Kategori: Shalat

7 Syarat Sujud Yang Harus Diketahui

Dalam sholat, selain rukun-rukun qauli ada yang namanya rukun fi’li. Setiap rukun wajib untuk dikerjakan dan tidak cukup hanya dengan sujud sahwi saat kita meninggalkanya. Salah satu rukun sholat yang bentuknya fi’li adalah sujud, dan akan sangat naif jika kita sampai tidak tahu syarat-syarat dalam melakukan sujud berikut tata cara sujud. Lantas apa saja syarat-syarat sujud didalam sholat?

Mari kita simak penjelasan dari para fuqoha’.

Syaikh Salim bin Sumair Al-Hadhromi menjelaskan kepada kita tentang 7 Syarat Sujud. Dalam kitab Safinatun Najah beliau menerangkan kepada kita tentang tujuh syarat sujud tersebut, yakni :

  1. Bersujud diatas 7 anggota badan.
  2. Orang yang bersujud harus terbuka keningnya.
  3. Menekankan Kepala ketempat sujud
  4. Turunya badan bukan untuk selain sujud.
  5. Tidak melakukan sujud diatas sesuatu yang dapat bergerak karena gerakanya orang yang sholat
  6. Anggota tubuh bagian bawah naik lebih tinggi dari pada anggota tubuh bagianatas.
  7. Thuma’ninah.

Berikut Penjelasan tentang tujuh syarat sujud yang sudah disampaikan oleh beliau:

1. Ke-7 anggota badan yang termasuk anggota sujud, yakni :

  • Kening
  • Dua telapak tangan
  • Dua lutut
  • Bagian dalam jari-jari dari dua kaki.

Ke-7 Anggota sujud tersebut tentunya sesuai dengan apa yang di sabdakan Rasulullah SAW, diantaranya diriwayatkan oleh Imam Bukhari dimana Rasulullah SAW bersabda:

أُمِرْتُ أَنْ أَسْجُدَ عَلَى سَبْعَةِ أَعْظُمٍ عَلَى الجَبْهَةِ، وَأَشَارَ بِيَدِهِ عَلَى أَنْفِهِ وَاليَدَيْنِ وَالرُّكْبَتَيْنِ، وَأَطْرَافِ القَدَمَيْنِ 

Artinya: “Saya diperintah untuk bersujud di atas tujuh anggota badan, yakni dahi—sambil tangan beliau menunjuk pada hidungnya–, kedua tangan, kedua kaki, dan ujung-ujung telapak kaki.” (HR. Imam Bukhari)

2. Terbukanya Kening

Saat melakukan sujud tidak boleh ada penghalang antara kening dan tempat sujud. maka saat kita bersujud posisi kening harus terbuka.

3. Menekan Kepala Ketempat Sujud

Seorang Musholli dalam melakukan sujud harus menekan kepala ketempat sujud. Tidak harus menekan kepala sedemikian rupa sampai menyakiti diri sendiri, cukup dengan perkiraan apabila kita taruh kapas di tempat sujud maka akan tampak tekanan pada kapas tersebut serta tampak bekas sujud diatas kapas tersebut.

4. Turunya Badan Bukan Untuk Selain Sujud

Turunnya Badan setelah i’tidal adalah hanya untuk sujud bukan untuk tujuan lain. Apabila musholli jatuh dalam posisi sujud saat sholat dan tidak ada tujuan sujud didalamnya maka ia harus kembali berdiri kembali, kemudian menurunkan tubuhnya untuk tujuan sujud.

5. Tidak bersujud di atas sesuatu yang dapat bergerak sebab gerakannya orang yang shalat.

Seperti orang yang bersujud diatas lengannya sendiri ataupun bersujud diatas lengan baju yang ia pakai sholat yang lebar. Maka idak sah sujud orang tersebut dikarenakan lengan ataupun lengan baju tersebut ikut bergerak saat orang tersebut melakukan rukun sholat yang lain seperti berdiri, rukuk, i’tidal dan lainya.

6. Tubuh bagian bawah diangkat lebih tinggi dari tubuh bagian atas.

Dengan syarat ini maka orang yang bersujud posisi pantatnya harus lebih tinggi dari posisi kepala dan kedua pundaknya, tidak boleh sejajar atau bahkan lebih rendah.

Contoh kasus: Dalam hal ini adalah orang yang shalat di anak tangga, dimana posisi kakinya ada di anak tangga bagian bawah dan posisi kepala ada di anak tangga bagian atas.

Bila dengan kondisi demikian posisi pantat sejajar dengan posisi kepala maka sujudnya tidak sah. Jika sujud seseorang tersebut tidak sah, maka sholatnya pun menjadi tidak sah.

Sedikit catatan tentang keringanan saat sujud:

Syekh Nawawi memberikan kelonggaran bagi wanita yang sedang hamil. Bila ia kesulitan melakukan sujud dengan posisi pantat lebih tinggi dari kepala maka tak mengapa ia melakukannya sebisa yang ia mampu dan tidak ada kewajiban baginya untuk mengulangi shalatnya.

7. Tuma’ninah

Saat bersujud orang yang melakukannya harus disertai dengan tuma’ninah, yakni sikap dimana semua anggota badan terdiam tenang dengan waktu minimal selama orang mengucapkan kalimat tasbih.

Demikian Penjelasan tentang tata cara sujud, syarat sujud dan anggota-anggota sujud. Semoga bermanfaat.

Wallâhu a’lam.

Website Ini Menggunakan Cookies