Kategori: Doa Dan Ijazah

Adab Dan Doa Bangun Tidur yang diajarkan Imam Ghazali

Sebelumnya dalam kitab yang sama “Bidayatul hidayah” Hujjatul Islam Al Imam Abu Hamid Muhammad bin Muhammad Al-Ghazali mengajarkan pada kita tentang adab dan doa sebelum tidur. Sekarang mari kita belajar kepada beliau tentang Adab dan doa bangun tidur.

Tidak hanya sebatas doa bangun tidur, Imam Ghazali juga mengajarkan adab-adab yang harus dilakukan oleh seorang muslim diantaranya untuk bangun sebelum fajar.

Yang harus kita lakukan ketika kita tidur adalah mengusahakan untuk bangun sebelum fajar keluar. Dan yang pertama kita lakukan baik hati atau lesan adalah berdzikir dengan mengucapkan doa bangun tidur.

Daftar Isi

Adab dan Doa Bangun Tidur Arab, Latin dan Artinya

Adapun Adab dan Doa Bangun tidur yang diajarkan oleh Hujjatul Islam Al-Imam Abu hamid Al-Ghozali adalah sebagai berikut:

1. Doa Bangun Tidur Lengkap Arab, Latin dan Artinya

الْحَمْدُ للهِ الَّذِى أَحْيَانَا بَعْدَ مَا أَمَاتَنَا وَإِلَيْهِ النُّشُوْرُ

Alhamdulillahilladzi ahyaanaa ba’da maa amatanaa wa ilaihin nusyur

Artinya : Segala puji milik Allah, dzat yang menghidupkan kami setelah mematikan kami dan kepada-Nya kami di bangkitkan.

Setelah membaca doa bangun tidur diatas, dilanjutkan dengan dzikir bangun tidur dibawah ini

Dzikir Bangun Tidur Lengkap Arab, Latin dan Artinya

أَصْبَحْنَا وَأَصْبَحَ الْمُلْكُ للهِ وَالْعُظْمَةُ وَالسُّلْطَانُ ِللهِ وَالْعِزَّةُ وَالْقُدْرَةُ للهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ أَصْبَحْنَا عَلَى فِطْرَةِ الْإِسْلَامِ وَعَلَى كَلِمَةِ الْإِخْلَاصِ وَعَلَى دِيْنِ نَبِيِّنَا مَحَمَّدٍ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَعَلَى مِلَّةِ أَبِيْنَا إِبْرَاهِيْمَ حَنِيْفًا مُسْلِمًا وَمَا كَانَ مِنَ الْمُشْرِكِيْنَ.

Ashbachna wa asbchal mulku lillahi, wal adzomatu was sulthonu lillahi, wal ‘izzatu wal qudrotu lillahi robbil ‘alamiin. Asbachna ‘ala fithrotil islam wa ‘ala kalimatil ikhlsai wa ‘ala diini nabiyyina muhammadin shollallahu ‘alaihi wasallama wa’ala millati abiina ibrohiima chaniifam muslima wama kana minal musyrikin

Artinya :

Aku memasuki pagi, sedang kekuasaan tetap hanyalah milik Allah, kemuliaan dan kekuasaan milik Allah pula. (Dialah) Tuhan seru sekalian alam.  Aku menyongsong pagi dengan kesucian Islam dan dengan kalimat ikhlas (syahadat) serta dengan agama (yang dibawa) Nabi Muhammad SAW. Juga dengan agama Bapak kami Ibrahim dengan berserah diri, serta bukanlah kami termasuk golongan orang-orang musyrik.

أَللَّهُمَّ بِكَ أَصْبَحْنَا وَبِكَ أَمْسَيْنَا وَبِكَ نَحَيَا وَبِكَ نَمُوْتُ وَإِلَيْكَ النُّشُوْرُ. أَللَّهُمَّ إِنَّا نَسْأَلُكَ أَنْ تَبْعَثَنَا فِى هَذَا الْيَوْمِ إِلَى كُلِّ خَيْرٍ وَنَعُوْذُ بِكَ أَنْ نَجْتَرِحَ فِيْهِ سُوْأً أَوْنجْرِهِ إِلَى مُسْلِمٍ أَوْ يُجْرِهِ أَحَدٌ إِلَيْنَا. نَسْأَلُكَ خَيْرَ هَذَا الْيَوْمِ وَخَيْرَ مَا فِيْهِ وَنَعُوْذُ بِكَ مِنْ شَرِّ هَذَا الْيَوْمِ وَشَرِّ مَا فِيْهِ

Allahumma bika ashbachna wa bika amsayna wa bika nahya wa bika namutu wailaikan nusyuur. Allahumma inna nas’aluka an tab’atsana fi hadzal yaumi ila kulli khoirin, wa na’udzubika an najtaricha fihi su’an au najrihi ila muslimin, au najrihi achadun ilaina. Nas’aluka khaira hadzal yaumi wa khaira ma fihi wa na’udzubika min syarri hadzal yaumi wa syarri ma fiihi.

Artinya : Ya Allah dengan-Mu lah kami memasuki pagi dan sore, dengan-Mu lah kami hidup dan mati dan kepada-Mu lah kami kembali. Ya Allah kami mohon bangkitkanlah kami di hari ini pada kebaikan. Dan kami berlindung kepadamu dari mengerjakan keburukan ata mempekerjakan orang islam pada keburukan dan dipekerjakan orang untuk keburukan. Aku meminta kepada-Mu kebaikan hari ini dan kebaikan yang ada di dalamnya serta memohon perlindungan dari kejelekan hari ini dan kejelekan yang ada di dalamnya.

Kemudian setelah kita bangun dan hendak memakai baju, kita juga diajarkan niat dan adab memakai baju.

Seperti yang kita ketahui bahwa setiap amal yang kita lakukan hasil yang kita petik tergantung niat kita.

Maka perlu bagi kita untuk selalu bisa menata niat agar semua amal yang kita lakukan tidak sia-sia.

Banyak amal yang tampak seperti amalan duniawi tapi karena bagusnya niat menjadi amal akhirat begitu juga sebaliknya banyak amalan yang tanpaknya seperti amalan Akhirat tapi karena niat yang keliru berubah menjadi amal dunia.

Niat Saat Memakai Baju

Memakai baju adalah pekerjaan yang sangat sepele dan kita lakukab tiap hari. Tidak hanya sekali sehari akan tetapi bisa lebih dari dua kali.

Memakai baju, bisa menjadi amal yang yang sifatnya duniawi ketika kita tidak tahu niatnya.

Memakai baju juga bisa menyebabkab dosa jika kita salah dalam niat.

Akan tetapi memakai baju juga bisa mendatangkan pahala jika kita niatkab dengan niat yang benar.

Lantas bagaimana cara memakai baju yang benar?

ketika kita memakai baju, Imam Ghazali mengajarkan kepada kita untuk meniatkan mengikuti perintah Allah dengan menutup aurat. Dan Jangan sekali-kali niat untuk pamer kepada orang lain karena itu akan menajadikan kita sebagai manusia yang rugi.

Demikian Adab dan Doa bangun tidur serta niat memakai baju yang benar yang diajarkan oleh Imam Ghazali, semoga kita bisa mengamalkan dan menjadi bagian dari orang-orang yang shalih.

Website Ini Menggunakan Cookies