6 Perkara yang mewajibkan mandi

Yang mewajibkan mandi

Masih dalam bab bersuci. Didalam kitab fathul qarib syarah taqrib dijelaskan ada 6 perkara yang mewajibkan kita untuk mandi. Namun bagi pembaca yang ingin mengetahui perkara-perkara yang membatalkan wudhu bisa mengunjungi dulu halaman ini.

Mandi dalam terminologi fiqih adalah mengalirkan air keseluruh anggota badan dengan niat yang sudah ditentutan.

Adapun pekara yang mewajibkan untuk mandi didalam kitab fathul qarib syarah matan abi syuja’ ada 6 macam. Tiga perkara berlaku untuk laki-laki dan perempuan dan yang tiga lagi khusus untuk perempuan.

Kewajiban mandi yang untuk laki-laki dan perempuan karena sebab-sebab berikut :

  1. Bertemunya dua khitan / kemaluan (Bersetubuh) : Wajib mandi jika seseorang itu memasukkan chasyafah dzakarnya atau hanya sekedar kira-kira chasyafah dzakarnya bagi yang kelaminya terpotong ke dalam Farji (Kelamin) perempuan. Bagi yang kemasukan ataupun yang memasukkan punya kewajiban mandi junub kecuali yang di masuki adalah farji wanita yag sudah meninggal, bagi wanita yang sudah meninggal tidak ada kewajiban untuk di mandikan lagi.
  2. Keluar Man: Keluar mani bisa terjadi karena berbagai sebab, baik keluarnya mani itu karena memasukkan kemaluan ataupun tidak, keluarnya mani dalam jumlah banyak atau hanya setetes, dengan warna yang semestinya ataupun tidak semisal dengan warna darah, dengan syahwat ataupun tanpa syahwat, dalam keadaan terjaga ataupun tidur, dengan jalan yang wajar ataupun tidak seperti pecahnya tulang sum-sum. Jika hal-hal tersebut terjadi maka seseorang yang mengeluarkan mani wajib untuk mandi junub.
  3. Wafat : Orang yang meninggal wajib untuk dimandikan kecuali Mati Syahid.
Baca Juga :  17 Macam Mandi Sunah

Kewajiban Mandi yang Khusus pada wanita :

  1. Haid : Wanita yang mengeluarkan darah yang usianya sudah mencapai sembilan tahun
  2. Nifas : Wanita yang keluar darah sebab melahirkan. Bagi wanita nifas wajib hukumnya untuk mandi.
  3. Wiladah : Kewajiban mandi yang terakhir adalah wanita yang melahirkan. Wanita yang melahirkan yang disertai dengan adanya basah-basah maka wajib hukumnya untuk mandi sedangkan wanita melahirkan yang tanpa adanya basah-basah menurut qaul yang ashoh wajib juga hukumnya untuk mandi.

Dari uraian diatas kita tahu bahwasanya jika salah satu dari enam perkara ini terjadi pada diri kita maka wajib bagi kita untuk mandi.

Wassalam.

 

Komentar ditutup.