah pada artikel selanjutnya.

Silahkan Bagikan Jika Bermanfaat: