Adab Menyambut Hari Jum’at

Ketika imam sudah mau naik ke mimbar, berhentilah untuk melakukan shalat (jika masih dalam keadaan shalat maka percepatlah ) dan berhentilah bicara, sibukkanlah diri dengan menjawab muadzin, memdengarkan khutbah. dan selama khotib berkhutbah, dengarkanlah nasehat imam dan jangan berbicara sama sekali

Dijelaskan didalam khabar :

“sesungguhnya orang yang berucap kepada temanya saat khotib berbicara dengan ucapan “Ansith atau soh (diamlah)” maka orang tersebut termasuk orang yang lagho . dan barang siapa yang lagho maka tidak ada sholat jum’at baginya.”

maksudnya adalah ucapan seseorang “Ansith (diamlah!!)” itu merupakan sebuah ucapan, maka jika mau mencegah seseorang dari berbicara sebaiknya dengan isyarat.

kemudian ikutilah imam dalam shalat sebagaimana makmum mengikuti imam yang penjelasanya sudah ada pada bab sebelumnya. ketika sudah selesai dan salam maka bacalah surat al-fatihah 7 kali, al-ikhlas 7 kali, al-falaq 7 kali dan an-nas 7 kali.

dengan membaca surat-surat tadi akan menjadi penjagamu dari perbuatan buruk dan gangguan syaitan sampai jum’at yang akan datang.

Baca Juga :  Berhubungan Badan Siang Hari Karena Lupa Apakah Membatalkan Puasa?

kemudian bacalah doa ini :

اَللّٰهُمَّ يَاغَنِىُّ يَا حَمِيْدُ يَا مُبْدِئُ يَامُعِيْدُ ياَرَحيْمُ يَاوَدُوْدُ أَغْنِنِى بِحَلَالِكَ عَنْ حَرَامِكَ وَبِطَاعَتِكَ عَنْ مَعْصِيَّتِكَ وَبِفَضْلِكَ عَمَّنْ سِوَاكَ

” Ya Ghaniyyu Ya Hamiidu ya mubdi’u ya mu’iidu ya rahiimu ya waduud aghnini bihalalika ‘an haromika wa bitho’athika ‘an ma’shiyyatika wa bifadhlika ‘amman siwaaka. “

Kemudian shalatlah dua rakaat ba’da jum’at atau empat rakaat atau enam rakaat dengan dua rakaat salam dua rakaat salam, karena semua shalat ini sudah diriwayatkan dari nabi dengan ahwal yang berbeda-beda.

kemudian menetaplah dimasjid sampai maghrib atau sampai ashar dan ber muraqabah lah untuk waktu yang mustajabah karena waktu tersebut dirahasiakan. dengan mengharap semoga bisa mendapatkan waktu tersebut dalam keadaan khusuk dan mendekat kepada allah.

Dan ketika kita dimasjid jangan berkumpul dengan orang-orang yang membicarakan sesuatu yang tidak ada manfaatnya, akan tetapi mendekatlah kepada majlis-majlis ilmu yang bermanfaat. ilmu yang bermanfaat itu adalah ilmu yang menambahkan rasa takut kepada allah ta’ala dan mengurangi kecintaan kita kepada dunia.

Baca Juga :  Pilih Mana, Tarawih 8 Rakaat Atau 20 Rakaat? (Bagian 3)

lebih baik bodoh tidak mengetahui apa-apa dari pada memiliki ilmu yang tidak menarik kita untuk menjauh dari cinta dunia. bermohonlah agar terhindar dari ilmu yang tidak bermanfaat.

perbanyaklah berdoa ketika terbitnya matahari dan ketika terbenamnya, ketika iqamah, ketika naiknya imam ke atas mimbar dan ketika orang-orang berdiri untuk menjalankan shalat, siapa tahu waktu-waktu mustajabah itu ada disela-sela waktu tersebut.

kemudian perbanyaklah sedekah dihari tersebut dengan semampunya, agar bisa mengumpulkan pahala shalat, puasa, sedekah, membaca al-qur’an, dzikir, i’tikaf, menanti waktu shalat.

Dan jadikanlah hari ini (jum’at) dari total tujuh hari sebagai hari yang dikhususkan untuk akhirat, mungkin saja bisa menjadikan kafarat (pelebur dosa kita) pada hari-hari yang lain.”

sekian. [miftah/muslimina.id]