≡ Menu

Mengenal Sang Maha Guru KH.Hasyim Asy’ari

in Biografi
Biografi KH. Hasyim Asy'ari

Siapa yang tidak mengenal Sang Maha Guru Hadrotussyaikh KH.Hasyim Asy’ari. Selain sebagai Ulama besar Pendiri pondok pesantren Tebuireng, Jombang dan juga pendiri Ormas terbesar didunia Nahdlatul Ulamabeliau juga dikenal sebagai Pejuang sejati. Salah satu bukti cinta beliau kepada negeri ini adalah keputusan beliau untuk mengeluarkan fatwa yang dikenal dengan nama Resolusi Jihad. Berkat usaha dan perjuangan beliau tersebut, pemerintah memberikan penghargaan yang sangat besar pada tahun 1964 yaitu sebagai Pahlawan Nasional Indonesia.

Didalam Ta’rif bil muallif  (menjelaskan tentang Biografi Pengarang ) dari kitab adabul ‘alim wal muta’alim Gus Ishomuddin Hadziq menjelaskan tentang Biografi Beliau, mulai dari silsilah nasab dan ilmu, Perjalanan menuntut ilmu, dan Kitab karya beliau.

Nama Dan Nasab KH.Hasyim Asy’ari

Nama Beliau adalah Muhammad Hasyim bin Asy’ari bin Abdul wahid bin abdul halim ( Pangeran Benawa) bin Abdul Rahman (Jaka Tingkir Sultan Hadiwidjaya) bin Abdullah bin Abdul ‘Aziz bin Abdul Fattah Bin Maulana Ishaq (ayah dari Sunan Giri ).

KH. Hasyim Asyari yang bernama Lengkap Muhammad hasyim Lahir di Desa Gedang, Sebelah Utara kota Jombang pada hari selasa 24 Dzul Qo’dah 1287 H atau bertepatan dengan  tanggal 14 Februari 1871.

Masa Kecil KH. Hasyim Asy’ari

Beliau tumbuh dan berkembang dalam pangkuan  dan didikan yang sangat baik dari kedua orang tuanya yakni KH.Asy’ari dan Nyai Halimah, Mulai dari Belajar Alqur’an dan beberapa ilmu agama sampai beliau mahir.

Menuntut Ilmu Di Pulau Jawa

Setelah menyelesaikan pendidikan Alqur’an dan berbagai cabang ilmu agama yang lainya. Beliau kemudian melanjutkan belajarnya ke beberapa pesantren ternama di pulau jawa. Diantaranya adalah Pondok pesantren Sono, Pondok pesantren Siwalan yang letak kedua pondok tersebut ada di wilayah Sidoarjo.

Kemudian melanjutkan pengembaraan dalam rangka haus akan ilmu ke pondok pesantren Langitan yang terletak dituban kemudian dilanjutkan ke Pondok Bangkalan yang ada di Pulau Madura dalam asuhan Shohibul karomah Waliyullah Syaikh Kholil Bangkalan.

Menuntut Ilmu Di Makkah

Kemudian Beliau Meneruskan Belajar ke Makkah Al Mukarromah dan bermukim di sana dalam beberapa waktu. Di Makkah Beliau belajar kepada Guru-Guru Besar agama Islam, Guru- Guru para Ulama Nusantara diantaranya adalah Syaikh Nawawi Albantani, Syaikh Khotib al minangkabawi, Syaikh Syu’aib bin abdul Rahman dalam beberapa cabang ilmu.

Tidak cukup sampai disitu, beliau belajar Kitab-kitab hadits Nabawiyah kepada Sayyid Abbas Al-Maliki Al-Hasani, Kemudian belajar ilmu Syariat, Ilmu nahwu, Ilmu adab dan perilaku dalam hal hadits  Sehingga beliau mendapatkan banyak sekali ilmu Ma’qul dan Manqul.

Baca Juga :  KH. Maimun Zubair Sang Pengayom Umat Tutup Usia

Mendirikan Pondok Pesantren Tebuireng

Setelah itu Beliau kembali dari tanah haram, beliau mendirikan pondok pesantren Salafiyah Safi’iyyah di Tebu Ireng Jombang bertepatan dengan tanggal 26 Rabiul Awal 1317 H.  Beliau Fokus dalam Belajar mengajar disana.

Karena Ketinggian Ilmu dan keagungan adab beliau, banyak orang berdatangan dari berbagai daerah sowan untuk belajar kepada beliau dan mendapatkan berkah beliau.

Mendirikan Nahdlatul Ulama

Kemudian pada tanggal 16 Rajab 1344 H (31 Januari 1926) Beliau mendirikan Jam’iyyah terbesar didunia saat ini yaitu Nahdlatul Ulama bersama KH. Abdul Wahhab Hasbullah dan KH. Bisyri Syansuri beserta pembesar-pembesar ulama’ di Pulau Jawa.

Jam’iyyah Nahdlatul Ulama dan Pondok Pesantren Tebuireng, jombang adalah dua peninggalan besar beliau.

Kitab Karangan Hadhrotussyaikh KH. Hasyim Asy’ari

Tidak diragukan lagi beliau adalah orang yang memiliki ilmu sangat tinggi dan Keagungan Akhlak sehingga beliau menjadi Pimpinan dan Rujukan Para ulama saat itu hingga sampai hari ini melalui karya-karya beliau.

Diantara Karya-karya Beliau adalah :

  1. Adabul ‘alim wal Muta’alim yang menjelaskan tentang Adab seorang murid /penuntut ilmu tentang hal-hal yang dibutuhkan saat menuntut ilmu. Dan mejelaskan juga tentang bagaimana Menjadi Seorang Pendidik / Mualim.
  2. Ziyadah Ta’liqot yang menjawab cibiran kepada Pengikut Jam’iyyah Nahdlatul Ulama dari Syaikh Abdullah bin Yasin alfasuruani
  3. Tanbihat Al-Wajibat
  4. Ar-Risalah Al-Jami’ah
  5. Nurul Mubin Fi mahabbati Sayyidil Mursalin
  6. Hasyiah ‘ala Fathir Rohman
  7. Ad-Durorul Munqotsiroh
  8. At-Tibyan
  9. Ar-Risalah At-Tauhidiyyah, Kitab yang menjelaskan tentang akidah ahlussunah wal-jama’ah
  10. Al-Qolaid Fi bayani ma yajibu minal ‘aqoid

Dan masih banyak lagi kitab-kitab karangan Hadrotussyaikh KH. Hasyim Asy’ari yang belum sempat kami sebutkan.

Wafatnya KH. Hasyim Asy’ari

Kemudian pada tanggal 07 Ramadhan 1366 H atau bertepatan dengan tanggal 25 Juli 1947 beliau sang panutan para guru kembali ke haribaan Allah SWT. Jasa beliau sangatlah besar dalam mengkader para ulama-ulama dan tokoh-tokoh militan dalam menegakkan Islam Indonesia yang rahmatan lil alamin, moderat, dan meneruskan perjuangan beliau dalam membela tanah air dan tumpah darah Indonesia. Para kader beliau berdiri tegak membela NKRI, Islam, dan NU.

Beliau di Makamkan di lingkungan pondok pesantren yang beliau dirikan.

فجزاه الله عن المسلمين خيرا نفع بعلومه واسكنه فراديس جنانه…آمين

 

Silahkan Bagikan Jika Bermanfaat: