4 Rukun Yang Wajib Untuk Thuma’ninah

Pengertian Thuma'ninah

Seperti yang kita ketahui, bahwasanya thuma’ninah adalah salah satu dari 17 rukun sholat. Namun karena tergesa-gesa kadang kita tidak memperhatikan hal tersebut.

Sholat adalah cara kita menjalankan kewajiban sebagai seorang hamba tentunya tidak layak jika kita menjalankanya tanpa rasa khusuk.

Salah satu cara sholat khusuk adalah memahami dan mengerti Rukun-Rukun didalamnya dan salah satunya adalah thuma’ninah.

Dasar Hukum Thuma’ninah :

Dalam kitab Al-Tahdzib fi Adillati Matnil Ghayah wat Taqrib, Mustthafa Daib Al-Bigha Al-Maidani Al-Dimasyqi Al-Syafi’I menjelaskan bahwa kewajiban melakukan tuma’ninah dalam shalat bersumber dari hadis yang diriwayatkan oleh Imam Bukhari dan Imam Muslim berikut ini

عن أبي هريرة رضي الله عنه: أن رجلاً دخل المسجد ورسول الله جالس فيه فرد عليه السلام، ثم قال له: ارجع فصل فإنك لم تصل. فرجع فصلى كما صلى، ثم جاء فسلم علي النبي فرد عليه السلام ثم قال: ارجع فصل فإنك لم تصل، فرجع فصلى كما صلى، ثم جاء فسلم على النبي فرد عليه السلام، وقال: ارجع فصل فإنك لم  تصل ثلاث مرات، فقال في الثالثة: والذي بعثك بالحق يا رسول الله ما أحسن  غيره فعلمني. فقال : إذا قمت إلى الصلاة فكبر، ثم اقرأ ما تيسر معك من  القرآن، ثم اركع حتى تطمئن راكعاً، ثم ارفع حتى تعتدل قائماً، ثم اسجد حتى  تطمئن ساجداً، ثم اجلس حتى تطمئن جالساً، ثم اسجد حتى تطمئن ساجداً، وافعل ذلك في صلاتك كلها . متفق عليه

Baca Juga :  Niat Shalat Tidak bersamaan Dengan Takbir, Sah Kah?

Dari sahabat Abu Hurairah ra., ‘Sesungguhnya seorang laki-laki masuk kedalam masjid, Dan Rasulullah S.A.W duduk didalamnya. Kemudian ia datang dan memberi salam kepada Rasulullah Saw. Lalu Rasulullah Saw. menjawab salamnya dan bersabda, “Kembali dan ulangilah shalatmu, karena kamu belum shalat (dengan shalat yang sah)!”

Maka orang itu kembali dan mengulangi shalat seperti semula. Kemudian ia datang menghadap kepada Nabi Saw. sambil memberi salam kepada beliau. Maka Rasulullah Saw. bersabda: “Wa’alaikas Salaam” Kemudian beliau bersabda, “Kembali dan ulangilah shalatmu karena kamu belum shalat!”

Sehingga ia mengulang sampai tiga kali. Maka laki-laki itu berkata, “Demi Dzat yang mengutus anda dengan kebenaran, aku tidak bisa melakukan yang lebih baik dari shalat seperti ini, maka ajarilah aku.”

Kemudian Beliau pun bersabda, “Jika kamu berdiri untuk shalat maka bertakbirlah, lalu bacalah ayat yang mudah dari Al Qur’an. Kemudian ruku’-lah hingga benar-benar thuma’ninah (tenang/mapan) dalam ruku’, lalu bangkitlah (dari rukuk) hingga kamu berdiri tegak (lurus), kemudian sujudlah sampai engkau thuma’ninah dalam sujud, lalu angkat (kepalamu) untuk duduk hingga thuma’ninah dalam keadaan dudukmu. Kemudian lakukanlah semua itu di seluruh shalat (rakaat) mu.” (HR. Al-Bukhari dan Muslim).

Baca Juga :  [Film pendek] Lupa Niat Puasa, bagaimana solusinya?

Pengertian Dan Tempat Melakukan Tuma’ninah

Apa Definisi Dari Thuma’ninah?

Dalam kitab Safinatun Najah Syaikh Salim Bin Sumair Al-hadhrami mengartikan tuma’ninah sebagai berikut :[1]

الطمأنينة هي : سكون بعد حركة بحيث يستقر كل عضو محله بقدر سبحان الله

Tuma’ninah adalah diam sesudah gerakan sebelumnya, sekira-kira semua anggota badan tetap (tidak bergerak) dengan kadar waktu lamanya membaca bacaan tasbih (subhanallah).

Dimana Kita Harus Melakukan Thuma’ninah Dalam Sholat?

Kewajiban melakukan Tuma’ninah ada pada 4 tempat :
1. Rukuk.
2. I’tidal
3. Sujud
4. Duduk diantara dua sujud.

Dan tata cara melakukan thuma’ninah adalah :

1. ketika selesai membaca tasbih rukuk, kita diam sebentar sekira bacaan tasbih, kemudian baru berdiri untuk I’tidal.

2. Ketika kita selesai membaca do’a i’tidal kita berhenti sebentar sekira bacaan tasbih “subhanallah”.

3. Ketika Kita selesai membaca doa sujud, kita berhenti sebentar, lamanya kira-kira satu bacaan tasbih “subhanallah”

4. Ketika selesai membaca doa diantara dua sujud, kita berhenti sebentar sekira bacaan tasbih.

Penutup

Thuma’ninah adalah berhenti sebentar dan hanya sekira bacaan tasbih, namun masih banyak dari kita yang kurang memperhatikanya. Agar tidak terkesan orang yang tergesa-gesa dalam menjalankan sholat, Mari kita selalu menjaga tuma’ninah dalam setiap sholat kita.

Sekian.


Sumber Rujukan : [1] Safinatun Najah, (Cetakan Thoha Putra Hal: 69-70)