Select Page

Belajar Tentang Haid

Belajar Tentang Haid

Haid adalah satu tanda bagi wanita yang mencapai usia baligh. Dimana pada usia ini seorang wanita sudah terkena kewajiban hukum untuk menjalankan perintah-perintah Allah. Diantaranya seperti shalat dan puasa.

Namun masih banyak yang beranggapan setiap darah yang keluar melewati alat kelamin wanita adalah haid, padahal tidak semua darah yang keluar tersebut bisa dipastikan sebagai darah haid, karena seseorang bisa saja mengalami istihadhoh.

Disini kami akan mencoba mengulas tentang haid ini dalam satu kategori khusus di website ini dalam kategori FIQIH WANITA.

Definisi Haid

فالحيض هو الدّم الخارج في سنّ الحيض وهو تسع سنين قمريّة من فرج المرأة على سبيل الصّحّة وما دونه فهو دم فساد (حاشية الباجوري علي ابن القاسم الغزي ج ١ ص ١٠٨)

Seperti yang dijelaskan dalam kitab Hasyiah al-bajuri ‘ala ibni qasim Haid secara terminologi fiqih Haid adalah Darah yang keluar dari kemaluan wanita (pangkal rahim) dalam usia yang memungkinkan haid. Yakni usia 9 tahun Qomariah (Hijriyah).

Sedangkan menurut Syaikh Abdul Rahman Al-Jazairi dalam kitab Fiqh ‘ala madhahibil ‘arba’ah haid adalah Darah yang keluar dari farji (kemaluan) wanita ketika usianya mencapai sembilan tahun. karena pembawaan, bukan karena sakit yang menyebabkan keluar darah.

Bagaimana Hukum Mempelajari Ilmu haid, istihadhah, nifas atau yang berkaitan dengan ketiganya?

ويجب على المرأة ان تتعلّم ما تحتاج اليه من احكام الحيض والنّفاس والإستحاضة فإن كان زوجها عالما لزيمه تعليمها والّا فلها الخروج لسوأل العلماء بل يجب عليها وليس له منعها الّا ان يسأل هو ويخبرها فيستغنى وليس لها الخروج لمجلس ذكر وتعلّم خير الّا برضاه …اه حاشية الباجوري علي ابن القاسم الغزي ج ١ ص ١١١

Wajib Hukumnya bagi seorang wanita untuk mempelajari perkara-perkara yang ia butuhkan mengenai hukum- hukum yang berkaitan dengan Haid, nifas dan istihadhoh.

Apabila suami wanita tersebut adalah orang yang ‘alim (memahami permasalahan haid, nifas dan istihadhah) maka ia harus mengajari istrinya.

Dan apabila suami tidak memahaminya, maka istri tersebut diperbolehkan keluar rumah dalam rangka menanyakan perihal diatas kepada ulama dan suami tidak boleh melarangnya, Kecuali sang suami mau menanyakan dan kemudian dijelaskan kepada sang istri. 

Seorang Istri tidak diperbolehkan keluar dalam rangka menghadiri majlis dzikir, belajar tentang sesuatu yang baik kecuali mendapat izin dari suami. ( Hasyiah Al-bajuri ‘ala ibnil Qasim Al-Ghazi; Juz 1; Halaman 111).

Berapakah Usia Minimal Haid Menurut Ulama Ahli Fiqih?

Darah yang keluar dari rahim wanita, bisa dikategorikan sebagai darah haid jika darah tersebut keluar diusia haid. Yaitu 9 tahun kurang 16 hari (waktu yang tidak memungkinkan untuk memuat masa suci dan haid).

Apabila keluarnya usia darah kurang dari batasan diatas maka status dari darah tersebut bukanlah darah haid, akan tetapi darah tersebut adalah darah rusak (fasad).

Bagaimana Cara Menghitung Minimal Usia Haid?

  • 1 tahun qomariah (hijriah) adalah 354 hari lebih 8 jam lebih 48 menit.
  • 1 tahun Syamsyiah ( masehi ) adalah 365 hari lebih 5 jam lebih 49 menit.
  • Usia Haid adalah ± 3174 hari (1 tahun qomariah dikalikan 9 tahun – 15 hari ( masa yang tidak mungkin untuk memuat terhadap haid dan minimal masa suci)
  • Jadi Usia minimal haid adalah ±3174 hari lebih 7 jam 2 menit.

Jika seorang wanita mengalami kasus keluar darah yang sebagian sudah masuk pada usia haid dan sebagian lagi belum masuk pada minimal usia haid maka darah yang dikeluarkan wanita tersebut pada usia haid dihukumi sebagai darah Haid dan darah yang keluar sebelum mencapai usia batas minimal haid adalah darah istihadhoh.

Contoh :

Seorang wanita mengeluarkan darah pada usia 3170 hari sampai pada usia 3180 hari. maka hukumnya darah yang keluar pada usia 3170 hari sampai dengan usia 3174 hari adalah darah istihadhoh dan darah yang keluar selebihnya adalah darah haid.

Bagaimana Hukum Status darah yang kurang dari 24 jam?

Jika seorang wanita mengeluarkan darah kurang dari 24 jam maka status darahnya adalah darah fasad (darah rusak) bukan darah haidl dan bukan darah istihadloh. Seperti yang ada pada kitab Al-hawi alkabir dibawah ini:

فلو رأت الدم اقل من يوم وليلة كان دام فساد ولم يكن حيضا ولا استحاضة (الحاوي كبيرللامام ابي الحسن علي بن محمد بن حبيب الموردي ٣٦٤-٣٦٥)

Namun konsekuensi dari darah fasad dan istihadloh sebenarnya sama. hanya khilaful lafdzi.

Kewajiban Wanita disaat mengeluarkan darah di usia Haid

Jika seorang wanita mengeluarkan darah dan wanita tersebut dalam usia yang memungkinkan untuk haid (menstruasi), maka ia harus menjalani apa yang seharusnya dijalani oleh orang yang haidl (menstruasi). Seperti tidak melakukan shalat, keharaman bagi suami untuk menjatuhkan thalaq, dan masih banyak lagi.

Secara dhahir disaat darah keluar dia dihukumi sebagai seorang yang haid, dan darah yang keluar juga dinamakan darah haid, namun jika ternyata darah tersebut terhenti sebelum genap 24 jam, maka darah yang keluar dihukumi darah fasad.

Begitupun juga jika darah yang keluar mencapai 24 jam dan tidak melebihi 15 hari maka darah tersebut hukumnya adalah darah haidl, meskipun darah tersebut keluar dengan beberapa warna.

Keluarnya Beberapa darah dalam lingkup 15 hari?

Apabila seoarang wanita mengeluarkan darah dan dia dalam usia yang memungkinkan untuk haidl dan darah tersebut mencapai dua puluh empat jam, apapun warnanya, siapapun status wanitanya (mubtada’ah/ mu’tadah) semuanya dihukumi sebagai darah haid asalkan tidak melebihi waktu lima belas hari.

Bagaimana Hukum darah yang diragukan apakah sudah mencapai 24 jam atau belum?

Untuk menyikapi hal ini, apakah darah yang keluar sudah mencapai dua puluh empat jam atau belum, Imam Ramli berbeda pendapat dengan Imam Ibnu Hajar.

Imam Ramli menghukumi darah tersebut sebagai darah haid, karena menimbang asalnya bahwa darah yang keluar dari seorang wanita adalah darah Haid. sedangkan imam Ibnu Hajar berpendapat bahwa darah yang keluar statusnya bukanlah darah haid.

واما اذا شكت في انه يبلغ ذلك فهل يحكم عليه بانه حيض لأنه الأصل فيما تراه اولا فيه نطر والاقرب الاول لانهم صرحوا بانه يحكم علي ما تراه المرأة أنه حيض. اه (حاشية الشيخ سليمان الجمل ج ١ ص ٢٤٢)

Apakah Jin Juga Mengalami Haid (menstruasi)?

Secara Syar’i wanita yang mengalami haid hanya Manusia dan Jin, sedangkan darah yang keluar dari hewan seperti kelinci dan lainya secara syar’i bukan dinamakan darah haidl.

وشملت المرأة الجنّية فحكمها حكم الأدمية على الصحيح وأما غيرها من الحيوانات فلا حيض لها شرعا ….اه (حاشية الباجور على ابن القاسم الغزي ج ١ ص ١٠٨)

Seperti Apakah Warna-Warna Darah Haid Dan Sifat-Sifatnya?

Berikut ini adalah warna-warna darah haid:

  1. Hitam (Darah terkuat)
  2. Merah
  3. Merah ke kuning-kuningan
  4. Kuning
  5. Keruh

Sedangkan Sifat-sifat darah selain warna adalah :

  1. Kental
  2. Berbau anyir
  3. Kental berbau anyir
  4. Tidak berbau
  5. Tidak kental

Keterangan :

Darah hitam kental lebih kuat dibandingkan dengan darah hitam yang tidak kental, Berbau anyir dan hitam lebih kuat dibanding dengan Berbau anyir, Kental dan berbau anyir lebih kuat dibandimg hanya kental saja atau berbau anyir saja.

Apabila sifat darah yang keluar sama dari segi kuat dan lemahnya, seperti Hitam tidak berbau dan merah kental maka yang dijadikan acuan untuk menghukumi Haidl adalah yang keluar lebih awal.

Tujuan mengetahui kuat lemahnya darah haid (menstruasi) adalah untuk mengetahui masa haidl (menstruasi) disaat seorang wanita mengalami istihadloh ( keluar darah melebihi waktu maksimal Haidl atau Nifas).

Bersambung….

About The Author