≡ Menu

3 Ciri Orang Shalih, Apakah Anda Masuk didalamnya?

in Hikmah, Nasehat
ciri-ciri-orang shalih

Mungkin kita sering merenung dalam perjalanan hidup ini, apakah selama ini kita sudah termasuk bagian dari orang-orang yang shalih atau hanya sebatas orang yang masih tertipu dengan amal kita.

Apalagi di akhir-akhir ini sering kita temui disekitar kita, baik itu yang langsung atau dari berbagai media. Banyak orang dengan tata lahiriyah ala sholihin namun yang keluar dari perilaku dan lesan mereka bukan hal-hal yang menyejukkan akan tetapi malah hal-hal yang meresahkan, kadang caci maki dan sumpah serapah pun tidak luput keluar dari mulut orang-orang tersebut.

Hidup kita didunia ini hanya satu kali dan itu menjadi modal kita untuk kehidupan yang akan datang, jangan sampai dikehidupan yang sebentar dan fana ini kita malah terjerumus dalam tipu daya setan. Sampai pada akhirnya yang ada hanya penyesalan yang tak berkesudahan.

Seperti yang dikatakan sayyidina Abu Bakar assidiq yang dikuti oleh syaikh nawani Al-bantani dalam Nashoihul ibad

من دخل قبر بلا زاد فكانما راكب البحر بلا سفينة

“Barang siapa yang memasuki kuburnya tanpa bekal, Seakan-akan orang tersebut mengarungi samudera tanpa menggunakan perahu”

Dari uraian diatas dapat kita ambil hikmah bahwasanya bekal untuk kehidupan yang akan datang itu sangat diperlukan, dan salah satunya adalah bagaimana kita bisa menjadi orang yang shalih, kalaupun kita tidak mampu untuk sampai pada derajat sholihin setidaknya kita tidak keliru dalam memilih orang untuk kita jadikan panutan dalam kehidupan ini.

Untuk mengetahui kadar keshalihan diri atau setidaknya untuk mencari panutan yang shalih tidak ada salahnya anda menyimak penjelasan berikut:

Dalam kitab Tanbihul Ghofilin karya Al-faqih Al-Zahid Al-alim Abi Laits Nasr bin Ibrahim Assamarkand Menuturkan tentang seorang pemuda yang bertemu dengan syaikh syaqiq Ibnu Ibrohim dan menanyakan tentang kriteria atau tanda-tanda dirinya termasuk dalam kategori sebagai Manusia yang Sholih atau bukan.

Berikut petikan percakapan antara Syaikh Syaqiq bin Ibrahim dengan pemuda yang teangkub dalam kitab tanbihul ghofilin:

وروي عن شقيق بن ابراهيم الزاهد انّ رجلا سأله فففال

Baca Juga :  Berpakaian Seperti Ulama Tapi Miskin Ilmu

Diriwayatkan dari Syaikh Syaqiq Bin Ibrahim, Beliau adalah salah satu orang yang dikenal Zuhud di zamanya. Beliau ditanya salah satu orang dengan pertanyaan :

“إنّ النّاس يسمّننى صالحا، فكيف أعلم أنّى صالح او غير صالح”

“Banyak Orang beranggapan bahwa aku ini orang sholih, Bagaimana Cara mengetahui apakah aku ini termasuk orang sholih atau bukan?”

فقال له شقيق رحمه الله ؛

اظهرسرّك عند الصّالحين فإن رضوا به فاعلم انّك صالح وإلا فلا

Kemudian Syaikh Syaqiq bin Ibrahim mengatakan kepada laki-laki tersebut; ” Perlihatkan yang kamu sembunyikan kepada para shalihin (orang-orang shalih), Jika mereka semua Ridlo dengan perilakumu maka ketahuilah bahwasanya kamu termasuk orang yang shalih, dan jika mereka tidak ridho maka kamu bukan termasuk golongan orang shalih”

٢.والثانى اعرض الدنيا على قلبك فإن ردّها فاعلم انّك صالح

“Yang Kedua Palingkan dunia dari hatimu, Apabila hatimu menolak terhadap dunia tersebut maka ketahuilah bahwa kamu adalah orang yang sholih”

٣. والثالث اعرض الموت على نفسك فإن تمنّته فاعلم انّك صالح وإلا فلا

“Yang ketiga Palingkan kematian pada hatimu, Jika nafsumu berharap datangnya kematian, maka kamu termasuk bagian dari orang sholih dan jika tidak maka kamu bukan termasuk didalamnya.”

فإذااجتمعت فيك هذه الثلاثة فتضرّع الى الله تعالى لكيلا يدخل الرّيأ فى عملك فيفسد عليك اعملك

” Apabila didalam dirimu terkumpul tiga perkara tersebut, Maka mohonlah kepada Allah agar jangan sampai ada riya’ didalam amalmu yang bisa menjadi sebab rusaknya amalmu”

Jika melihat tiga ciri-ciri orang shalih seperti yang di katakan Syaikh Syaqiq bin Ibrahim diatas, apakah kita termasuk didalamnya ataukah orang-orang yang kita jadikan rujukan masuk didalamnya?

Wassalam

Silahkan Bagikan Jika Bermanfaat: