Adab Menyambut Hari Jum’at

Hujjatul Islam Al-alamah Muhammad bin Muhammad Al-ghazali mengajarkan kepada kita tentang adab dan tata cara menyambut hari jum’at. berikut kami terjemahkan bebas dari kitab beliau bidayatul hidayah tentang adab dan tata cara menyambut hari jum’at

Beliau Muallif berkata :

“Ketahuilah bahwasanya hari jum’at adalah hari raya bagi kaum mu’min. hari jum’at adalah hari yang mulia yang di khususkan allah untuk ummat ini.

dan pada hari jum’at ada waktu-waktu yang disamarkan (dirahasiakan) dimana pada waktu tersebut, jika kaum muslimin memohon hajatnya, maka tidak akan tertolak.

Maka dari itu bersiap-siaplah sejak hari kamis dengan bersih-bersih seperti mencuci pakaian, memperbanyak bacaan tasbih dan istighfar sejak kamis sore karena sorenya hari kamis keutamaanya sama dengan hari jum’at.

Dan berniatlah puasa pada hari jum’at akan tetapi harus puasa juga pada hari kamis dan sabtu, karena sudah ada larangan menjalankan puasa hanya pada hari jum’at.

ketika sudah masuk waktu subuh segeralah mandi, karena mandi pada hari jum’at sangat dianjurkan kepada orang yang sudah baligh.

kemudian berhiaslah dengan pakaian yang putih, karena pakaian putih lebih disukai Allah s.w.t. Dan pakaialah minyak yang paling wangi yang kamu miliki.

Bersungguh-sungguhlah dalam membersihkan badan dengan bercukur, mencukur kumis, memotong kuku, bersiwak, dan membersihkan anggota badan lainya, dan memperbanyak wewangian.

Baca Juga :  Pilih Mana, Tarawih 8 Rakaat Atau 20 Rakaat? (Bagian 3)

baru kemudian berangkatlah lebih awal ke masjid tempat shalat jum’at dilaksanakan dengan berjalan pelan dan kalem. karena nabi s.a.w bersabda :

من راح الي الجمعة في الساعة الأولى فكأنّما قرّب بدنة، ومن راح فى السّاعة الثانية فكأنّما قرّب بقرة، ومن راح فى السّاعة الثالثة فكأنّما قرّب كبشا أقرن، ومن راح فى السّاعة الرابعة فكأنما قرّب دجاجة، ومن راح فى السّاعة الخامسة فكأنما قرّب بيضة، فإذا خرج الإمام طوية الصحوف ورفعة الأقلام واجتمعت الملائكة عند المنبر يستمعون الذكر

Artinya : “barang siapa yang berangkat shalat jum’at pada waktu awal, orang itu ibarat berkurban Onta, dan barang siapa yang berangkat jum’at pada waktu kedua orang tersebut ibarat berkurban sapi, dan barang siapa mendatangi pada waktu ketiga ibarat orang tersebut berkurban kambing yang bertanduk, dan barang siapa mendatangi pada waktu ke empat ibarat orang tersebut berkurban ayam, dan barang siapa mendatangi jum’at pada waktu kelima ibarat orang tersebut berkurban telur. Ketika imam sudah naik maka buku-buku amal dilipat dan qolam yang dipakai untuk menulis diangkat, kemudian para malaikat berkumpul disisi mimbar untuk mendengarkan nasehat (khutbah)”“

Kemudian Beliau Al-Muallif ( Hujjatul islam Abu hamid Muhammad bin muhammad Al-ghazali melanjutkan :

“Dan dikatakan, bahwasanya manusia nanti ketika melihat allah ta’ala, jauh dekatnya tergantung kadar awalnya mendatangi ibadah jum’at.

Baca Juga :  Fiqih Shalat VIII : Perbedaan Laki-Laki dan Perempuan di dalam Sholat

kemudian ketika masuk ke masjid, maka ambilah shof yang awal, namun jika sudah ada orang banyak disitu, jangan melangkahi leher mereka dan lewat didepan orang yang sedang shalat. dan berdiamlah didekat tembok atau tiang masjid supaya orang-orang tidak berlalu lalang didepanmu.

Dan jangan buru-buru duduk akan tetapi shalatlah tahiyyatal masjid, dan yang lebih baik shalatlah 4 rakaat. tiap rakaat setelah surat al-fatihah bacalah surat al ikhlas sebanyak 50 kali. karena sudah ada didalam hadits, barang siapa yang melaksanakan shalat empat rakaat sebagaimana cara diatas maka orang tersebut tidak akan mati sebelum melihat tempatnya disurga, atau diperlihatkan padanya tempat tersebut kepadanya.

Dan jangan meninggalkan shalat tahiyyatal masjid walaupun imam sedang berkhutbah.

dan termasuk sunah yang lain, didalam sholat 4 rakaat tadi, membaca surat al-an’am surat al kahfi, surat thaha dan surat yasin.

apabila tidak mampu maka bacalah surat yasin, alif lam mim as-sajdah, surat dhukhon, dan surat tabarrok. dan jangan meninggalkan surat-surat tersebut untuk dibaca di malam jum’at. karena didalamnya terdapat banyak sekali keutamaan.

dan barang siapa tidak bagus dalam membaca surat-surat tersebut maka perbanyaklah membaca surat al ikhlas, memperbanyak bacaan shalawat kepada nabi s.a.w tertentu pada hari tersebut.

Lanjut kehalaman berikutnya :